Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Respons PHRI Yogyakarta Soal Wacana Pelarangan Study Tour

image-gnews
Wisatawan masih memadati kawasan wisata Pantai Parangtritis Bantul Yogyakarta pada Sabtu (13/4). Tempo/Pribadi Wicaksono
Wisatawan masih memadati kawasan wisata Pantai Parangtritis Bantul Yogyakarta pada Sabtu (13/4). Tempo/Pribadi Wicaksono
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merespons ihwal pro-kontra study tour pascamusibah kecelakaan bus SMK Lingga Kencana Depok. Sejumlah daerah mewacanakan pembatasan hingga pelarangan study tour dengan alasan tidak bermanfaat. Bahkan kalangan anggota DPR RI juga setuju jika study tour dihilangkan karena lebih ke kegiatan wisata bukan pendidikan.

"Kami melihat permasalahan bukan pada study tour, namun soal keamanannya, transportasinya, itu harus diawasi," kata Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono pada Ahad, 19 Mei 2024.

Deddy menilai kegiatan study tour yang selama ini tidak bermasalah sepanjang transportasi memadai. Study tour yang dilakukan sekolah-sekolah juga menunjuang program pemerintah terutama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

"Jadi kenapa yang disalahkan study tournya? Apa bedanya study tour itu dengan kunker (kunjungan kerja) pemerintah daerah dan dewan," ujar Deddy.

Menurut Deddy karya wisata atau study tour sendiri selama ini memberi kesempatan pelajar mendapatkan wawasan baru di luar lingkungan sekolah. Tak hanya wawasan tentang budaya dan alam, namun juga edukasi melalui pengalaman perjalanan yang dialami. 

"Yogyakarta memiliki banyak perguruan tinggi yang bisa dijadikan objek study tour, mereka pelajar bisa  mengenal lebih awal dari dekat perguruan tinggi yang mungkin akan mereka tempuh untuk pendidikan lanjut," kata dia.

Berpengaruh pada Perekonomian Daerah

Deddy menuturkan, dampak negatif kampanye pelarangan study tour juga akan berpengaruh pada perputaran perekonomian daerah. Sebab sektor pariwisata tak pernah berdiri sendiri tapi juga menghidupi sektor lain di bawahnya.

"Ketika study tour dilarang, tentu akan berpengaruh besar tak hanya kepada pelaku wisata, tapi juga sektor UMKM, biro perjalanan, pelaku usaha kuliner, sampai jasa penginapan," kata dia.

Pemerintah daerah pun akan kehilangan sumber pendapatan daerah seperti retribusi objek wisata, parkir, dan lainnya.

"Jadi pengaruhnya bisa ke penerimaan PAD (pendapatan asli daerah)," kata dia.

Daripada menyalahkan study tour, PHRI Yogyakarta mendorong pemerintah daerah turun tangan. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Misalnya memperbaiki hal hal yang bisa lebih menjamin study tour-nya aman, seperti persyaratan perizinan kendaraan yang dipakai," kata dia.

Aturan yang mengatur soal kendaraan ini lanjut Deddy tidak hanya bagi kendaraan darat tetapi juga transportasi udara dan juga laut. 

"Sebab kecelakaan bisa terjadi di darat, laut, dan udara," kata dia.

Memilih Biro Perjalanan

Adapun Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Beny Suharsono mengatakan pihak sekolah dalam penyelenggaraan study tour didesak lebih hati-hati memilih biro perjalanan.

"Kami (Pemda DIY) tidak melarang study tour sepanjang semua sesuai prosedur, seperti armada yang digunakan, harus betul-betul layak jalan," kata Beny.

Beny menilai study tour dalam konteks pendidikan masih dinilai relevan tergantung pemaknaannya 

"Kami mslihat study tour masih menjadi bagian pendidikan praktik di lapangan," kata dia.

Sejumlah daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat melakukan pembatasan untuk kegiatan study tour. Kebijakan itu diambil usai kecelakaan maut bus rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok.

PRIBADI WICAKSONO

Pilihan Editor: Okupansi Hotel Libur Lebaran Meleset, PHRI Yogyakarta Soroti Aktivitas Homestay hingga Kos Harian

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Suhu Panas Ekstrem Jadi Satu Penyebab Sejumlah Jemaah Haji Yogyakarta Meninggal di Tanah Suci

3 jam lalu

Sejumlah bus yang membawa jemaah haji Indonesia melintas menuju Mekah di Mina, Arab Saudi, Selasa, 18 Juni 2024. Jemaah Indonesia yang mengambil nafar awal mulai didorong dari Mina menuju hotel di Mekah hingga sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah atau 18 Juni 2024, sementara yang mengambil nafar tsani akan meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah atau 19 Juni 2024. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Suhu Panas Ekstrem Jadi Satu Penyebab Sejumlah Jemaah Haji Yogyakarta Meninggal di Tanah Suci

Puncak suhu terpanas di Tanah Suci saat ini berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat, berisiko heat stroke bagi jemaah haji.


Mengapa Tusuk Sate Klathak Harus dengan Jeruji Sepeda?

18 jam lalu

Mudik ke Jogja rasanya kurang lengkap jika belum menikmati rasa sate klathak yang khas/Foto: Cantika
Mengapa Tusuk Sate Klathak Harus dengan Jeruji Sepeda?

Sate Klathak, kuliner khas Bantul Yogyakarta ini memiliki sejumlah keunikan yang membedakannya dari berbagai jenis sate lain di Indonesia.


Sambut HUT Jakarta 22 Juni, KCIC Berikan Diskon Tiket Whoosh 20 Persen

19 jam lalu

Calon penumpang membeli tiket kereta cepat Whoosh melalui vending machine di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta, Minggu, 24 Desember 2023. PT Kereta Cepat Indonesia China atau PT KCIC mencatat peningkatan penumpang kereta cepat Whoosh sekitar 20 hingga 25 persen pada libur Natal dan tahun baru. TEMPO/M Taufan Rengganis
Sambut HUT Jakarta 22 Juni, KCIC Berikan Diskon Tiket Whoosh 20 Persen

Promo tiket Whoosh sebesar 20 persen sudah dapat dipesan hari ini.


Indeks Pariwisata RI Naik ke Posisi 22 Dunia, Kemenparekraf Optimistis Turis Mancanegara Bertambah

19 jam lalu

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo usai acara apresiasi peningkatan peringkat Travel & Tourism Development Index (TTDI) Tahun 2024 di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/Bagus Pribadi
Indeks Pariwisata RI Naik ke Posisi 22 Dunia, Kemenparekraf Optimistis Turis Mancanegara Bertambah

Peringkat pencapaian Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2024 Indonesia atau indeks pariwisata dan travel naik 10 tingkat.


Idul Adha Selesai, Wisata Kedhaton Keraton Yogyakarta Buka Kembali Hari Ini

1 hari lalu

Bangsal Kencana di area Kedhaton Keraton Yogyakarta. Dok. Keraton Jogja
Idul Adha Selesai, Wisata Kedhaton Keraton Yogyakarta Buka Kembali Hari Ini

Rampungnya rangkaian perayaan Idul Adha akan diikuti dengan pembukaan secara normal kembali wisata Keraton Yogyakarta.


Catat Jadwal Kereta Tambahan di Masa Libur Sekolah ke Berbagai Tujuan dari Jakarta

1 hari lalu

Penumpang kereta api berjalan di dalam gerbong Kereta Api Singasari, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin, 19 Desember 2022. PT KAI Daop 1 Jakarta telah menyiapkan 20 Kereta tambahan per hari dari Stasiun Senen dan Gambir karena diproyeksikan jumlah penumpang kereta api di DAOP 1 Jakarta pada libur Natal 2022 dan Tahun Baru akan mengalami kenaikan 10 persen dibanding 2021. ANTARA/Muhammad Adimaja
Catat Jadwal Kereta Tambahan di Masa Libur Sekolah ke Berbagai Tujuan dari Jakarta

Kereta tambahan akan melayani penumpang yang akan berlibur ke luar Jakarta, seperti Yogyakarta.


ArtJog 2024 Digelar Akhir Juni Ini, PHRI Yogyakarta : Okupansi Pasti Naik

1 hari lalu

ARTJOG 2018 (Shinta Maharani, Kores Yogyakarta)
ArtJog 2024 Digelar Akhir Juni Ini, PHRI Yogyakarta : Okupansi Pasti Naik

Lima tahun terakhir, ada 10 hotel di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman yang bekerja sama dengan penyelenggara ArtJog.


Ribuan Warga Padati Tradisi Grebeg Besar Idul Adha di Yogyakarta

1 hari lalu

Sejumlah Abdi Dalem Keraton Yogyakarta membagikan gunungan saat Grebeg Besar di Masjid Kauman, Yogyakarta, Selasa 18 Juni 2024. Tradisi Grebeg Besar Keraton Yogyakarta merupakan rangkaian perayaan Idul Adha 1445 H sebagai simbol sedekah raja kepada rakyatnya sekaligus wujud rasa syukur kepada Tuhan. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Ribuan Warga Padati Tradisi Grebeg Besar Idul Adha di Yogyakarta

Gunungan Grebeg Besar yang dikeluarkan Keraton Yogyakarta tak lagi diperebutkan, melainkan dibagikan oleh abdi dalem kepada masyarakat.


TNI AL Lanal Yogyakarta Gagalkan Penyelundupan 5.605 Ekor Benih Bening Lobster

1 hari lalu

TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) dan menangkap terduga pelaku penyelundupan bertempat di Desa Karangweni, Kab. Kulonprogo, Prov. DI Yogyakarta.
TNI AL Lanal Yogyakarta Gagalkan Penyelundupan 5.605 Ekor Benih Bening Lobster

Penyelundupan 5.605 Ekor Benih Bening Lobster digagalkan. Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel TNI AL Devi Erlita menyampaikan kronologi kejadiannya.


Libur Idul Adha, Kaliurang Park Yogyakarta Tawarkan Main Air di Tengah Sejuknya Lereng Merapi

2 hari lalu

Wahana main air di Kaliurang Park Sleman Yogyakarta. Dok. Istimewa
Libur Idul Adha, Kaliurang Park Yogyakarta Tawarkan Main Air di Tengah Sejuknya Lereng Merapi

Kaliurang Park telah menambah wahana baru untuk mendongkrak kunjungan wisata saat libur Idul Adha dan menjelang libur sekolah.