Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

8 Destinasi Wisata Ikonik yang Bergulat dengan Dampak Buruk Overtourism

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

image-gnews
Suasanan Venesia di Italia. Unsplash.com/Andreas M
Suasanan Venesia di Italia. Unsplash.com/Andreas M
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Overtourism istilah yang merujuk pada destinasi wisata yang dibanjiri wisatawan melebihi daya dukungnya. Jumlah wisatawan yang banyak membawa keuntungan bagi perekonomian hingga pertukaran budaya. Tapi kalau melebihi kapasitasnya dapat menyebabkan keramaian, kemacetan, kriminalitas hingga degradasi lingkungan. 

Banyak destinasi wisata populer di dunia mengalami overtourism dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya bahkan menerapkan pajak atau jam kunjungan tertentu untuk membatasi wisatawan. Berikut ini beberapa lokasi ikonik di seluruh dunia yang bergulat dengan dampak buruk overtourism, seperti dilansir dari laman Times of India

1. Great Barrier Rief

Great Barrier Rief yang termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, merupakan sistem terumbu karang terbesar di dunia. Kawasan ini surganya penyelam dan penggemar snorkeling. Aktivitas pariwisata seperti jangkar kapal, polusi ditambah peningkatan suhu laut menyebabkan pemutihan karang semakin meluas dan penurunan ekosistem. 

2. Venesia 

Venesia dikenal dengan kanal-kanal yang indah. Wisatawan memadati kawasan ini untuk merasakan suasana romantis menyusuri kanal dan wisata sejarah. Namun semakin banyaknya wisatawan menyebabkan polusi, erosi bangunan bersejarah, dan meningkatnya kebenciandi kalangan penduduk setempat yang merasa tidak dihargai oleh lingkungan mereka karena banyaknya sewa liburan.

3. Dubrovnik

Dubrovnik dikenal sebagai Mutiara Adriatik. Kota yang menjadi Situas Warisan Dunia oleh UNESCO ini mengalami lonjakan wisatawan setelah menjadi lokasi syuting serial Game of Thrones. Selai kemacetan bus wisata yang parkir di luar tembok Kota Tua, overtoruism juga menyebabkan kerusakan infrastruktur.

4. Machu Picchu

Salah satu situs arkeologi ikonik di dunia, Machu Pichu, bertengger tinggi di Pegunungan Andes. Semakin banyaknya wisatawan menimbulkan kekhawatiran tentang erosi struktur batu kuno, kerusakan ekosistem yang rentan, dan kepadatan yang berlebihan di sepanjang Inca Trail. Pemerintah setempat diminta untuk membatasi pengunjung lebih ketat dan menerapkan praktik pariwisata berkelanjutan.

5. Barcelona

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Wisatawan yang memadati Barcelona terpikat dengan Sagrada Familia karya Gaudi dan kawasan pejalan kaki La Rambla yang ramai. Namun imbasnya, penduduk setempat kewalahan dengan harga sewa, kepadatan jalan, dan gangguan terhadap kehidupan sehari-hari. Pihak berwenang mulai membatasi jumlah wisatawan dan mengatur sewa tempat berlibur.

6. Bali

Pantai di Bali, pemandangan alam yang subur, dan budaya yang dinamis menjadi daya tarik Bali sebagai destinasi favorit bagi wisatawan di seluruh dunia. Namun, Bali mengalami kesulitan mengatasi masuknya pengunjung, yang menyebabkan degradasi lingkungan dan kemacetan lalu lintas.

7. Praha

Praha memikat wisatawan dengan arsitektur dan kekayaan sejarahnya. Kota yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini juga dipadati wisatawan. Jalanan pun penuh sesak, infrastruktur menjadi padat dan biaya perumahan penduduk lokal pun meningkat. Bahkan memicu perdebatan tentang pelestarian warisan budaya dan perlunya pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

8. Angkor Wat

Kompleks candi Angkor Wat yang luas adalah salah satu landmark paling ikonik di Asia Tenggara. Beberapa tahun terakhir, wisawatan semakin banyak yang mengunjungi situs itu. Hal ini menyebabkan kerusakan pada ukiran halus, erosi pada bangunan kuno, dan kekhawatiran mengenai dampak pariwisata massal terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Pilihan editor: Bali Selatan Jadi Kawasan Sentral Pariwisata Pulau Dewata, Membuatnya Overtourism?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tidak Hanya Makepung di Bali, 4 Daerah Ini Memiliki Tradisi Pacuan Kerbau

9 jam lalu

Joki memacu kerbau saat acara Makepung di Jembrana, Bali, Minggu, 16 September 2018. Tradisi balap kerbau yang dulu dilakukan petani di area persawahan setelah panen tersebut kini digelar secara profesional di sirkuit dan diikuti berbagai kalangan sebagai atraksi untuk menarik wisatawan. ANTARA
Tidak Hanya Makepung di Bali, 4 Daerah Ini Memiliki Tradisi Pacuan Kerbau

Makepung atau pacuan kerbau populer di Bali. Di beberapa daerah lain punya tradisi ini seperti Balap Munding di Tasikmalaya dan Pacu Jawi di Sumbar.


Timbunan Sampah di Yogyakarta Capai 5 Ribu Ton, Pemda : Sudah Darurat

22 jam lalu

Tumpukam sampah di tengah pembatas jalan Affandi atau Gejayan Kota Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Timbunan Sampah di Yogyakarta Capai 5 Ribu Ton, Pemda : Sudah Darurat

Volume timbunan sampah di Yogyakarta kian memprihatinkan pasca TPA Piyungan ditutup permanen awal Mei 2024 lalu.


Puluhan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Di 4 Titik Pantai Gunungkidul

23 jam lalu

Petugas pantai di Gunungkidul mengobati wisatawan tersengat ubur-ubur. Dok.istimewa
Puluhan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Di 4 Titik Pantai Gunungkidul

Puluhan wisatawan di kawasan pantai selatan Gunungkidul Yogyakarta tersengat ubur-ubur Minggu 23 Juni 2024.


Traveling ke Vietnam Ini 5 Situs Warisan Budaya yang Menarik Dikunjungi

1 hari lalu

Kota Kuno Hoi An, Vietnam. Unsplash.com/Filipe Freitas
Traveling ke Vietnam Ini 5 Situs Warisan Budaya yang Menarik Dikunjungi

Tak hanya sejarah, situs warisan budaya di Vietnam juga memberikan wawasan tentang keragaman budaya


Afgan Ungkap Serunya Syuting Video Klip Escape Bareng Jessi di Bali

1 hari lalu

Penyanyi Afgan dan rapper asal Korea Selatan, Jessi, dalam video klip Escape yang dirilis pada Jumat, 21 Juni 2024. Foto: YouTube
Afgan Ungkap Serunya Syuting Video Klip Escape Bareng Jessi di Bali

Afgan mengaku sangat menikmati momen-momen keseruannya bersama Jessi syuting video klip Escape di sebuah villa di Bali.


Jelajah Negeri: 4 Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi di Kota Pekanbaru

1 hari lalu

Museum Sang Nila Utama, Pekanbaru.
Jelajah Negeri: 4 Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi di Kota Pekanbaru

Berikut adalah empat destinasi wisata di Kota Pekanbaru yang layak untuk dikunjungi saat berada di Provinsi Riau.


Anang Hermansyah Jadi Duta Promosi Pulau Jeju, Berikut 5 Destinasi Wisata Favorit Pulau di Korea Selatan Ini

1 hari lalu

Anang Hermansyah. (Instagram/@ananghijau)
Anang Hermansyah Jadi Duta Promosi Pulau Jeju, Berikut 5 Destinasi Wisata Favorit Pulau di Korea Selatan Ini

Pemerintah Provinsi Jeju menunjuk Anang Hermansyah sebagai duta promosi barunya mengenalkan keindahan pulau ini. Ini destinasi wisata favorit di sini.


Menyusuri Puzzlewood Hutan Kuno Lokasi Syuting Film dan Ramah untuk Keluarga

3 hari lalu

Puzzlewood, Coleford, Inggris. Unsplash.com/Tom Wheatley
Menyusuri Puzzlewood Hutan Kuno Lokasi Syuting Film dan Ramah untuk Keluarga

Kalau travelig ke Inggris sempatkan ke Puzzlewood, destinasi alam yang ramah anak-anak


Trik Mensiasati Aturan Batasan Cairan saat Bepergian dengan Pesawat

3 hari lalu

Ilustrasi koper. Freepik.com
Trik Mensiasati Aturan Batasan Cairan saat Bepergian dengan Pesawat

Supaya tidak menghabiskan uang untuk mengemas cairan ada beberapa trik yang dapat dilakukan sebelum naik pesawat


Traveling ke Hong Kong, 7 Destinasi Wisata Malam Ini Menarik Dikunjungi

3 hari lalu

Victoria Harbour, Hong Kong. Unsplash.com/Ariam Dato-on
Traveling ke Hong Kong, 7 Destinasi Wisata Malam Ini Menarik Dikunjungi

Tidak hanya sekedar hiburan malam, ada banyak aktivitas untuk dapat mengenali dan mempelajari sejarah dan warisan budaya Hong Kong