Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jelang Lebaran, Sultan HB X Instruksikan Perbaikan Jalan Rusak Yogyakarta, Minimal Ditambal

image-gnews
Banner yang menyindir rusaknya Jalan Godean Sleman Yogyakarta. Dok : Istimewa
Banner yang menyindir rusaknya Jalan Godean Sleman Yogyakarta. Dok : Istimewa
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Yogyakarta diprediksi kembali dibanjiri masyarakat dan wisatawan berbagai daerah pada masa libur Lebaran nanti. Biasanya pada masa libur hari raya ini, tak hanya jalan jalan utama Yogyakarta yang akan dipadati pemudik. Namun juga jalan jalan pendukung di kabupaten/kota. 

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta, demi kenyamanan masyarakat, perbaikan jalan-jalan rusak dipriroitaskan pemerintah daerah. Hal ini agar tak ada masyarakat yang mengalami kecelakaan.

"Ya diperbaiki (jalan rusak), ditambal dulu kalau anggaran (perbaikannya) belum ada, supaya tidak ada warga yang kejeglong (jatuh)," kata Sultan di Yogyakarta Selasa 19 Maret 2024.

Sultan memahami, perbaikan jalan yang rusak memang perlu perencanaan anggaran. "Kalau belum ada alokasi anggaran memang susah, makanya yang penting ditambal agar kalau ada hujan jalan itu tidak membahayakan orang," ujarnya.

Terlebih jika yang melintasi jalanan rusak itu bukan warga sekitar yang terbiasa dan tahu titik-titik kerusakannya. "Orang yang lewat belum tentu tahu kalau jalan itu rusak, berlubang,” tutur Sultan.

Banner yang menyindir rusaknya Jalan Godean Sleman Yogyakarta. Dok : Istimewa

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sultan mencontohkan, pemerintah DIY saat ini baru akan segera memulai proses perbaikan jalan rusak di Godean, Sleman, tepatnya April 2024 mendatang atau setelah lebaran. 

Rusaknya jalan Godean itu sempat memicu aksi demontrasi warga dan memasang banner di jalan sebagai bentuk protes pada Minggu 17 Maret 2024 lalu. Sejumlah banner di antaranya bertuliskan 'Sayangi Nyawa Anda', 'Jangan Ngebut Anda Memasuki Wilayah Jalan Rusak', hingga 'Pelan-pelan Sudah Banyak Korban'.

Jalan Godean Sleman bahkan dijuluki sebagai 'Jeglongan Sewu' yang artinya lubang seribu. Sultan mengatakan anggaran untuk perbaikan jalan Godean tersebut saat ini tengah dalam proses lelang pemilihan penyedia jasa pengerjaan proyek."Anggaran untuk perbaikan jalan Godean ini sudah dilelang, selesai Maret akhir atau awal April 2024," kata dia. 

Pilihan editor: Ruas Jalan Inpres di Yogyakarta Permudah Akses Wisata, Aspek Keselamatan Jadi Prioritas

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Menjajal Packrafting Menantang Arus Kali Papah di Kulon Progo

6 jam lalu

Para pengunjung packrafting di Kali Papah, Kulon Progo, DI Yogyakarta (ANTARA/Fitra Ashari)
Menjajal Packrafting Menantang Arus Kali Papah di Kulon Progo

Beda dengan rafting atau arung jeram biasa, packrafting mengajak pengunjung mengarungi Kali Papah Kulon Progo menggunakan perahu karet.


Taman Aglaonema yang Diklaim Terbesar di Dunia Diresmikan di Puri Mataram Yogyakarta

20 jam lalu

Taman Aglaonema di Puri Mataram Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Taman Aglaonema yang Diklaim Terbesar di Dunia Diresmikan di Puri Mataram Yogyakarta

Total ada sebanyak 90.000 tanaman aglaonema yang terdiri dari 209 spesies di Taman Aglaonema Sleman, Yogyakarta.


Festival Kampung Wisata Yogyakarta Dimulai, Berkonsep Pasar Malam Meriah

1 hari lalu

Permainan pasar malam seperti bianglala hadir dalam Festival Kampung Wisata Kota Yogyakarta yang dikonsep dengan pasar malam. Dok. Istimewa
Festival Kampung Wisata Yogyakarta Dimulai, Berkonsep Pasar Malam Meriah

Wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta akhir pekan ini bisa menyaksikan Festival Kampung Wisata yang digelar 21 hingga 23 Juni 2024.


Kampung Wisata di Yogyakarta Dapat Bantuan Alat Pengelolaan Sampah

2 hari lalu

Dinas Pariwisata DI Yogyakarta mulai salurkan bantuan alat pengelolaan sampah di kampung wisata. Dok.istimewa
Kampung Wisata di Yogyakarta Dapat Bantuan Alat Pengelolaan Sampah

Alat pengolahan sampah bantuan untuk kampung wisata di Yogyakarta ini menghasilkan produk akhir pupuk cair.


Libur Sekolah Tiba, Wisatawan Berburu Foto Estetik di Yogyakarta

2 hari lalu

Wisatawan berfoto di area Royal Kencana Mansion Yogyakarta. Dok.istimewa
Libur Sekolah Tiba, Wisatawan Berburu Foto Estetik di Yogyakarta

Wisatawan berburu foto-foto konsep keluarga dalam balutan busana Jawa khas Yogyakarta sebagai kenang-kenangan.


Liburan Ke Kota Yogyakarta, Ini Tiga Kampung Wisata Seru untuk Disambangi

2 hari lalu

Kampung wisata Pakualaman Yogyakarta. Dok.istimewa
Liburan Ke Kota Yogyakarta, Ini Tiga Kampung Wisata Seru untuk Disambangi

Di Kota Yogyakarta, sedikitnya ada 25 kampung wisata yang juga bisa dikunjungi saat libur sekolah, ini tiga di antaranya.


TNI AL Lanal Yogyakarta Gagalkan Penyelundupan 5 Ribuan Lobster Benih Bening, Apa Bedanya dengan Benih Lobster Lain?

2 hari lalu

TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) dan menangkap terduga pelaku penyelundupan bertempat di Desa Karangweni, Kab. Kulonprogo, Prov. DI Yogyakarta.
TNI AL Lanal Yogyakarta Gagalkan Penyelundupan 5 Ribuan Lobster Benih Bening, Apa Bedanya dengan Benih Lobster Lain?

TNI AL Lanal Yogyakarta berhasil gagalkan penyelundupan 5 ribu lebih benih bening lobster. Ini bedanya dengan benih lobster lainnya.


Akhir Pekan Ini, Ada Festival Kampung Wisata di Yogyakarta Selama Tiga Hari

2 hari lalu

Kampung wisata Purbayan Kotagede Yogyakarta. Dok. Istimewa
Akhir Pekan Ini, Ada Festival Kampung Wisata di Yogyakarta Selama Tiga Hari

Di festival ini, wisatawan bisa melihat lebih dekat berbagai keunikan 25 kampung wisata di Kota Yogyakarta


Suhu Panas Ekstrem Jadi Satu Penyebab Sejumlah Jemaah Haji Yogyakarta Meninggal di Tanah Suci

3 hari lalu

Sejumlah bus yang membawa jemaah haji Indonesia melintas menuju Mekah di Mina, Arab Saudi, Selasa, 18 Juni 2024. Jemaah Indonesia yang mengambil nafar awal mulai didorong dari Mina menuju hotel di Mekah hingga sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah atau 18 Juni 2024, sementara yang mengambil nafar tsani akan meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah atau 19 Juni 2024. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Suhu Panas Ekstrem Jadi Satu Penyebab Sejumlah Jemaah Haji Yogyakarta Meninggal di Tanah Suci

Puncak suhu terpanas di Tanah Suci saat ini berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat, berisiko heat stroke bagi jemaah haji.


Mengapa Tusuk Sate Klathak Harus dengan Jeruji Sepeda?

4 hari lalu

Mudik ke Jogja rasanya kurang lengkap jika belum menikmati rasa sate klathak yang khas/Foto: Cantika
Mengapa Tusuk Sate Klathak Harus dengan Jeruji Sepeda?

Sate Klathak, kuliner khas Bantul Yogyakarta ini memiliki sejumlah keunikan yang membedakannya dari berbagai jenis sate lain di Indonesia.