Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengenal Tradisi Selasa Wagen, Hari Saat Pedagang Malioboro Beristirahat dan Bersih Bersih

image-gnews
Tradisi Selasa Wagen yang meliburkan para pedagang di kawasan Malioboro Yogyakarta untuk bersih bersih kawasan kembali digelar Selasa (27/2). (Dok. Istimewa)
Tradisi Selasa Wagen yang meliburkan para pedagang di kawasan Malioboro Yogyakarta untuk bersih bersih kawasan kembali digelar Selasa (27/2). (Dok. Istimewa)
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Kawasan Malioboro bagi sebagian kalangan disebut sebagai kawasan yang tak pernah tidur. Sebab, nyaris 24 jam, kawasan di pusat Kota Yogyakarta itu tampak ramai wisatawan dan masyarakat yang beraktivitas.

Namun sejak hampir tujuh tahun silam atau persisnya September 2017, ada sebuah gerakan bernama Selasa Wagen yang membuat Malioboro musti sejenak "tertidur" alias beristirahat. Istirahat yang dimaksud bukan menutup kawasan itu dari kunjungan wisata, melainkan meliburkan semua aktivitas pedagang di kawasan itu selama satu hari dan mengisinya dengan bersih-bersih atau reresik bersama. Maliboro yang nonstop beroperasi sepanjang hari selama sepekan penuh  diberi kesempatan bernapas dan menata diri 1 x 24 jam.

Selasa Wagen sendiri  berlangsung setiap 35 hari sekali merujuk hari pasaran kalender Jawa. Sempat terhenti selama Covid-19, Selasa Wagen kembali digelar pada Selasa, 27 Februari 2024. Para pedagang kembali turun untuk membersihkan sepanjang jalan Malioboro.

“Selasa Wagen yang diisi dengan reresik atau membersihkan Malioboro ini untuk memastikan kebersihan Malioboro sebagai daya tarik pariwisata,” kata Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo.

Singgih mengatakan, reresik Malioboro ini bukan hanya dilakukan di area Malioboro saja tetapi juga dilakukan di sekitar Tugu hingga Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta.

“Memang setiap hari Malioboro dibersihkan, tetapi secara periodik setiap 35 sekali, ini merupakan bersih-bersih yang agak besar. Sehingga, Malioboro terawat, terjaga kebersihannya serta wisatawan yang datang merasa nyaman,” katanya.

Pihaknya berharap, warga maupun wisatawan terus menjaga kebersihan sehingga saat menikmati Kota Yogyakarta terasa nyaman. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Sampah kadang masih ada di sela gorong-gorong yang ada di Malioboro, jika didiamkan lama menimbulkan bau tak sedap, maka kami berharap wisatawan maupun warga Yogya juga ikut menjaga kebersihan,”imbuhnya.

Salah satu pedagang Teras Malioboro 2 Yanti mengungkapkan, Selasa Wagen telah menjadi kesepakatan dengan seluruh komunitas pedagang demi menjaga Malioboro nyaman.

"Suasana Malioboro yang bersih dan nyaman menjadi harapan semua, kalau kondisinya bersih, wisatawan yang datang juga betah dan lebih puas berbelanja," kata dia.

Di luar Selasa Wagen, kata Yanti, para pedagang setiap buka lapak mulai pukul 08.00 dan pulang dini hari sebenarnya juga selalu membersihkan lapak masing-masing. Namun untuk memastikan seluruh kawasan Malioboro bersih, perlu gerakan seperti Selasa Wagen ini. 

PRIBADI WICAKSONO

Pilihan Editor: Libur Imlek Jalan-jalan di Kawasan Pecinan Yogyakarta, Jangan Lewatkan Kampung Ketandan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sleman Larang Tiga Bus Study Tour Beroperasi karena Tak Laik Jalan

15 jam lalu

Ilustrasi bus (Pixabay)
Sleman Larang Tiga Bus Study Tour Beroperasi karena Tak Laik Jalan

Tak hanya bus study tour yang jadi sasaran pemeriksaan kelayakan, jip wisata di lereng Merapi dan Tebing Breksi juga.


Raffi Ahmad Mundur Dari Proyek Beach Club Gunungkidul, Ini Respons Pemda DIY

1 hari lalu

Raffi Ahmad di depan view Pantai Krakal, Yogyakarta untuk memulai bisnis barunya. Foto: Instagram.
Raffi Ahmad Mundur Dari Proyek Beach Club Gunungkidul, Ini Respons Pemda DIY

Proyek resor dan beach club itu yang awalnya melibatkan Raffi Ahmad itu digadang akan beroperasi 2025, tapi masih saat ini sebatas wacana.


Kembali Beroperasi, Apa yang Baru dari Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta?

2 hari lalu

Wajah baru Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pascarevitalisasi selama tiga bulan. Dok. Istimewa
Kembali Beroperasi, Apa yang Baru dari Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta?

Museum Benteng Vredeburg tak lagi hanya pusat edukasi sejarah dan budaya, tapi juga sebagai ruang baru berkumpul anak muda dan keluarga.


Tanah Milik Keraton Berpeluang untuk Program Tapera? Ini Kata Sultan

3 hari lalu

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) dan  Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY di Istana Negara, Jakarta, Senin 10 Oktober 2022. Presiden Joko Widodo melantik Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY masa jabatan 2022-2027 sesuai dengan Undang-Undang No. 13/2012 tentang Keistimewaan DIY. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Tanah Milik Keraton Berpeluang untuk Program Tapera? Ini Kata Sultan

Belakangan ramai pro kontra soal pembangunan perumahan buruh melalui program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).


Kian Coreng Kota Wisata, Yogyakarta Minta Bantuan Pusat Atasi Darurat Sampah

3 hari lalu

Tumpukam sampah di tengah pembatas jalan Affandi atau Gejayan Kota Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Kian Coreng Kota Wisata, Yogyakarta Minta Bantuan Pusat Atasi Darurat Sampah

Persoalan darurat sampah di Yogyakarta tak kunjung usai pasca kebijakan desentralisasi dilakukan sejak awal Mei atau bertepatan penutupan permanen Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Piyungan pada awal Mei 2024.


FKH UGM Kirim Ratusan Mahasiswa dan Alumni sebagai Petugas Pemeriksaan Hewan Kurban

4 hari lalu

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM mengirim sebanyak 350 mahasiswa dan alumni sebagai petugas pemeriksa hewan kurban di seluruh Kabupaten/kota di seluruh DIY. UGM.ac.id
FKH UGM Kirim Ratusan Mahasiswa dan Alumni sebagai Petugas Pemeriksaan Hewan Kurban

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM mengirim ratusan mahasiswa dan alumni untuk menjadi petugas pemeriksaan hewan kurban di Yogyakarta.


Ini Kandidat Kepala Daerah Kabupaten/Kota Terkuat di Yogyakarta Versi Survei Golkar

5 hari lalu

DPD Golkar DIY umumkan hasil survei elektabilitas kandidat Pilkada 2024 tahap pertama Sabtu (8/6). Tempo/Pribadi Wicaksono
Ini Kandidat Kepala Daerah Kabupaten/Kota Terkuat di Yogyakarta Versi Survei Golkar

DPD Golkar DIY telah merampungkan survei tahap pertama elektabilitas kandidat kepala daerah di lima kabupaten/kota di DIY untuk Pilkada 2024


Kenang Maestro Ketoprak Bondan Nusantara, Taman Budaya Yogyakarta Siapkan Pentas Khusus

5 hari lalu

Taman Budaya Yogyakarta. Dok. Istimewa
Kenang Maestro Ketoprak Bondan Nusantara, Taman Budaya Yogyakarta Siapkan Pentas Khusus

Gelar Karya Maestro jadi ajang mengangkat kembali karya sejumlah maestro seni, kali ini seni ketoprak.


Asal-usul Gerabah Kasongan, Kerajinan Keramik Asal Bantul

6 hari lalu

Pengrajin gerabah di Kasongan, Yogyakarta. TEMPO/Arie Basuki
Asal-usul Gerabah Kasongan, Kerajinan Keramik Asal Bantul

Gerabah Kasongan cukup kondang karena memiliki ciri khas yang unik. Di mana letaknya?


Dapat Investasi, Studio Alam Gamplong Yogyakarta Bakal Dikembangkan jadi Destinasi Berkualitas

7 hari lalu

Salah satu sudut destinasi Studio Alam Gamplong di Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman Yogyakarta. Dok. Istimewa
Dapat Investasi, Studio Alam Gamplong Yogyakarta Bakal Dikembangkan jadi Destinasi Berkualitas

Studio Alam Gamplong awalnya untuk keperluan syuting film, tapi kemudian dikembangkan jadi daya tarik wisata.