Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Yogyakarta Terasa Gerah dalam Beberapa Hari Terakhir, Ini Penyebabnya

image-gnews
Wisatawan menaiki jip lava tour di Kali Kuning, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin, 25 Desember 2023. Wisata lava tour yang menawarkan berkendara menaiki mobil jip menyusuri lereng Gunung Merapi melihat sisa erupsi tahun 2010 tersebut ramai dikunjungi wisatawan saat libur Natal 2023. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyasyah
Wisatawan menaiki jip lava tour di Kali Kuning, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin, 25 Desember 2023. Wisata lava tour yang menawarkan berkendara menaiki mobil jip menyusuri lereng Gunung Merapi melihat sisa erupsi tahun 2010 tersebut ramai dikunjungi wisatawan saat libur Natal 2023. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyasyah
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Yogyakarta menjelaskan penyebab suhu cuaca yang gerah dan panas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa hari terakhir. Gerahnya suhu cuaca di Yogya itu dirasakan warga menyusul makin jarangnya hujan turun terutama di wilayah perkotaan. 

BMKG Yogyakarta mencatat suhu maksimal di Yogyakarta saat siang hari pada 14 sampai 18 Februari berkisar 31,7 -32,7 derajat celsius. Adapun suhu terendah saat malam-dini hari berkisar 23 -25 derajat celsius. Pemicu utama yang meningkatkan suhu udara dan memicu kondisi gerah itu karena ada faktor yang tidak mendukung pembentukan awan hujan.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menuturkan ada sejumlah kondisi penyebab yang tidak mendukung pembentukan awan hujan.
“Salah satunya, cuaca cerah yang kerap terjadi di Yogya, membuat penyinaran matahari tak terhalang awan,” kata Reni Selasa 20 Februari 2024.

Reni melanjutkan, posisi matahari pada bulan Februari ini, relatif tepat di atas Pulau Jawa. Sehingga intensitas penyinaran matahari relatif tinggi.

“Kondisi berawan pada siang hingga malam hari yang tak disertai hujan belakangan ini juga menyebabkan panas yang diterima bumi tertahan oleh awan,” ujarnya.

Selain itu, suhu udara juga meningkat karena berdasarkan streamline angin udara atas yang bertiup di atas Jawa dari tenggara membawa sifat cenderung kering atau RH rendah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Faktor –faktor itu menyebabkan suhu jadi lebih panas sepanjang hari," katanya.

Adapun aktivitas Gunung Merapi dalam sepekan terakhir juga cenderung landai alias tak ada guguran awan panas terjadi. Meski demikian, selama sepekan terakhir ini, hujan secara kontinyu masih terjadi di lereng Gunung Merapi.

PRIBADI WICAKSONO

Pilihan Editor: Paguyuban Andong dan Pedagang Ikut Tegakkan Aturan Malioboro Kawasan Tanpa Asap Rokok

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Liburan Idul Adha di Yogyakarta? Ini Prakiraan Cuacanya

7 jam lalu

Kawasan Titik Nol Kilometer, ujung Jalan Malioboro Yogyakarta tampak lengang saat pelaksanaan Pemilu pada Rabu siang, 14 Februari 2024. (Tempo/Pribadi Wicaksono)
Liburan Idul Adha di Yogyakarta? Ini Prakiraan Cuacanya

Libur long weekend bertepatan hari raya Idul Adha di Yogyakarta diperkirakan masih akan tetap dipadati wisatawan.


Peringatan Dini Cuaca Hujan Hari Ini di Jabodetabek dan Penyebabnya Menurut BMKG

7 jam lalu

Ilustrasi hujan. Pexels/Rahul P
Peringatan Dini Cuaca Hujan Hari Ini di Jabodetabek dan Penyebabnya Menurut BMKG

Jabodetabek tak sendirian memiliki potensi hujan bahkan hujan lebat. Sejumlah wilayah provinsi di Indonesia memiliki potensi cuaca yang sama hari ini.


Perjalanan Karir Musisi Katon Bagaskara dan Lagu-lagu Hits KLa Project

18 jam lalu

Vokalis KLa Project, Katon Bagaskara tampil dalam konser bertajuk Reminingscing, di Bengkel Space, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Mei 2023. KLa Project menghibur penonton dengan membawakan sejumlah lagu-lagu yang pernah populer di era tahun 90an seperti Yogyakarta, Tentang Kita, Menjemput Impian, hingga Tak Bisa ke Lain Hati. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Perjalanan Karir Musisi Katon Bagaskara dan Lagu-lagu Hits KLa Project

Katon Bagaskara kemarin rayakan usia 58 tahun. Ini kisah perjalanan musik dan kagu-lagunya yang populer.


Yogya Darurat Sampah, Idul Adha Diimbau Kubur Limbah Kurban dan Hindari Kantong Plastik

1 hari lalu

Tumpukam sampah di tengah pembatas jalan Affandi atau Gejayan Kota Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Yogya Darurat Sampah, Idul Adha Diimbau Kubur Limbah Kurban dan Hindari Kantong Plastik

Situasi darurat sampah belum sepenuhnya selesai di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY.


Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Hujan Ringan Hingga Lebat, Jakarta Hujan Malam Hari, Banjir Rob di Pesisir Jateng

1 hari lalu

Ilustrasi - Pejalan kaki menggunakan payung untuk berlindung dari hujan saat melintas di pedestrian MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 5 Desember 2023. (ANTARA FOTO/M RIEZKO BIMA ELKO PRASETYO)
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Hujan Ringan Hingga Lebat, Jakarta Hujan Malam Hari, Banjir Rob di Pesisir Jateng

BMKG memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.


Idul Adha, Sapi Kurban Bantuan Presiden Jokowi dan Sultan HB X Mulai Didistribusikan di Yogyakarta

1 hari lalu

Sapi bantuan Presiden Jokowi dan Gubernur serta Wakil Gubernur DIY mulai didistribusikan di Yogyakarta jelang Idul Adha. Dok.istimewa
Idul Adha, Sapi Kurban Bantuan Presiden Jokowi dan Sultan HB X Mulai Didistribusikan di Yogyakarta

Sapi pemberian Presiden diserahkan untuk kurban di Masjid Al-Huda, Pringtali, Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.


Proyek Beach Club Gunungkidul Ditentang, Pemda : Desain Wisata Yogya Junjung Budaya

1 hari lalu

Rencana Beach Club yang awalnya melibatkan Raffi Ahmad di Gunungkidul, DI Yogyakarta. Dok. Instagram
Proyek Beach Club Gunungkidul Ditentang, Pemda : Desain Wisata Yogya Junjung Budaya

Walhi menilai rencana pembangunan beach club ini berpotensi merusak kawasan karst Gunungkidul.


Jutaan Umat Islam Memulai Ibadah Haji Dibayangi Genosida di Gaza

1 hari lalu

Pemandangan Masjidil Haram dari udara, saat umat Muslim menjalankan ibadah haji tahunan, di Mekah, Arab Saudi, 11 Juni 2024. REUTERS/Saleh Salem
Jutaan Umat Islam Memulai Ibadah Haji Dibayangi Genosida di Gaza

Ibadah haji kali ini dibayangi serangan brutal Israel terhadap warga Palestina di Gaza dan suhu panas yang melelahkan.


BMKG: Kapal Nelayan dan Tongkang Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan

1 hari lalu

Ilustrasi kapal nelayan. TEMPO/Iqbal Lubis
BMKG: Kapal Nelayan dan Tongkang Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan

BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada Jumat dan Sabtu, 14-15 Juni 2024.


Alasan Koalisi Gunungkidul Melawan Proyek Resort dan Beach Club Raffi Ahmad Dkk

1 hari lalu

Lokasi proyek pembangunan resort dan beach club di kawasan bentang alam karst Gunungkidul dan Gunung Sewu, pada Jumat, 14 Juni 2024. Proyek ini diungkap oleh Raffi Ahmad di media sosial. Sumber: Koalisi Gunungkidul Melawan.
Alasan Koalisi Gunungkidul Melawan Proyek Resort dan Beach Club Raffi Ahmad Dkk

Koalisi Gunungkidul Melawan menyatakan masih menunggu realisasi dari janji Raffi Ahmad mundur dari proyek resort dan beach club Bekizart.