Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Marak Aksi Boikot, Starbucks Indonesia Sebut Toko Lebih Sepi dan Mitra Terdampak

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Logo Starbucks. Foto: Antara/Dok. Starbucks
Logo Starbucks. Foto: Antara/Dok. Starbucks
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Starbucks menjadi salah satu merek yang paling kena dampak kampanye boikot produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel. Di Indonesia, sejumlah gerai Starbucks yang sering menjadi tempat berkumpul atau bekerja itu terlihat lebih sepi daripada sebelum konflik Israel – Palestina.

Penurunan pengunjung ini semakin terasa setelah beberapa bulan kampanye boikot ini berjalan. Anthony McEvoy, Pimpinan PT Sari Cofee Indonesia, perusahaan pemegang lisensi Starbucks di Indonesia, mengatakan bahwa jumlah pengunjung toko mereka lebih sedikit di sejumlah daerah.

“Dampak langsung ke toko sangat jelas, pengunjung di toko kami lebih sedikit. Orang-orang merasa perlu menjauh, karena entah mereka merasakan tekanan sosial atau tekanan lainnya,” kata Anthony yang ditemui pekan lalu.

Namun, dampak yang terjadi berbeda-beda di setiap daerah. Hanya saja dia memperkirakan penurunan bisnis akibat aksi boikot ini rata-rata mencapai 30 persen.

Dampak ini tidak hanya dirasakan langsung oleh perusahaan, tetapi  juga mitra. “Anda tahu, kami memiliki 6.000 mitra di Indonesia, dan mereka terkena dampaknya setiap hari dan kami perlu melindungi mereka,” kata McEvoy yang mengaku satu-satunya bule di Starbucks Indonesia. Kata dia, itu belum termasuk 50 ribu petani kopi di Indonesia yang produknya dibeli Starbucks untuk diekspor.

Awal mula aksi boikot

Kampanye boikot ini berlangsung setelah manajemen Starbucks global menggugat Starbucks Workers United, yang menyatakan solidaritas terhadap warga Palestina pada awal Oktober 2023. Namun, kata McEvoy, serikat itu berdiri sendiri dengan keyakinan dan aspirasi politiknya sendiri.

“Tapi mereka seolah merepresentasikan Starbucks dengan menggunakan brand, logo, dan nama untuk mendukung sesuatu, itu yang menyebabkan boikot dan kekerasan di beberapa toko, yang berdampak pada mitra, dan Starbucks menggugat mereka untuk berhenti menggunakannya,” kata Anthony.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Gugatan tersebut ternyata dianggap sebagai bentuk dukungan Starbucks terhadap Israel. Namun, Anthony membatahnya. Kata dia, sebagai merek, Starbucks tidak memiliki bisnis atau investasi di Israel, juga sumbangan atau kolaborasi apa pun.

“Kami punya toko di Mesir, kami punya toko di Yordania, kami punya toko di Saudi, kami punya toko di UAE dan di seluruh region itu, tapi tak ada satu pun di Israel,” kata dia.

Puluhan tahun sebelumnya, merek kopi ini sempat membuka beberapa gerainya di negara tersebut tetapi tak berjalan lama. “Pernah ada beberapa store tapi tutup pada 2023, itu tidak berjalan baik. Saya tidak tahu alasan tepatnya. Akhirnya keluar, jadi itu 21 tahun lalu,” kata dia.

Kampanye boikot ini berdampak secara global. Namun, dampak paling besar dirasakan oleh Starbucks Malaysia dan negara-negara di Timur Tengah, selain Indonesia. 

Boikot terhadap merek-merek global yang dianggap terafiliasi dengan Israel tidak hanya dialami oleh Starbucks. Waralaba lain di Indonesia yang paling merasakan dampak boikot ini adalah McDonalds. Di Indonesia, lisensi merek gerai makanan cepat saji ini dipegang oleh PT Rekso Nasional Food. Perusahaan itu merespons boikot dengan  berbagai program, salah satunya donasi untuk warga Gaza, Palestina. 

Pilihan Editor: Masih Kena Boikot, Starbucks Tegaskan Tidak Dukung Israel

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gaduh Boikot Produk Israel, PHRI Minta Pemerintah Klarifikasi dan Dialog dengan Masyarakat

1 hari lalu

Gerai Starbucks di Jakarta, Minggu, 12 November 2023. Di samping itu, MUI baru saja mengeluarkan fatwa haram untuk sejumlah produk dari perusahaan yang terafiliasi dengan Israel. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Gaduh Boikot Produk Israel, PHRI Minta Pemerintah Klarifikasi dan Dialog dengan Masyarakat

PHRI menyatakan berita-berita boikot di berbagai platform media membuat klarifikasi perusahaan yang dituding terafiliasi dengan Israel tenggelam.


Imbas dari All Eyes on Rafah, Begini Israel Bikin Tagar Tandingan

12 hari lalu

Koalisi Masyarakat Sipil melakukan aksi All Eyes On Rafah di seberang Kedutaan Besar Amerika, Jakarta, Jumat 31 Mei 2024. All Eyes On Rafah merupakan gerakan kemanusiaan menyerukan agar banyak orang memusatkan perhatian ke Rafah. Seruan itu gencar digaungkan sebagai bentuk pembelaan dan dukungan masyarakat dunia kepada warga Palestina dan Rafah. TEMPO/Subekti.
Imbas dari All Eyes on Rafah, Begini Israel Bikin Tagar Tandingan

Bagaimana imbas dari aksi all eyes on rafah yang mendunia?


Tren Minuman Kopi Berbasis Susu Masih Jadi Favorit Konsumen Indonesia

15 hari lalu

Ilustrasi pelatihan kopi untuk coffeepreneur dan barista/Indomilk
Tren Minuman Kopi Berbasis Susu Masih Jadi Favorit Konsumen Indonesia

Para coffeepreneur, termasuk barista, diajak menciptakan minuman inspiratif baru favorit anak muda, berbasis kopi dan susu.


Mengenal Yerba Mate, Minuman Kesukaan Lionel Messi dan David Beckham

15 hari lalu

David Beckham minum Yerba Mate. Instagram
Mengenal Yerba Mate, Minuman Kesukaan Lionel Messi dan David Beckham

David Beckham dan Lionel Messi adalah dua orang dari sekian banyak penggemar teh herbal yerba mate. Apa saja khasiatnya?


Inilah 3 Alasan Kopi dan Teh Tidak Dianjurkan Diminum Bersamaan

17 hari lalu

Ilustrasi wanita minum kopi atau teh hangat. Freepik.com/Tirachardz
Inilah 3 Alasan Kopi dan Teh Tidak Dianjurkan Diminum Bersamaan

Berikut tiga alasan kopi dan teh tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan.


Pj Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin Sebut Kopi Asal Sumedang Mendunia Gegara Ini

27 hari lalu

Barista Ryan Wibawa mendemonstrasikan pembuatan kopi di depan Pj Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin di Gedung Sate Bandung, Kamis (16/5/2024). ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Pj Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin Sebut Kopi Asal Sumedang Mendunia Gegara Ini

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin menyebut kopi asal Sumedang mendunia gegara ini. Apa itu?


Healing di Tepian Sungai Selangis, Aroma Bunga Kopi Menyelinap ke Dalam Tenda di Dusun Camp

29 hari lalu

Pengelola objek wisata Riversides Dusun Camp Pagaralam menyiapkan beragam jenis tenda bila ingin bermalam. Destinasi ini bisa dijadikan tempat kemping dan bermain air. TEMPO/Parliza Hendrawan
Healing di Tepian Sungai Selangis, Aroma Bunga Kopi Menyelinap ke Dalam Tenda di Dusun Camp

Menikmati sensasi aroma kopi menyeruak ke dalam cabin serta tenda-tenda kemping yang ada di Riversides Dusun Camp


Kopi Indonesia Raup Transaksi Rp 1,63 Miliar di Hari Pertama Melbourne International Coffee Expo 2024

30 hari lalu

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan petani kopi Papua di Melbourne International Coffee Expo (MICE) 2024 di Melbourne, Australia, pada tanggal 12-14 Mei. ANTARA
Kopi Indonesia Raup Transaksi Rp 1,63 Miliar di Hari Pertama Melbourne International Coffee Expo 2024

Produk kopi Indonesia menarik minat pembeli di Melbourne International Coffee Expo atau MICE 2024. Ditargetkan bisa buka peluang kerja sama


Ingin Menjadi Barista seperti Mikael Jasin Juara Dunia World Barista Championship 2024? Berikut Tipsnya

32 hari lalu

Head of Coffee Kopi Kenangan, Mikael Jasin sedang membuat Guatemala Patenggang di The Mixologist Section, Kenangan Heritage, Senayan City, Jakarta. TEMPO | Rini K
Ingin Menjadi Barista seperti Mikael Jasin Juara Dunia World Barista Championship 2024? Berikut Tipsnya

Mikael Jasin barista pertama asal Indonesia yang meraih gelar World Championship Barista. Ini tips menjadi barista.


Sejumlah Barista Ternama Indonesia, Ada Mikael Jasin Juara Dunia di World Barista Championship 2024

32 hari lalu

Mikael Jasin, juara 1 kategori Indonesia Barista Cup (IBC) dalam ajang Indonesia Coffee Event (ICE) 2019. TEMPO/Bram Setiawan
Sejumlah Barista Ternama Indonesia, Ada Mikael Jasin Juara Dunia di World Barista Championship 2024

Barista Indonesia makin mendapat pengakuan setelah Mikael Jasin berhasil juara World Championship Barista. Ini deretan barista ternama Indonesia.