Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Aturan Membawa Koper Pintar di Citilink, Garuda Indonesia, dan Pelita Air

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Ilustrasi koper di kabin pesawat. Shutterstock
Ilustrasi koper di kabin pesawat. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang penumpang Citilink mengeluh karena koper pintarnya dilarang masuk di kabin pesawat. Pengalaman tersebut dia ungkap dalam unggahan video di media sosial yang akhirnya viral. 

Dalam video yang diunggah pekan lalu di akun @febriansyahputra_24, dia mengatakan bahwa saat ini koper Airwheel tidak boleh masuk kabin padahal dia sudah memakainya 1-2 tahun. "Sekarang Airwheel dilarang masuk kabin, hanya boleh bagasi," kata dia dalam videonya. 

AirWheel merupakan salah satu merek smart luggage atau koper pintar yang banyak dipakai di Indonesia. Koper ini memiliki roda bermotor yang dijalankan oleh baterai dengan kecepatan sekitar 12 kilometer per jam. Jika sedang lelah, penumpang bisa menaikinya saat di bandara. 

Smart luggage masih bisa dibawa ke kabin atau bagasi pesawat. Namun karena menggunakan baterai lithium, maskapai penerbangan menerapkan aturan untuk membawa koper ini ke kabin. 

1. Citilink 

Di laman resmi Citilink, koper pintar masuk kategori portable electronic devices (PED) atau barang elektronik portabel. PED harus mengikuti aturan untuk memastikan bahwa perangkat tersebut tidak menimbulkan bahaya pada sistem pesawat karena radiasi elektromagnetik.

Menurut keterangan, koper pintar dengan non - removeable lithium battery tidak dapat dibawa ke kabin atau bagasi. Koper pintar yang bisa masuk kabin hanya yang memiliki baterai litium yang bisa dilepas-pasang sesuai regulasi International Air Transport Association (IATA).

Jika koper pintar akan masuk bagasi, baterai litium harus dikeluarkan dari bagasi dan baterai litium harus dibawa ke dalam kabin.

"Bagasi yang baterai litiumnya dirancang untuk mengisi daya perangkat lain dan tidak dapat dilepas, dilarang untuk diangkut," demikian tertulis di situs Citilink. 

Setiap penumpang hanya boleh bawa satu smart luggage dan satu baterai cadangan. Selain itu, koper pintar harus berasal dari toko tepercaya. 

2. Garuda Indonesia

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di laman resmi Garuda Indonesia, smart luggage didefinisikan sebagai koper yang memiliki fitur dan perangkat seperti charger USB, hotspot Wi-Fi, GPS, sistem auto locking, dan roda bermotor. Ada dua kategori smart luggage, pertama dengan baterai yang dapat dilepas-pasang dan kedua dengan baterai yang tidak bisa dilepas-pasang. 

"Smart luggage dengan baterai lithium-ion yang tidak dapat dilepas-pasang dapat menimbulkan risiko bahaya kebakaran di ruang kargo atau kabin pesawat. Adapun, Smart luggage dengan baterai yang tidak dapat dilepas-pasang dengan kapasitas baterai tidak lebih dari 0,3 g logam lithium atau tidak melebihi 2,7 Wh ion lithium, diperbolehkan sebagai bagasi terdaftar atau bagasi kabin dan pastikan Smart Luggage sudah dalam keadaan OFF," demikian tertulis di situs tersebut.

Namun, jika kapasitas baterai lebih dari 0,3 g logam litium atau lebih dari 2,7 Wh ion litium, koper tersebut tidak dapat masuk kabin atau bagasi. 

Smart luggage dengan baterai yang bisa dilepas-pasang dapat dibawa ke dalam kabin pesawat sebagai bagasi kabin. Baterai tidak perlu dikeluarkan, tapi harus dalam keadaan off saat dibawa ke dalam kabin pesawat. 

Jika penumpang ingin membawa smart luggage dengan baterai bisa dilepas-pasang sebagai bagasi tercatat, baterai harus dilepas dari koper dan dibawa bersama penumpang pada proses check-in dan selama berada di dalam pesawat. 

3. Pelita Air 

Dalam unggahan akun Instagram resmi Pelita Air, aturan yang disebutkan mirip dengan maskapai lain. Untuk bagasi kabin, sayaratnya antara lain koper dengan baterai non-removable jenis litium metal maksimal 0,3 gram dan litiom ion maksimal 2,7 Wh. Baterai removabel boleh dalam keadaan terpasang ataupun dilepas. Terakhir, smart luggage harus dalam keadaan mati atau non-aktif. Tapi jika ingin masuk bagasi, baterai harus dilepaskan dan dibawa oleh penumpang selama dalam pesawat. 

Adapun koper pintar dengan baterai litium metal lebih dari 0,3 g dan litium ion lebih dari 2,7 Wh dilarang masuk pesawat, baik di kabin atau bagasi. 

Pilihan Editor: Diduga Curi Barang di Bagasi Senilai Rp34 Miliar, Petugas Bandara di Spanyol Ditahan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sidang Korupsi Pesawat Garuda, Emirsyah Satar Cerita Awal Mula Kenal Dirut PT MRA Soetikno Soedarjo

1 hari lalu

Terdakwa mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, mengikuti sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 6 Juni 2024. Sidang ini dengan agenda pemeriksaan keterangan saksi ahli mantan auditor BPKP, Suswinarno, yang dihadirkan oleh terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan pesawat CRJ-1000 dan ATR 72-600 di PT. Garuda Indonesia, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.9,37 triliun.  TEMPO/Imam Sukamto
Sidang Korupsi Pesawat Garuda, Emirsyah Satar Cerita Awal Mula Kenal Dirut PT MRA Soetikno Soedarjo

Emirsyah Satar bercerita awal mula perkenalannya dengan Dirut PT Mukti Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo. Dalam pusaran korupsi Garuda Indonesia.


Korupsi Garuda: Soetikno Soedarjo Mengaku Berikan Fee 1,2 Juta Euro ke Emirsyah Satar

1 hari lalu

Terdakwa mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, mengikuti sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 6 Juni 2024. Sidang ini dengan agenda pemeriksaan keterangan saksi ahli mantan auditor BPKP, Suswinarno, yang dihadirkan oleh terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan pesawat CRJ-1000 dan ATR 72-600 di PT. Garuda Indonesia, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.9,37 triliun. TEMPO/Imam Sukamto
Korupsi Garuda: Soetikno Soedarjo Mengaku Berikan Fee 1,2 Juta Euro ke Emirsyah Satar

Pendiri PT Mukti Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo, mengaku memberikan fee 1,2 juta euro kepada Dirut Garuda Indonesia 2005-2014, Emirsyah Satar


Emirsyah Satar Mengaku Tiga Kali Tolak Tawaran Jadi Dirut Garuda Indonesia

1 hari lalu

Terdakwa mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, mengikuti sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 6 Juni 2024. Sidang ini dengan agenda pemeriksaan keterangan saksi ahli mantan auditor BPKP, Suswinarno, yang dihadirkan oleh terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan pesawat CRJ-1000 dan ATR 72-600 di PT. Garuda Indonesia, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.9,37 triliun.  TEMPO/Imam Sukamto
Emirsyah Satar Mengaku Tiga Kali Tolak Tawaran Jadi Dirut Garuda Indonesia

Emirsyah Satar mengaku diminta menjadi Dirut Garuda Indonesia karena keuangan maskapai tersebut pada 2003 kritis


Korupsi Garuda Indonesia: Emirsyah Satar Ungkap Alasan Serahkan Dokumen Fleet Plan ke Airbus Group

1 hari lalu

Terdakwa mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, mengikuti sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 6 Juni 2024. Sidang ini dengan agenda pemeriksaan keterangan saksi ahli mantan auditor BPKP, Suswinarno, yang dihadirkan oleh terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan pesawat CRJ-1000 dan ATR 72-600 di PT. Garuda Indonesia, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.9,37 triliun.  TEMPO/Imam Sukamto
Korupsi Garuda Indonesia: Emirsyah Satar Ungkap Alasan Serahkan Dokumen Fleet Plan ke Airbus Group

Bekas Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, menjadi terdakwa korupsi pengadaan pesawat Bombardier CRJ-100 dan ATR-72600.


Garuda Indonesia Buka Peluang Tambah Frekuensi Penerbangan Jelang Libur Panjang Idul Adha

2 hari lalu

Ilustrasi Garuda Indonesia. Dok. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
Garuda Indonesia Buka Peluang Tambah Frekuensi Penerbangan Jelang Libur Panjang Idul Adha

Garuda Indonesia membuka peluang penambahan frekuensi penerbangan menjelang Idul Adha 2024.


Ruang di Atas Kursi Pesawat Penuh, Di Mana Menyimpan Koper atau Tas Jinjing?

5 hari lalu

Ilustrasi penumpang pesawat terbang. Unsplash.com/Mohammad Arrahmanur
Ruang di Atas Kursi Pesawat Penuh, Di Mana Menyimpan Koper atau Tas Jinjing?

Pramugari menjelaskan pengaturan menyimpan koper di ruang di atas kursi pesawat


Mengenal Unit Lost and Found untuk Mencari Barang Hilang di Bandara atau Penerbangan

6 hari lalu

Ilustrasi conveyor belt koper. Dok. Freepik
Mengenal Unit Lost and Found untuk Mencari Barang Hilang di Bandara atau Penerbangan

Saat barang hilang atau tertinggal di bandara atau dalam penerbangan, tidak perlu khawatir karena ada unit Lost and Found. Apa tugas unit ini?


Perlukah Wrapping Koper Agar Lebih Aman?

6 hari lalu

Ilustrasi bepergian dengan koper. Shutterstock
Perlukah Wrapping Koper Agar Lebih Aman?

Biasanya wrapping koper ditawarkan di terminal penerbangan internasional


Garuda Indonesia dan SmartRyde Sediakan Layanan Antar Jemput Ekslusif

8 hari lalu

Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800 NG dengan tema Pikachu Pokemon. garuda-indonesia.com
Garuda Indonesia dan SmartRyde Sediakan Layanan Antar Jemput Ekslusif

Garuda Indonesia menggandeng jasa transportasi airport transfer SmartRyde, Inc. menghadirkan layanan antar jemput eksklusif penumpang di bandara


Tidak Lagi Disarankan Pakai Pita sebagai Penanda Koper, Berikut Alternatif lainnya

9 hari lalu

Ilustrasi conveyor belt koper. Dok. Freepik
Tidak Lagi Disarankan Pakai Pita sebagai Penanda Koper, Berikut Alternatif lainnya

Cara menandai koper di bagasi agar tidak tertukar ternyata tak disarankan. Apa alasannya? Apa alternatif aman penanda lainnya?