Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Keindahan Kampung Halaman Des Alwi, Anak Angkat Bung Hatta dan Sutan Sjahrir dari Banda Neira

image-gnews
Ada banyak tempat wisata Banda Neira yang wajib dikunjungi. Anda bisa melakukan diving hingga wisata sejarah. Foto: Flickr
Ada banyak tempat wisata Banda Neira yang wajib dikunjungi. Anda bisa melakukan diving hingga wisata sejarah. Foto: Flickr
Iklan

TEMPO.CO, JakartaBanda Neira terkenal akan pesona alamnya yang masih asri dan terjaga dengan baik. Banda Neira merupakan salah satu pulau di Kepulauan Banda, dan merupakan pusat administratif  Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Dilansir dari BPKP Maluku, secara administratif, Banda Neira terbagi dalam 6 desa, yakni Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali, dan Tanah Rata. Di Indonesia, Banda Neira juga dikenal sebagai daerah asal tokoh berpengaruh, Des Alwi yang dulunya merupakan anak angkat dari Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir saat diasingkan di pulau tersebut. 

Banda Neira memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Tanahnya yang subur menghasilkan berbagai rempah sejak ratusan tahun yang silam. Sedangkan, keindahan alamnnya mampu memukau para wisatawan, terutama para pencinta alam bawah laut. Keindahan dan kekayaan hayati bawah laut Banda Neira merupaan salah satu yang terbaik di dunia.

Banda Neira dulunya menjadi pusat perdagangan pala dan fuli dunia, karena Kepulauan Banda merupakan satu-satunya sumber rempah-rempah yang bernilai tinggi hingga pertengahan abad ke-19. Kota modernnya didirikan oleh anggota VOC yang membantai penduduk Banda untuk mendapatkan palanya pada tahun 1621 dan membawa yang tersisa ke Batavia untuk dijadikan budak. 

Banda Neira bukan sekadar perkampungan biasa yang terletak di Pulau Banda, Maluku. Namun, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di sini, mulai dari wisata budaya hingga wisata alam. Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi destinasi wisata sejarah sekaligus budaya dengan berlibur ke Benteng Belgica, Benteng Nassau, Istana Mini, dan bangunan-bangunan kolonial di Banda Neira.

Hal tersebut karena pulau ini dulunya menjadi basis pertahanan tentara VOC, sehingga saat bepergian ke sana, Anda akan banyak menemui gaya bangunan khas Belanda. Simak deretan destinasi wisata di Banda Neira berikut.

1. Gunung Api Banda

Gunung Api Banda terletak di Laut Banda, lautan terdalam di Indonesia. Pulau Gunung Api Banda sebagai salah satu pulau di Kepulauan Laut Banda ini mempunyai ketinggian 0-656 meter dari permukaan laut. Secara administratif pemerintahan Taman Wisata Alam ini termasuk ke dalam Kecamatan Banda, Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tengah.

Dilansir dari laman BKSDA Maluku, berbagai jenis flora termasuk pohon Pala (Myristica fragrans), tertua di Indonesia, Anggrek dan flora lain sebagai hasil suksesi alami. Beberapa jenis fauna khas antara lain Kus-kus (Phalanger orientalis), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), dan Lumba-lumba (Dolphinidae) yang dilindungi Undang-undang. Jika Anda akan berkunjung ke sana, menggunakan kapal PELNI dengan lama perjalanan 16 jam atau dapat menggunakan pesawat udara dengan jadwal 1 kali seminggu.

2. Pulau Sjahrir 

Pulau Pisang merupakan salah satu pulau yang berada di gugusan Kepulauan Banda dan berpenghuni di Maluku. Pulau Pisang hanya memiliki sekitar 50 orang penduduk, satu perkebunan pala dan satu perkebunan kelapa. Nama lain dari pulau ini yakni Pulau Sjahrir, karena pada zaman dahulu Sutan Sjahrir sering mengunjungi pulau ini dan menjadi lokasi favoritnya. 

Salah satu spot terkenal di pulau ini yakni Tanjung Pisang atau dikenal juga dengan Tanjung Serang. Tanjung Pisang layak untuk diselami oleh para pecinta diving. Batas kedalaman maksimum penyelaman di lokasi ini yakni sekitar 25 meter dengan kedalaman rata-rata 8 meter. Tanjung Seram memiliki arus lemah sampai sedang searah pantai dan suhu perairan mulai dari 26°C hingga 29°C.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

3. Benteng Belgica

Benteng Belgica meruupakan benteng VOC yang dibangun di atas sebuah bukit dan ditempuh hanya 10 menit berjalan kaki dari Delfica Guest House. Benteng ini berada di sebelah barat daya Pulau Neira dan terletak pada ketinggian 30 meter dari permukaan laut. Posisinya yang strategis, membuat Anda bisa melihat ke segala penjuru pulau. Dahulu, keberadaan Benteng Belgica memudahkan VOC mengawasi kapal-kapal yang keluar masuk Banda.

Dilansir dari Indonesia Travel, Benteng Belgica adalah salah satu benteng Eropa terbesar yang tersisa di Indonesia dan masih memiliki pesona menawan bagi para wisatawan. Rumah-rumah mewah, dan tua sejak masa perkebunan Belanda masih ada, beberapa di antaranya telah direnovasi. Jika dilihat dari atas, benteng ini menyerupai Pentagon di Amerika Serikat. Benteng ini sebelumnya digunakan untuk menampung pemberontakan penduduk setempat yang menentang monopoli perdagangan pala.Kini benteng ini menjadi peninggalan bersejarah dari era kolonial.

4. Rumah Pengasingan Bung Hatta

Dikutip dari laman Kebudayaan Kemdikbud, Rumah Bung Hatta berada di samping penjara atau lapas Banda Neira, tidak jauh dari benteng Belgica dan Nassau. Rumah Hatta terdiri dari tiga bangunan yakni bangunan utama, bangunan belakang dan bangunan samping. Semuanya menggunakan atap seng, bangunan utama atap bertipe perisai dan dua bangunan lain menggunakan tipe pelana. 

Plafon menggunakan papan kayu sedangkan lantainya  menggunakan bahan terakota. Bangunan utama terdiri dari lima ruangan dan dua teras, di depan dan di belakang. Di teras depan terdapat tangga masuk berbentuk seperempat lingkaran di samping kanan-kiri teras. Berpagar menggunakan kayu dengan tinggi 90 cm. Terdapat pintu samping di sebelah kanan dari teras depan. Pada bangunan utama ini dulu digunakan oleh Bung Hatta untuk kegiatan sehari-hari seperti menemui tamu-tamu beliau, menulis, membaca buku, tidur, dan kegiatan lainnya.

5. Rumah Budaya Banda Neira

Rumah ini memamerkan berbagai catatan sejarah dan artefak tentang Banda Neira selama masa era kolonial mulai dari furnitur, lukisan, meriam, dan banyak benda bersejarah lainnya yang menarik. Salah satu hal yang menarik perhatian pecinta sejarah adalah lukisan raksasa tentang pembantaian tokoh-tokoh terkenal di Banda selama pendudukan Belanda pada tahun 1621. Pengunjung akan dibawa ke kehidupan penduduk asli pada masa itu.

Pilihan Editor: 9 Tempat Wisata di banda Neira dengan Pemandangan Menawan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ahli Waris Bung Hatta Tuding Staf Khusus Menkeu Bajak Buku, akan Tuntut Secara Hukum?

11 hari lalu

Yustinus Prastowo, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis dalam diskusi Ngobrol @Tempo bertajuk
Ahli Waris Bung Hatta Tuding Staf Khusus Menkeu Bajak Buku, akan Tuntut Secara Hukum?

Staf khusus Menkeu, Yustinus Prastowo tak sangka mendigitalisasi buku Bung Hatta dituding membajak karya


Dituding Membajak Karya Bung Hatta, Stafsus Sri Mulyani Minta Maaf dan Hapus Unggahan Buku Digital

11 hari lalu

Juru Bicara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Yustinus Prastowo, saat ditemui di acara Indonesia Digital Summit 2023 di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, pada Selasa, 28 November 2023. TEMPO/ Moh Khory Alfarizi
Dituding Membajak Karya Bung Hatta, Stafsus Sri Mulyani Minta Maaf dan Hapus Unggahan Buku Digital

Unggahan Yustinus Prastowo soal digitalisasi buku karya Bung Hatta berjudul Ajaran Marx atau Kepintaran Sang Murid Membeo? mendapat teguran.


Bukan Bata, Ini Kisah Pilu Bung Hatta Gagal Dapatkan Sepatu Merek Ini hingga Meninggal

46 hari lalu

Bung Hatta atau Mohammad Hatta. Wikipedia
Bukan Bata, Ini Kisah Pilu Bung Hatta Gagal Dapatkan Sepatu Merek Ini hingga Meninggal

Bung Hatta sejak lama mengidamkan sepatu merek Bally. Namun, keinginannya tersebut tidak pernah terealisasi sampai ia meninggal.


Gempa Tektonik M5,0 Guncang Laut Banda Pagi Tadi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

16 April 2024

Peta pusat gempa tektonik M5,0 di Laut Banda, Alor, NTT, Selasa pagi 16 April 2024.  Istimewa
Gempa Tektonik M5,0 Guncang Laut Banda Pagi Tadi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa tektonik berkekuatan M5,0 mengguncang dari wilayah Laut Banda pada Selasa pagi, 16 April 2024, sekitar pukul 10.07.15 WIB.


Sidang Penghinaan Jokowi, JJ Rizal Sebut Rocky Gerung Jalankan Fungsi Intelektual

6 Maret 2024

Sejarawan JJ Rizal mendatangi orang tua siswa dan tim kuasa hukum yang menolak penggusuran SDN Pondok Cina 1 di Jalan Margonda, Kecamatan Beji, Depok, Rabu, 3 Januari 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Sidang Penghinaan Jokowi, JJ Rizal Sebut Rocky Gerung Jalankan Fungsi Intelektual

Dalam sidang Rocky Gerung, JJ Rizal mengulas sejarah saat Bung Hatta menggunakan kata-kata kasar dalam tulisannya di Koran Daulat Ra'jat


Isi Lengkap Dialog Imajiner Anies Baswedan kepada Bung Hatta yang Viral

27 Februari 2024

Anies Baswedan menatap lukisan Mohammad Hatta, 2 November 2023. Instagram/Anies Baswedan
Isi Lengkap Dialog Imajiner Anies Baswedan kepada Bung Hatta yang Viral

Belakangan video Anies Baswedan saat melakukan dialog imajiner dengan Wakil Presiden Pertama RI Mohammad Hatta alias Bung Hatta viral.


Guru Besar dan Sivitas Akademika Ramai Kritik Jokowi, Mengingatkan Pesan Bung Hatta untuk Kaum Intelegensia

9 Februari 2024

Bung Hatta atau Mohammad Hatta. Wikipedia
Guru Besar dan Sivitas Akademika Ramai Kritik Jokowi, Mengingatkan Pesan Bung Hatta untuk Kaum Intelegensia

Guru besar dan sivitas akademika terus kritik Jokowi. Bung Hatta pernah ingatkan kaum intelegensi turut membangun Indonesia yang adil dan makmur.


Sikapi Situasi Pilpres 2024, Masyarakat Antropologi Indonesia Ungkap 10 Poin Keprihatinan

9 Februari 2024

Di Rumah Bung Hatta, Masyarakat Antropologi Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI), Forum Kajian Antropologi (FKAI), Asosiasi Dapartemen dan Jurusan Antropologi Seluruh Indonesia (ADJASI) dan Jaringan Kekerabatan Antropologi Indonesia (JKAI) menyerukan keprihatinan atas situasi dan kondisi negara Indonesia saat ini. Jumat, 9 Febuari 2024. TEMPO/Yuni Rahmawati
Sikapi Situasi Pilpres 2024, Masyarakat Antropologi Indonesia Ungkap 10 Poin Keprihatinan

Masyarakat Antropologi Indonesia menyerukan 10 poin keprihatinan atas kondisi negara sepanjang masa Pilpres 2024 ini.


Kisah Unik Jam Gadang, Ikon Megah Bukittinggi Era Ratu Belanda Wilhelmina

19 Januari 2024

Wisatawan memadati objek wisata Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat, Ahad, 3 November 2019. Menara ini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. TEMPO/M Taufan Rengganis
Kisah Unik Jam Gadang, Ikon Megah Bukittinggi Era Ratu Belanda Wilhelmina

Salah satu monumen bersejarah di Indonesia adalah Jam Gadang yang terletak di Bukittinggi, Sumatera Barat. Berikut beberapa kisah uniknya.


Laut Banda Kembali Diguncang Gempa Menengah, Tidak Berpotensi Tsunami

6 Januari 2024

Gempa tektonik dengan parameter update magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Maluku Barat Daya, Maluku, pada Sabtu, 6 Januari 2024 pukul 05.26.14 WIB. (BMKG)
Laut Banda Kembali Diguncang Gempa Menengah, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda.