Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Fenomena Antigravitasi di Hoover Dam Nevada Menarik Wisatawan, Ini Faktanya

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Hoover Dam, Nevada, Amerika Serikat (Pixabay)
Hoover Dam, Nevada, Amerika Serikat (Pixabay)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Bendungan Hoover atau Hoover Dam menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan Nevada, Amerika Serikat. Rata-rata 10 juta wisatawan berkunjung ke tempat ini dalam setahun. Apa sih istimewanya bendungan ini? 

Hoover Dam dibangun di atas Sungai Colorado di atas Black Canyon antara 1931 dan 1936. Banyak orang datang ke bendungan ini untuk menguji fenomena yang banyak dibicarakan, antigravitasi. Disebutkan bahwa gaya gravitasi berhenti bekerja di Hoover Dam, seperti di luar angkasa. Bahkan ada rekaman dan kesaksian pengunjung yang menyatakan hal yang sama.

Pengunjung biasanya mengujinya dengan melemparkan sesuatu ke dinding bendungan, tapi benda itu tidak jatuh melainkan mulai mengapung. Banyak juga orang datang ke sini membawa botol air, menuangkan air dari sisi bendungan. Alih-alih jatuh, aliran air malah naik, membuat orang kaget. Sepertinya gravitasi tidak bekerja di sini.

Berusia hampir satu abad

Hoover adalah bendungan gravitasi lengkung beton dan dibangun hampir satu abad yang lalu. Bendungan berbentuk busur ini diyakini sebagai keajaiban arsitektur. Panjangnya 2.334 kilometer dan ketinggiannya mencapai 726 kaki (sekitar 221 meter).

Lebih dari 5.000.000 barel semen dibutuhkan untuk membangun bendungan tersebut. Sebanyak 3,25 juta meter kubik beton digunakan untuk bendungan itu sendiri, ditambah 1,11 juta meter kubik lagi untuk pembangkit listrik dan fasilitas tambahan. Jumlah beton ini akan cukup untuk membangun jalan sepanjang 3.000 mil, dari ujung ke ujung Amerika Serikat. 

Karena balok betonnya sangat besar, balok-balok tersebut didinginkan menggunakan lemari es terbesar di dunia untuk mempercepat prosesnya. Jika tidak, mungkin diperlukan waktu bertahun-tahun. Selama 14 tahun pertama setelah dibangun, struktur tersebut disebut Bendungan Boulder.

Alasan terkesan antigravitasi

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Anggapan bahwa gravitasi tidak berfungsi di sini tidak benar. Konstruksinya menyerupai elemen yang digunakan oleh orang Romawi dan dibangun dengan sangat kuat sehingga diperkirakan akan tetap kuat setidaknya selama 10.000 tahun.

Fenomena di balik hal-hal aneh, terutama air yang tidak jatuh di sini, terletak pada desain bendungan yang berbentuk busur, sehingga menyebabkan air melonjak ke atas, bukan jatuh ke bawah. Kecepatan angin yang kencang di sini menyebabkan air mengapung ke atas. Ini menjadi tontonan yang sangat menarik disaksikan meskipun semua klaim bahwa Hoover Dam anti-gravitasi adalah salah.

TIMES OF INDIA | DAILY MAIL

Pilihan Editor: Inilah Kapel Ikonik Tempat Jennifer Lopez dan Ben Affleck Menikah di Las Vegas

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Airbnb Ajak Penggemar Inside Out 2 Menjelajahi Ruang Emosi Riley

8 hari lalu

Airbnb bertema Inside Out 2. Foto: Ryan Lowry
Airbnb Ajak Penggemar Inside Out 2 Menjelajahi Ruang Emosi Riley

Penggemar Inside Out 2 dapat merasakan hunian Airbnb yang terinspirasi Markas Utama Riley


Hutama Karya: PSN Bendungan hingga Jalan Tol Ditargetkan Rampung hingga Akhir 2024

16 hari lalu

Setelah empat bulan gratis, Hutama Karya dan Humawas akan menetapkan tarif Jalan Tol Tebingtinggi- Indrapura-Limapuluh. Foto: Istimewa
Hutama Karya: PSN Bendungan hingga Jalan Tol Ditargetkan Rampung hingga Akhir 2024

Untuk memastikan proyek-proyek tersebut rampung tepat waktu, Hutama Karya melakukan sejumlah strategi percepatan.


Dari UKT Kampus Negeri sampai Walhi Kritik Pidato Jokowi di Top 3 Tekno

33 hari lalu

Mahasiwa Universitas Riau (Unri) kenakan almamater biru laut lakukan aksi unjuk rasa mengenai uang kuliah tunggal atau UKT dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) di depan Gedung Rektorat Unri pada Selasa, 14 Mei 2024. Foto: Karunia Putri / TEMPO
Dari UKT Kampus Negeri sampai Walhi Kritik Pidato Jokowi di Top 3 Tekno

Top 3 Tekno Berita Terkini pada Rabu pagi ini, 22 Mei 2024, dipuncaki berita terpopuler kemarin yang isinya antara lain tentang UKT melambung.


Jokowi Pidato Soal Infrastruktur dan Pengelolaan Air dalam World Water Forum, Walhi: Tak Menyelesaikan Krisis

34 hari lalu

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sambutannya pada jamuan makan malam penyambutan Forum Air Dunia ke-10 atau 10th World Water Forum di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana di Bali, Indonesia, pada Minggu malam (19 Mei 2024). ANTARA/Andi Firdaus
Jokowi Pidato Soal Infrastruktur dan Pengelolaan Air dalam World Water Forum, Walhi: Tak Menyelesaikan Krisis

Walh mengkritik keras pidato Presiden Jokowi dalam Water World Forum ke-10. Program infrastruktur dan pengelolaan air dianggap masih bermasalah.


5 Hal tentang Konawe, Kunjungan Jokowi, Bendungan, hingga Banjir

40 hari lalu

Foto udara Bendungan Ameroro di Kecamatan Uepai, Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa 14 Mei 2024. Presiden Joko Widodo telah meresmikan pengunaan Bendungan yang mampu mengairi areal persawahan lebih 3.363 hektare dan mampu mereduksi banjir di wilayah Konawe sebesar 443 meter kubik per detik serta memiliki kapasitas tampung sebesar 88 juta meter kubik dengan luas genangan sebesar 376 hektare dengan potensi listrik 1,3 MW. ANTARA FOTO/Jojon
5 Hal tentang Konawe, Kunjungan Jokowi, Bendungan, hingga Banjir

Jokowi meresmikan Bendungan Ameroro di Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe


Intip Bendungan Ameroro di Sultra yang Akan Diresmikan Jokowi Hari Ini

41 hari lalu

Bendungan Ameroro di Desa Tamesandi, Kec. Uepai. Kab. Konawe, Sulawesi Tenggara yang  digarap melalui kerja sama operasi (KSO) PT Hutama Karya (Persero) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Dok: Hutama Karya
Intip Bendungan Ameroro di Sultra yang Akan Diresmikan Jokowi Hari Ini

Presiden Jokowi akan meresmikan Bendungan Ameroro di Kabupaten Konawe, Sultra. Berikut profil bendungan tersebut.


Bertolak ke Sultra, Jokowi Bakal Resmikan Jalan hingga Bendungan

43 hari lalu

Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersepeda di hari bebas kendaraan bermotor alias car free day (CFD) kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Ahad, 12 Mei 2024. Selain bersepeda, Jokowi juga menyapa serta menerima ajakan berswafoto masyarakat. Foto: Sekretariat Presiden
Bertolak ke Sultra, Jokowi Bakal Resmikan Jalan hingga Bendungan

Jokowi dan rombongan direncanakan mendarat di Pangkalan TNI Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan pada Ahad sore.


Cerita Pekerja Harian di Bendungan Sepaku Semoi IKN: Dibayar Rp 135 Ribu per Hari, Senang Melihat Kunjungan Menteri

44 hari lalu

Potret Bendungan Sepaku Semoi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Senin, 6 Mei 2024. Bendungan Sepaku Semoi akan menyuplai air baku untuk Ibu Kota Nusantara (IKN). TEMPO/Riri Rahayu.
Cerita Pekerja Harian di Bendungan Sepaku Semoi IKN: Dibayar Rp 135 Ribu per Hari, Senang Melihat Kunjungan Menteri

Sugianto, 30 tahun, sudah tiga tahun bekerja di proyek Bendungan Sepaku Semoi IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.


Indonesia Pamer Infrastruktur Hijau Dalam World Water Forum ke-10, Proyek Apa yang Menonjol?

50 hari lalu

Bendungan Randugunting di Blora, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Kementerian PUPR
Indonesia Pamer Infrastruktur Hijau Dalam World Water Forum ke-10, Proyek Apa yang Menonjol?

Berbagai konsep dan realisasi infrastruktur energi hijau milik Pemerintah Indonesia bakal menampang di World Water Forum ke-10 di Bali.


Banjir Rendam Selatan Brasil, 39 Orang Tewas dan 68 Lainnya Hilang

51 hari lalu

Foto udara menunjukkan area yang terkena dampak banjir di Lajeado, negara bagian Rio Grande do Sul, Brasil, 3 Mei 2024. Jeff Botega/Agencia RBS via REUTERS
Banjir Rendam Selatan Brasil, 39 Orang Tewas dan 68 Lainnya Hilang

Sebanyak 39 orang tewas dan 68 lainnya belum ditemukan akibat hujan lebat dan banjir yang melanda Rio Grande do Sul, Brasil.