Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

4 Tips Menghindari Kutu Busuk Saat Bepergian

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

image-gnews
Kutu busuk terlihat di lapisan tempat tidur sofa, di L'Hay-les-Roses, dekat Paris, Prancis, 29 September 2023. REUTERS/Stephanie Lecocq
Kutu busuk terlihat di lapisan tempat tidur sofa, di L'Hay-les-Roses, dekat Paris, Prancis, 29 September 2023. REUTERS/Stephanie Lecocq
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Penyebaran kutu busuk di Paris membuat takut beberapa wisatawan. Bahkan mereka mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka ke Eropa. 

Namun menurut ahli entomologi dan profesor di University of California, Riverside, Chow Yang Lee, hal tersebut bukan sesuatu yang harus terlalu dikhawatirkan. Menurut dia kutu busuk tetap ada di sana dan akan terus berada di sana. "Tapi sebagai turis, harus sangat berhati-hati agar tidak membawa makhluk pulang,” ujarnya. 

Selama sekitar 20 tahun terakhir, makhluk kecil penghisap darah ini telah banyak terjadi di Eropa, Australia, dan Amerika. “Mengenai kutu busuk, tidak hanya pergi ke Paris tetapi khususnya bepergian di benua Amerika, Anda selalu berisiko,” kata Lee.

Saat bepergian berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari kutu busuk.

1. Periksa akomodasi 

Menurut Lee, hotel bintang lima tidak menjamin Anda bis bebas dari kutu busuk. Makhluk itu  suka bersembunyi di lapisan sofa dan kasur, serta di celah bingkai tempat tidur, sandaran kepala, dan meja rias.

“Ini bukan hanya jenis hotel tempat Anda menginap.  Beberapa orang berkata, 'Kalau saya menginap di motel, kemungkinan besar akan ada kutu busuk,'” katanya.

Jika Anda bepergian ke Paris, hubungi hotel Anda untuk memeriksa apakah ada kutu busuk di sana. Segera setelah Anda tiba di kamar, tunda untuk membongkar barang bawaan Anda dan periksa apakah ada tanda-tanda kutu busuk, kata Lee.

Tarik seprai dari tempat tidur dan angkat kasur jika Anda bisa, perhatikan apakah ada bintik hitam kecil, yang merupakan kotoran kutu busuk atau kerangka luarnya. Jika Anda menemukan sesuatu, minta untuk pindah kamar. 

2. Melindungi orang rumah

Akan sangat memusingkan jika Anda membawa kutu busuk saat pulang dari perjalanan. "Jadi penting untuk berhati-hati saat kembali," kata Lee.  

Kutu busuk bisa hidup hingga tiga bulan tanpa makan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah meninggalkan barang bawaan Anda di luar rumah.  Segera masukkan semua pakaian Anda, ke dalam kantong sampah dan ikat simpul untuk menutupnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jika Anda punya waktu, keluarkan pakaian dari kantong sampah dan biarkan pakaian tersebut dimasukkan ke dalam pengering dengan suhu panas selama 30 menit untuk membunuh makhluk dan telurnya.

Setelah itu membersihkan barang bawaan Anda sendiri. Jika itu tas ransel, cuci jika bisa. Jika tidak, gunakan steamer pakaian untuk membunuh serangga itu. 

3. Jika terkena kutu busuk

Jika terkena kutu busuk Anda dapat mengetahuinya dari reaksi gigitan kutu busuk. Sayangnya, reaksi setiap orang berbeda-beda, kata Lee.  Beberapa orang akan melihat gigitannya dalam waktu satu jam, dan yang lain tidak akan bereaksi sama sekali.  

Lee menjelaskan reaksi gigitan kutu busuk dapar berupa iritasi kulit hingga pembengkakan. Namun gigitan kutu busuk relatif tidak berbahaya dan tidak menularkan penyakit. 

4. Jika ada kutu busuk di hotel

Menurut salah satu pendiri TravelInsurance.com, Stan Sandberg, segera hubungi manajemen hotel atau tuan rumah penginapan Anda sesegera mungkin. Sebagian besar hotel berpengalaman menangani kutu busuk dan kemungkinan besar sudah menerapkan protokol.

“Jika dikonfirmasi, pihak hotel perlu memindahkan Anda ke kamar yang bersih dan juga membantu membersihkan pakaian dan barang-barang pribadi Anda,” katanya.

USATODAY

Pilihan editor: Tips untuk Turis yang Baru Pertama Kali Traveling ke Paris

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


OECD Menunjuk Jubir KPK sebagai Co-Chair the 6th Global Law Enforcement Meeting

1 hari lalu

Tessa Mahardhika Sugiarto sebagai Juru Bicara KPK yang baru saat sesi perkenalan dengan awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 7 Juni 2024. KPK resmi menunjuk mantan Penyidik berasal dari institusi Polri, Tessa Mahardhika Sugiarto sebagai Jubir KPK menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh oleh Ali Fikri. Selain itu, Tessa Mahardhika juga pernah mengikuti seleksi untuk jabatan Direktur Pengaduan Masyarakat KPK pada 2020 dan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I pada 2023.  TEMPO/Imam Sukamto
OECD Menunjuk Jubir KPK sebagai Co-Chair the 6th Global Law Enforcement Meeting

OECD menunjuk juru bicara KPK sebagai Co-Chair pada giat the 6th Global Law Enforcement Network Meeting yang diselenggarakan di Paris, Prancis.


Wali Kota Anne Hidalgo Komplain karena Pemilu Menjelang Olimpiade Paris

3 hari lalu

Olimpiade 2024 Paris. REUTERS
Wali Kota Anne Hidalgo Komplain karena Pemilu Menjelang Olimpiade Paris

Keputusan mempercepat pemilu parlemen diumumkan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Minggu malam, 9 Juni 2024, yang membuat kaget Wali Kota Paris.


Jokowi Bandingkan Kualitas Udara IKN dan Paris, Walhi Sebut Taktik Pemasaran

9 hari lalu

Presiden Joko Widodo alias Jokowi melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan gedung kantor Bank Tabungan Negara (BTN) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu, 5 Juni 2024.  Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
Jokowi Bandingkan Kualitas Udara IKN dan Paris, Walhi Sebut Taktik Pemasaran

Perbandingan kualitas udara antara IKN dan Melbourne dan Paris merupakan perbandingan yang tidak relevan.


Wisatawan Diimbau Waspada Penipuan saat Tarik Tunai di Luar Negeri

16 hari lalu

Ilustrasi turis di Eropa. Freepik.com
Wisatawan Diimbau Waspada Penipuan saat Tarik Tunai di Luar Negeri

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak wisatawan yang mulai membawa kartu kredit dan debit ke luar negeri. Ini berisiko penipuan.


Tiket Masuk Menara Eiffel Paris akan Naik 20 Persen Mulai Juni

19 hari lalu

Menara Eiffel, Paris. Unsplash.com/Denys Nevozhai
Tiket Masuk Menara Eiffel Paris akan Naik 20 Persen Mulai Juni

Karyawan yang mengelola Menara Eiffel sempat mogok pada Februari, yang menyebabkan penutupan Menara Eiffel selama enam hari.


Champs-Elysees Gaet Warga Lokal dan Wisatawan dengan Piknik Massal

19 hari lalu

Champs-Elysees, Paris, Prancis, November 2023. Unsplash.com/Florian Stormacq
Champs-Elysees Gaet Warga Lokal dan Wisatawan dengan Piknik Massal

Champs-Elysees salah satu jalanan ikonik di dunia yang terletak di jantung kota Paris, Prancis


Gara-gara Kutu Busuk, Wisatawan Ini Kapok Jalan-jalan dengan Kapal Pesiar

20 hari lalu

Ilustrasi penumpang kapal pesiar. Unsplash.com/Stephani Kalecki
Gara-gara Kutu Busuk, Wisatawan Ini Kapok Jalan-jalan dengan Kapal Pesiar

Wisatawan ingin meminta kompensasi dari perusahaan kapal pesiar, namun mereka menolaknya


Jangan Bongkar Koper di Tempat Tidur Sepulang Liburan dari Luar Negeri, Cek Alasannya

22 hari lalu

Ilustrasi perempuan berkemas baju di koper. Shutterstock
Jangan Bongkar Koper di Tempat Tidur Sepulang Liburan dari Luar Negeri, Cek Alasannya

Pakar menyarankan membongkar koper di luar kamar tidur, di atas lantai tanpa karpet, setelah pulang liburan.


Tak Hanya Bali, Ini 5 Kota atau Area di Dunia yang Juga Mengalami Overtourism

23 hari lalu

Kawasan kota tua Athena dengan puing-puing Hadrians Library dan Acropolis. (shutterstock.com)
Tak Hanya Bali, Ini 5 Kota atau Area di Dunia yang Juga Mengalami Overtourism

Meskipun pariwisata dapat membawa manfaat ekonomi suatu negara, namun overtourism membawa sejumlah tantangan sosial, lingkungan, dan budaya.


Kerusuhan di Kaledonia Baru, Ini Profil Negara di Samudera Pasifik yang Banyak Didiami Orang Jawa

27 hari lalu

Asap mengepul dari api di tengah kerusuhan menentang rencana untuk mengizinkan lebih banyak orang mengambil bagian dalam pemilihan lokal di wilayah yang dikuasai Prancis, yang ditolak oleh pengunjuk rasa penduduk asli Kanak, di Noumea, Kaledonia Baru 14 Mei 2024. Djelyna Lebonwacalie/via REUTERS
Kerusuhan di Kaledonia Baru, Ini Profil Negara di Samudera Pasifik yang Banyak Didiami Orang Jawa

Kerusuhan terjadi di Kaledonia Baru. Berikut profil salah satu negara di Samudera Pasifik yang banyak didiami orang Jawa.