Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengapa Tidak Boleh Menyimpan Air Kemasan Dalam Kabin?

image-gnews
Ilustrasi label lolos uji keamanan pangan pada kemasan air minum dalam kemasan.
Ilustrasi label lolos uji keamanan pangan pada kemasan air minum dalam kemasan.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pramugari akan selalu mengingatkan kepada penumpang pesawat agar tidak menaruh air kemasan atau cairan dalam botol dalam kabin. Mengapa demikian?

Dilansir dari berbagai sumber, berikut alasan lain air kemasan dilarang ditaruh dalam kabin.

1. Kabin Terpapar Sinar Matahari Langsung

Menyimpan air kemasan dalam kabin dengan intensitas cahaya matahari tinggi tidak diperkenankan. Hal tersebut dikarenakan paparan sinar matahari langsung dapat merusak kualitas air kemasan yang justru toksik apabila dikonsumsi. Kemasan minuman mengandung bisphenol A yang reaktif terhadap suhu tinggi.

2. Kondisi Kabin yang Lembab Menjadi Sarang Mikroba

Food and Drug Administration (FDA) menyebutkan penyimpanan air kemasan dalam kabin mobil di atas 3 jam tidak diperkenankan untuk dikonsumsi lagi jika dalam kondisi sudah terbuka segelnya. Kondisi yang lembab pada kabin berisiko menimbulkan pencemaran mikroba patogen yang berkembang tanpa disadari.

3. Memicu Terjadinya Kebakaran

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada kabin dengan suhu tinggi, air dalam kemasan plastik ikut meninggi suhunya dan mempengaruhi reaksi kemasan yang memicu timbulnya api. Hal ini dikarenakan air yang menyerap cahaya matahari justru memantulkan ulang melalui kemasan. Akibatnya plastik meleleh dan terbakar.

4. Memicu Ledakan

Ini terjadi ketika air mineral kemasan masih dalam kondisi tersegel dan terkena panas dalam kurun waktu lama. Tekanan di dalamnya dapat meningkat secara signifikan dan menyebabkan ledakan hingga keluarnya cairan berbahaya.

5. Terlepasnya Senyawa Antimon pada Kemasan

Botol kemasan dengan tanda PET apabila berada dalam kabin dengan kondisi suhu ekstrem hingga mencapai 140 derajat Celsius dapat melepaskan senyawa antimon. Senyawa tersebut memiliki dampak negatif terhadap jantung, paru-paru, dan menyerang pencernaan tubuh.

Pilihan Editor: Jenis Makanan yang Dilarang Dibawa ke Pesawat 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Insiden Ledakan Berulang di Industri Nikel, Walhi Minta Evaluasi Menyeluruh dan Penegakan Hukum

9 jam lalu

Salah satu korban luka ledakan tungku smelter nikel PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel di kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, pada Kamis malam, 13 Juni 2024. (istimewa)
Insiden Ledakan Berulang di Industri Nikel, Walhi Minta Evaluasi Menyeluruh dan Penegakan Hukum

Ledakan diduga bersumber dari las oxy asetilin.


Viral di Media Sosial Tabir Surya Bisa Sebabkan Kanker Kulit, Pakar Beri Tanggapan

1 hari lalu

Ilustrasi memakai tabir surya. Freepik.com/pvproductions
Viral di Media Sosial Tabir Surya Bisa Sebabkan Kanker Kulit, Pakar Beri Tanggapan

Kreator konten mengklaim sinar matahari bukan penyebab kanker kulit tapi zat kimia yang terdapat pada tabir surya. Benarkah demikian?


Tips Tetap Aman kala Cuaca Panas Membara

1 hari lalu

Ilustrasi wanita di bawah paparan sinar matahari. Freepik.com
Tips Tetap Aman kala Cuaca Panas Membara

Cuaca Pakar mengingatkan gagal mempersiapkan diri menghadapi cuaca panas bisa berbahaya bagi kesehatan. Berikut yang perlu dilakukan.


Cuaca Panas dan Kulit Terbakar Sinar Matahari, Pakar Bagi Cara Merawatnya

4 hari lalu

Ilustrasi kulit terbakar sinar matahari atau sunburn (Freepik)
Cuaca Panas dan Kulit Terbakar Sinar Matahari, Pakar Bagi Cara Merawatnya

Pakar kecantikan dan kebugaran membagi langkah-langkah untuk mengatasi kulit terbakar sinar matahari saat cuaca panas seperti sekarang.


Kemarin, Pipa PDAM di Bandung Meledak Akibatkan 2 Rumah Roboh

9 hari lalu

Ilustrasi pipa air bocor. Climatetechwiki.org
Kemarin, Pipa PDAM di Bandung Meledak Akibatkan 2 Rumah Roboh

Pipa Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM di Jalan Maleer Utara, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Bandung meledak.


Saran Pelaku Usaha buat yang Ingin Berkebun di Perkotaan

10 hari lalu

Ilustrasi urban farming/berkebun di perkotaan. Shutterstock
Saran Pelaku Usaha buat yang Ingin Berkebun di Perkotaan

Berikut saran bagi yang ingin memulai hobi berkebun di wilayah perkotaan, di mana lahan bebas tanam biasanya terbatas.


Alasan Maskapai Membatasi Bawaan Penumpang ke Kabin Pesawat

17 hari lalu

Ilustrasi koper di kabin pesawat. Shutterstock
Alasan Maskapai Membatasi Bawaan Penumpang ke Kabin Pesawat

Umumnya, maskapai membatasi berat bawaan penumpang ke kabin pesawat sebanyak 7 kg dengan jumlah maksimal dua tas.


Dokter Kulit Ingatkan Jemaah Haji Pakai Pelembap dan Tabir Surya

19 hari lalu

Ilustrasi tabir surya (Pixabay.com)
Dokter Kulit Ingatkan Jemaah Haji Pakai Pelembap dan Tabir Surya

Jemaah haji diminta memperhatikan penggunaan pelembap dan tabir surya dengan SPF yang sesuai saat cuaca panas seperti sekarang.


Ledakan Pabrik Smelter Tambah Catatan Kasus, Pengamat: Tolak Investor yang Tidak Memenuhi Standar Keamanan

22 hari lalu

Sejumlah korban kecelakaan kerja di lokasi pabrik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) menjalani perawatan di RSUD Morowali di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu, 24 Desember 2023. Hingga 26 Desember, sebanyak 18 orang dinyatakan tewas akibat insiden kecelakaan kerja tersebut yang terdiri dari 10 orang tenaga kerja indonesia (TKI) dan 8 orang tenaga kerja asing (TKA). ANTARA FOTO/Faisal
Ledakan Pabrik Smelter Tambah Catatan Kasus, Pengamat: Tolak Investor yang Tidak Memenuhi Standar Keamanan

Standar keamanan di tingkat internasional jarang terjadi kecelakaan di lokasi pabrik smelter.


PT KFI Janji Cek Rumah Warga Terdampak Ledakan Pabrik Smelter, Warga: Belum Ada yang Datang

22 hari lalu

Detik-detik ledakan api menguar di area kerja PT Kalimantan Ferro Industri atau KFI, di Desa Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kerta Negara, Kalimantan Timur, pada Jumat malam, 17 Mei 2024, sekitar 23.40 WITA. Sumber: Istimewa
PT KFI Janji Cek Rumah Warga Terdampak Ledakan Pabrik Smelter, Warga: Belum Ada yang Datang

Janji perusahaan akan mengecek rumah warga terdampak ledakan pabrik smelter pada 21-23 Mei 2024 hanyalah bualan semata.