Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Etiket Merebahkan Kursi Pesawat tanpa Merugikan Penumpang Lain

Editor

Mila Novita

image-gnews
Ilustrasi Kursi Pesawat atau bangku pesawat (Pixabay)
Ilustrasi Kursi Pesawat atau bangku pesawat (Pixabay)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Jika tidak dilakukan dengan hati-hati, merebahkan kursi pesawat bisa membuat penumpang lain kesal. Bahkan itu juga bisa menyebabkan kecelakaan bagi orang lain, misalnya patah hidung. 

Itu dialami oleh seorang penumpang dalam salah satu penerbangan yang diikuti pramugara Kevin. Dalam akun TikTok-nya, Kevin mengatakan bahwa ada etiket kapan bisa merebahkan kursi di pesawat tanpa merugikan penumpang lain. 

"Suatu kali ketika saya sedang bekerja di penerbangan dan seorang wanita mengadu ke saya bahwa hidungnya patah karena orang di depannya terlalu cepat merebahkan kursinya," kata dia dalam video tersebut, dikutip Express.co.uk, Kamis, 10 Agustus 2023. 

Jadi, siapa pun yang ingin merasa nyaman dalam penerbangan dan merebahkan kursinya, pikirkan waktu dan melakukannya dengan hati-hati menurut Kevin. Jika tidak, orang lain merasa ruang pribadinya diserang. 

Untuk merebahkan kursi, tunggu pesawat berada di ketinggian stabil lalu lakukan dengan lembut. Tidak perlu menekan tombol dan menekan semua beban tubuh ke sandaran untuk merebahkan kursi. 

Kevin mengatakan dia memahami bahwa penumpang dapat merebahkan kursinya kapan pun mereka mau, tetapi ada waktu yang tepat untuk melakukannya.

"Jadi pikirkan pertanyaan, 'Bisakah saya merebahkan kursi saya?' bukan sebagai pertanyaan tetapi lebih sebagai tindakan penyeimbangan dari dua hal yang sangat penting, waktu dan lamanya penerbangan."

Jika penerbangan satu jam di tengah hari, Kevin menyarankan tidak perlu merebahkan kursi tetapi boleh dilakukan untuk penerbangan satu jam pada pukul lima pagi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun, Kevin mengatakan bahwa penumpang yang mengambil penerbangan lebih dari tiga jam boleh saja merebahkan kursi kapan pun mereka mau. "Apapun lebih dari tiga jam, tidak masalah waktu, silakan dan berbaring kursi."

Namun, mereka yang berada dalam penerbangan dua jam berada di area abu-abu dan harus pandai membaca situasi jika ingin memiringkan kursinya ke belakang.

Kevin sadar bahwa sarannya mungkin akan diabaikan karena penumpang merasa punya hak dan sudah membayar tiket, dia hanya membagikan pendapatnya tentang bagaimana menjadi penumpang yang baik.

Di bagian komentar video Kevin, banyak pengguna memiliki pendapat tentang kapan boleh merebahkan kursi. Beberapa orang menentangnya. “Jangan. Tinggi saya 6 kaki (182 cm), jadi saya sarankan jangan terutama tidak dalam penerbangan panjang," tulis seorang pengguna TikTok mengomentari video. 

Namun, beberapa orang mengatakan mereka berbaring dan merebahkan kursi pesawat di penerbangan kapan pun dia mau. “Bahkan pada penerbangan 1 hingga 1,5 jam, saya berbaring! Saya bekerja shift malam dan saya biasanya terbang langsung dari shift. Saya butuh tidur siang!" kata dia. 

Pilihan Editor: CEO Ini Viral setelah Menolak Tukar Tempat Duduk dengan Ibu Membawa Anak di Pesawat

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Alasan Pramugari Selalu Tersenyum saat Ada Turbulensi

1 hari lalu

Ilustrasi pramugari. Huffpost.com
Alasan Pramugari Selalu Tersenyum saat Ada Turbulensi

Saat akan terjadi turbulensi adalah pramugari akan berhenti menyajikan minuman panas dan tidak bisa meninggalkan tempat duduk.


Kemenparekraf Sebut Harga Avtur dan Kekurangan Armada Picu Tiket Domestik Mahal

1 hari lalu

Ilustrasi penumpang pesawat. Freepik.com/Standret
Kemenparekraf Sebut Harga Avtur dan Kekurangan Armada Picu Tiket Domestik Mahal

Kemenparekraf mengungkapkan harga avtur dan berkurangnya jumlah armada pesawat udara memicu harga tiket pesawat domestik mahal.


Penumpang Minta Tukar Kursi Pesawat, Sebaiknya Dikasih atau Tidak?

2 hari lalu

Ilustrasi wanita bepergian dengan pesawat terbang. Freepik.com/Jcomp
Penumpang Minta Tukar Kursi Pesawat, Sebaiknya Dikasih atau Tidak?

Topik menukar kursi pesawat sering menjadi perdebatan di Internet. Sebenarnya ada alasan untuk membolehkan hal itu, ada juga yang tidak.


AirAsia Indonesia Bukukan Pendapatan Rp 1,74 triliun di Kuartal 1 2024, Meningkat 27 Persen

2 hari lalu

Penerbangan perdana Indonesia AirAsia dengan kode QZ 526 dari Bandara Internasional Soekarno Hatta (CGK) mendarat dengan sukses di Bandara Internasional Kota Kinabalu (BKI) pada Selasa 6 Februari 2024, pukul 15.55   waktu setempat. TEMPO /JONIANSYAH HARDJONO
AirAsia Indonesia Bukukan Pendapatan Rp 1,74 triliun di Kuartal 1 2024, Meningkat 27 Persen

PT AirAsia Indonesia Tbk. (AAID/CMPP) membukukan pendapatan 2024 sebesar Rp 1,74 Triliun pada kuartal I 2024.


Libur Panjang Idul Adha, Daop 4 Semarang Sediakan 98.208 Kursi Kereta ke Berbagai Tujuan

2 hari lalu

Antrean penumpang kereta api di Stasiun Tawang yang perjalanannya terdampak banjir di wilayah Semarang, Kamis, 14 Maret 2024 (Dok. Istimewa)
Libur Panjang Idul Adha, Daop 4 Semarang Sediakan 98.208 Kursi Kereta ke Berbagai Tujuan

Hingga saat ini sudah sekitar 61 persen tiket pada masa libur Idul Adha yang terjual.


Garuda Indonesia Buka Peluang Tambah Frekuensi Penerbangan Jelang Libur Panjang Idul Adha

2 hari lalu

Ilustrasi Garuda Indonesia. Dok. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
Garuda Indonesia Buka Peluang Tambah Frekuensi Penerbangan Jelang Libur Panjang Idul Adha

Garuda Indonesia membuka peluang penambahan frekuensi penerbangan menjelang Idul Adha 2024.


Mengenal Clear Air Turbulence, Musuh Dalam Selimut di Dunia Penerbangan

3 hari lalu

Ilustrasi pesawat (Pixabay)
Mengenal Clear Air Turbulence, Musuh Dalam Selimut di Dunia Penerbangan

Tidak seperti turbulensi pada umumnya yang disebabkan oleh kondisi awan, clear air turbulence terbentuk dari pergerakan angin yang tidak beraturan.


Singapore Airlines Tawarkan Kompensasi bagi Penumpang yang Alami Insiden Turbulensi Parah

4 hari lalu

Interior pesawat Singapore Airlines penerbangan SQ321 digambarkan setelah pendaratan darurat di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, Thailand, 21 Mei 2024. REUTERS/Stringer
Singapore Airlines Tawarkan Kompensasi bagi Penumpang yang Alami Insiden Turbulensi Parah

Singapore Airlines menawarkan kompensasi mulai US$10 ribu kepada para penumpang penerbangan SQ321 yang mengalami insiden turbulensi bulan lalu.


Jumlah Penumpang Libur Sekolah dan Idul Adha 2024 Diprediksi Melonjak, Daop 6 Siapkan 7 Kereta Api Tambahan

4 hari lalu

Sejumlah penumpang berada di dalam Kereta Argo Lawu jurusan Solo - Jakarta PP. Foto: Dokumentasi PT KAI Daop 6 Yogyakarta
Jumlah Penumpang Libur Sekolah dan Idul Adha 2024 Diprediksi Melonjak, Daop 6 Siapkan 7 Kereta Api Tambahan

Penyiapan KA tambahan ini merupakan bagian dari komitmen Daop 6 Yogyakarta untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan saat libur Idul Adha.


Boeing Yakin Indonesia jadi Pasar Penerbangan Komersil Keempat Terbesar di Dunia pada 2036

4 hari lalu

Country Managing Director Boeing Indonesia, Zaid Alami (kiri) dan Craig Director Global Supply Chain, Craig Abler di kantor Boeing Indonesia, Gedung Menara Astra Lantai 22, Jakarta Pusat, Senin, 10 Juni 2024. Tempo | Mochamad Firly Fajrian
Boeing Yakin Indonesia jadi Pasar Penerbangan Komersil Keempat Terbesar di Dunia pada 2036

Boeing optimistis bahwa 12 tahun dari sekarang atau pada 2036, Indonesia akan menjadi pasar penerbangan komersial terbesar keempat di dunia.