Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Asal Usul Sorgum, Sumber Karbohidrat dari Afrika Sejak 8 Ribu Tahun Lalu

image-gnews
Yang Super dari Sorgum
Yang Super dari Sorgum
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam sejarah pangan dunia, banyak komoditi yang menjadi bahan makanan pokok manusia. Dalam sejarahnya, selain gandum, beras dan jagung dikenal juga sorgum. Meski tidak sepopuler gandum atau beras, sorgum memiliki peran penting dalam menyediakan makanan dan nutrisi bagi banyak masyarakat di seluruh dunia. 

Sorgum, atau Sorghum, merupakan tanaman berbulir yang biasa dibudidayakan di ladang. Tanaman yang jadi bahan makanan pokok ini diyakini berasal dari wilayah Afrika Timur dan Tengah, serta kemungkinan besar pertama kali dibudidayakan sekira 8 ribu tahun yang lalu. 

Seiring dengan migrasi manusia, sorgum menyebar ke berbagai benua dan wilayah di dunia. Dalam catatan sejarah, sorgum dibawa oleh para penjelajah dan pedagang Arab ke Timur Tengah hingga ke wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Para pedagang Trans-Sahara juga memperkenalkan sorgum ke wilayah Afrika Barat dan Afrika Utara, yang kemudian menjadi salah satu pemasok utama sorgum dunia.

Pada abad ke-17, saat masuh ada perdagangan budak di Amerika, tanaman ini dibawa ke negeri Paman Sam.Tanaman ini dengan cepat beradaptasi dengan iklim di wilayah selatan Amerika Serikat dan menjadi bagian integral dari sistem pertanian di daerah tersebut. 

Lewat interaksi manusia, sorgum juga menyebar ke Amerika Selatan dan Karibia, serta benua Australia, di mana budidaya dan konsumsi sorgum semakin berkembang pesat.

Peran Sorgum dalam Pangan dan Ekonomi

Dilansir dari jurnalbumi.com, Sejak zaman dahulu, sorgum telah menjadi komponen penting dalam pangan dan ekonomi di berbagai wilayah. Di Afrika, sorgum adalah salah satu sumber karbohidrat utama bagi masyarakat, dan kini tetap menjadi makanan pokok di banyak negara bagian di sana.

Di India dan Cina, sorgum digunakan sebagai bahan pangan dasar dalam berbagai hidangan tradisional, seperti roti dan makanan penutup.

Selain sebagai pangan, sorgum juga digunakan untuk berbagai keperluan lain. Misalnya, beberapa varietas sorgum tumbuh dengan tinggi yang cukup sehingga bisa digunakan sebagai bahan baku bahan bangunan atau sebagai penutup atap rumah. Di beberapa wilayah, batang sorgum digunakan sebagai pakan ternak yang bernutrisi tinggi.

Dalam beberapa dekade terakhir, sorgum juga telah menjadi bahan bakar bioenergi yang menarik. Sorgum dapat diubah menjadi etanol, yang merupakan alternatif bioenergi yang ramah lingkungan dan berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Manfaat Kesehatan dan Nutrisi

Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sorgum juga menawarkan manfaat kesehatan dan nutrisi yang signifikan. Tanaman ini rendah gluten, sehingga cocok bagi orang yang mengalami intoleransi gluten. Sorgum juga mengandung serat tinggi, vitamin B, zat besi, dan antioksidan, yang semuanya berkontribusi pada kesehatan jantung, pencernaan, dan sistem kekebalan tubuh.

Sorgum adalah sereal yang memiliki sejarah panjang sebagai tanaman budidaya di berbagai belahan dunia. Dari asal usulnya di wilayah Afrika Timur dan Tengah, sorgum menyebar ke berbagai benua dan kini menjadi bagian integral dari kehidupan banyak masyarakat.

Selain berperan sebagai pangan pokok, sorgum juga memiliki nilai ekonomi, manfaat kesehatan, dan potensi sebagai bahan bakar bioenergi. Sebagai salah satu sereal yang kaya manfaat, sorgum terus menjadi fokus penelitian dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sumber energi di masa depan.

Pilihan Editor: 10 Negara Penghasil Gandum Terbesar di Dunia, Cina Pertama

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


5 Tips Mengurangi Keparahan Gejala Menstruasi

18 hari lalu

Ilustrasi wanita sakit perut saat menstruasi. TEMPO/ Rosdianahangka
5 Tips Mengurangi Keparahan Gejala Menstruasi

Ketidaknyamanan yang timbul akibat menstruasi dapat mempengaruhi atau mengganggu kegiatan sehari-hari.


Harga Sejumlah Bahan Pangan Belum Stabil Sejak Lebaran

22 hari lalu

Aktivitas bongkar muat beras di pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis 18 April 2024, Berdasarkan laman resmi panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada pukul 07.44 WIB, harga beras premium naik Rp 250 per kg sehingga menjadi Rp 16.260 per kg dibandingkan harga kemarin. Kemudian, harga beras medium turun sebesar Rp 30 per kg menjadi Rp 13.780 per kg. Adapun Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menetapkan HET beras dibagi berdasarkan pembagian wilayah, yakni zonasi wilayah yakni zona 1 untuk Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi. TEMPO/Tony Hartawan
Harga Sejumlah Bahan Pangan Belum Stabil Sejak Lebaran

Harga sejumlah bahan pangan terpantau belum turun sejak lebaran dari beras, telur ayam ras, minyak goreng hingga gula konsumsi


Tak Sekadar Bahan Rujak, Berikut Manfaat Bengkuang Untuk Kesehatan Kulit

23 hari lalu

Bengkuang/Foto: Freepik
Tak Sekadar Bahan Rujak, Berikut Manfaat Bengkuang Untuk Kesehatan Kulit

Bengkuang termasuk dalam umbi-umbian yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kulit. Apa saja kandungan nutrisinya?


Jawa Barat Sediakan Rp 3,1 Miliar untuk Operasi Pasar Menjelang Hari Raya Idul Adha

25 hari lalu

Warga membawa kantung beras di Operasi Pasar Bersubsidi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat di Bandung, 4 April 2024. Pemerintah mendistribusikan paket beras murah di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat dengan harga paket Rp 101.000 (harga normal Rp 146.700) berupa beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 2 kilogram. TEMPO/Prima mulia
Jawa Barat Sediakan Rp 3,1 Miliar untuk Operasi Pasar Menjelang Hari Raya Idul Adha

Operasi pasar menjelang Hari Raya Idul Adha hanya menyasar 13 kabupaten/kota saja.


Jokowi Sebut Stok Beras Cukup untuk Antisipasi Kemarau

38 hari lalu

Presiden Jokowi saat ditemui di Pasar Baru Karawang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu siang, 8 Mei 2024. TEMPO/Daniel A. Fajri
Jokowi Sebut Stok Beras Cukup untuk Antisipasi Kemarau

Jokowi juga menyebut harga sejumlah bahan pokok mengalami penurunan.


Daftar Harga Kebutuhan Pokok Terkini, Bawang Merah dan Gula Meroket

51 hari lalu

Warga membeli bahan kebutuhan pokok di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 11 Maret 2024. Harga daging sapi juga naik di kisaran Rp 140.000 per kg, cabai merah keriting dan tanjung naik di kisaran Rp 120.000 per kg. Sedangkan beras kualitas medium turun tipis di kisaran Rp 14.500 per kg. TEMPO/Prima Mulia
Daftar Harga Kebutuhan Pokok Terkini, Bawang Merah dan Gula Meroket

Harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau naik pada hari ini. Sejumlah bahan pangan itu adalah bawang, cabai daging, gula pasir, ikan dan garam.


Kirab Bergada hingga Jathilan Iringi Warga Lereng Merapi Budi Daya Sorgum

53 hari lalu

Petani dan forum adat di Cangkringan Sleman lereng Gunung Merapi melakukan penanaman komoditas sorgum untuk pertama kalinya pada Senin (22/4). Tempo/Pribadi Wicaksono
Kirab Bergada hingga Jathilan Iringi Warga Lereng Merapi Budi Daya Sorgum

Iringan kesenian lokal itu sebagai harapan sorgum yang baru pertama kali dibudidayakan di lereng Merapi itu bisa memberikan manfaat.


Tren Wisata Kuliner Jadi Momentum Gerakkan Penggunaan Bahan Pangan Lokal

3 April 2024

Mi lethek khas Bantul, Yogyakarta. Dok. Visiting Jogja
Tren Wisata Kuliner Jadi Momentum Gerakkan Penggunaan Bahan Pangan Lokal

Banyak bahan baku pangan lokal yang bisa digunakan sebagai subtitusi bahan impor untuk membuat produk kuliner sejenis, seperti mi.


Bapanas Sudah Salurkan Cadangan Pangan Pemerintah 258,15 Ton, Diklaim Sesuai Regulasi

25 Maret 2024

Ketua Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi (kiri) bersama Kasubdit I Indag Polda Metro Jaya AKBP Victor DH Inkiriwang (kanan) memberikan keterangan pada media saat meninjau beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Rabu, 28 Februari 2024. Pada keterangannya, Arief mengklaim bahwa stok beras saat ini tergolong aman. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Bapanas Sudah Salurkan Cadangan Pangan Pemerintah 258,15 Ton, Diklaim Sesuai Regulasi

Bapanas mencatat ada 285,15 ton cadangan pangan pemerintah yang disalurkan ke daerah di Indonesia pasca terkena bencana seperti banjir.


Bulog Sebut Bantuan Beras Januari-Maret Capai 497 Ribu Ton

20 Maret 2024

Warga antre beras saat penyaluran bantuan pangan beras di Kantor Pos Bandung, Jawa Barat, Kamis, 29 Februari 2024. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan beras untuk 22.004.007 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan besaran bantuan pangan sebanyak 10 kg beras per KPM. TEMPO/Prima mulia
Bulog Sebut Bantuan Beras Januari-Maret Capai 497 Ribu Ton

Bulog menyatakan pemerintah telah menyalurkan 497.048 ton beras.