Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kawasan Sumbu Filosofi Diusulkan Warisan Budaya Dunia, Emisi Karbon Malioboro Ditekan

image-gnews
Kawasan Tugu Jogja menjadi persinggahan sebelum wisatawan menyambangi Malioboro. TEMPO/Pribadi Wicaksono
Kawasan Tugu Jogja menjadi persinggahan sebelum wisatawan menyambangi Malioboro. TEMPO/Pribadi Wicaksono
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Jalan Malioboro Yogyakarta yang berada di kawasan Sumbu Filosofi tengah diajukan sebagai warisan budaya tak benda dunia ke Unesco tahun ini.

Sumbu Filosofi Yogyakarta merujuk landmark kawasan yang menghubungkan titik Panggung Krapyak dan Tugu Yogyakarta yang turut melintasi Malioboro serta Keraton Yogyakarta.

Untuk mendukung Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya tak benda, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan kawasan Malioboro menjadi kawasan full pedestrian atau khusus pejalan kaki pada 2025 mendatang.

Ketika Malioboro jadi full pedestrian, semua kendaraan bermotor akan dilarang melintas. Kebijakan ini dibuat untuk mengurangi emisi karbon di kawasan yang tak pernah sepi wisatawan itu.

“Kami sedang siapkan Malioboro sebagai bagian sumbu filosofi yang diakui dunia, salah satu langkahnya menyiapkan pengurangan emisi karbon di area itu," kata Sekretaris DIY Beny Suharsono Rabu, 2 Agustus 2023.

Penjurian September 2023

Penentuan Sumbu Filosofi Yogyakarta untuk disetujui sebagai warisan budaya tak benda dunia kini memasuki tahapan akhir. September 2023, tim Yogyakarta diundang ke Riyadh, Arab Saudi, untuk penjurian yang dilakukan oleh perwakilan 20 negara.

Beny menambahkan, untuk mengurangi emisi karbon di Malioboro, saat ini masih dilakukan kebijakan yang relatif persuasif, seperti melarang kendaraan bermotor melintas di waktu tertentu, tepatnya pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.

Beny mengakui tak mudah mewujukan Malioboro full pedestrian karena banyak sektor ekonomi terikat di dalamnya. Pelaku usaha di Malioboro mungkin akan kesulitan memasok barang dagangan jika dilarang menggunakan kendaraan bermotor.

Tanpa akses ke jalan protokol (utama) di Malioboro, para pemilik toko yang berderet dari ujung utara ke selatan tentu akan kesulitan untuk distribusi barang dagangannya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Toko-toko (di sisi timur dan barat) perlu keluar masuk barang dagangannya," kata dia.

Menggunakan kendaraan listrik

Sebagai pengganti kendaraan bermotor di Malioboro, Pemda Yogyakarta mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik. Termasuk layanan publik seperti bus Trans Jogja.

Area penyangga seperti Taman Parkir Abu Bakar Ali juga direncanakan dipindah tapi tidak dalam waktu dekat.

Untuk kendaraan listrik, Beny mengatakan harga kendaraan listrik saat ini masih tergolong mahal serta belum tersedianya fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKLU).

Pelaksana Tugas Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Sumariyoto mengatakan pihaknya akan memproduksi sebanyak 38 unit becak listrik di 2023 ini. Dengan begitu, pengurangan emisi bisa lebih masif.

Konversi becak motor maupun kayuh menjadi listrik rencananya akan dilakukan secara bertahap dengan sasaran sebanyak 800 pengemudi becak di Yogyakarta termasuk di Malioboro. 

PRIBADI WICAKSONO

Pilihan Editor: Komite UNESCO Datang, Kaji Usulan Sumbu Filosofi Yogyakarta Sebagai Warisan Dunia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Liburan Idul Adha di Yogyakarta? Ini Prakiraan Cuacanya

8 jam lalu

Kawasan Titik Nol Kilometer, ujung Jalan Malioboro Yogyakarta tampak lengang saat pelaksanaan Pemilu pada Rabu siang, 14 Februari 2024. (Tempo/Pribadi Wicaksono)
Liburan Idul Adha di Yogyakarta? Ini Prakiraan Cuacanya

Libur long weekend bertepatan hari raya Idul Adha di Yogyakarta diperkirakan masih akan tetap dipadati wisatawan.


Perjalanan Karir Musisi Katon Bagaskara dan Lagu-lagu Hits KLa Project

19 jam lalu

Vokalis KLa Project, Katon Bagaskara tampil dalam konser bertajuk Reminingscing, di Bengkel Space, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Mei 2023. KLa Project menghibur penonton dengan membawakan sejumlah lagu-lagu yang pernah populer di era tahun 90an seperti Yogyakarta, Tentang Kita, Menjemput Impian, hingga Tak Bisa ke Lain Hati. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Perjalanan Karir Musisi Katon Bagaskara dan Lagu-lagu Hits KLa Project

Katon Bagaskara kemarin rayakan usia 58 tahun. Ini kisah perjalanan musik dan kagu-lagunya yang populer.


Yogya Darurat Sampah, Idul Adha Diimbau Kubur Limbah Kurban dan Hindari Kantong Plastik

1 hari lalu

Tumpukam sampah di tengah pembatas jalan Affandi atau Gejayan Kota Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Yogya Darurat Sampah, Idul Adha Diimbau Kubur Limbah Kurban dan Hindari Kantong Plastik

Situasi darurat sampah belum sepenuhnya selesai di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY.


Idul Adha, Sapi Kurban Bantuan Presiden Jokowi dan Sultan HB X Mulai Didistribusikan di Yogyakarta

1 hari lalu

Sapi bantuan Presiden Jokowi dan Gubernur serta Wakil Gubernur DIY mulai didistribusikan di Yogyakarta jelang Idul Adha. Dok.istimewa
Idul Adha, Sapi Kurban Bantuan Presiden Jokowi dan Sultan HB X Mulai Didistribusikan di Yogyakarta

Sapi pemberian Presiden diserahkan untuk kurban di Masjid Al-Huda, Pringtali, Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.


Proyek Beach Club Gunungkidul Ditentang, Pemda : Desain Wisata Yogya Junjung Budaya

1 hari lalu

Rencana Beach Club yang awalnya melibatkan Raffi Ahmad di Gunungkidul, DI Yogyakarta. Dok. Instagram
Proyek Beach Club Gunungkidul Ditentang, Pemda : Desain Wisata Yogya Junjung Budaya

Walhi menilai rencana pembangunan beach club ini berpotensi merusak kawasan karst Gunungkidul.


Alasan Koalisi Gunungkidul Melawan Proyek Resort dan Beach Club Raffi Ahmad Dkk

2 hari lalu

Lokasi proyek pembangunan resort dan beach club di kawasan bentang alam karst Gunungkidul dan Gunung Sewu, pada Jumat, 14 Juni 2024. Proyek ini diungkap oleh Raffi Ahmad di media sosial. Sumber: Koalisi Gunungkidul Melawan.
Alasan Koalisi Gunungkidul Melawan Proyek Resort dan Beach Club Raffi Ahmad Dkk

Koalisi Gunungkidul Melawan menyatakan masih menunggu realisasi dari janji Raffi Ahmad mundur dari proyek resort dan beach club Bekizart.


Sleman Larang Tiga Bus Study Tour Beroperasi karena Tak Laik Jalan

2 hari lalu

Ilustrasi bus (Pixabay)
Sleman Larang Tiga Bus Study Tour Beroperasi karena Tak Laik Jalan

Tak hanya bus study tour yang jadi sasaran pemeriksaan kelayakan, jip wisata di lereng Merapi dan Tebing Breksi juga.


Raffi Ahmad Mundur Dari Proyek Beach Club Gunungkidul, Ini Respons Pemda DIY

3 hari lalu

Raffi Ahmad di depan view Pantai Krakal, Yogyakarta untuk memulai bisnis barunya. Foto: Instagram.
Raffi Ahmad Mundur Dari Proyek Beach Club Gunungkidul, Ini Respons Pemda DIY

Proyek resor dan beach club itu yang awalnya melibatkan Raffi Ahmad itu digadang akan beroperasi 2025, tapi masih saat ini sebatas wacana.


Kembali Beroperasi, Apa yang Baru dari Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta?

5 hari lalu

Wajah baru Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pascarevitalisasi selama tiga bulan. Dok. Istimewa
Kembali Beroperasi, Apa yang Baru dari Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta?

Museum Benteng Vredeburg tak lagi hanya pusat edukasi sejarah dan budaya, tapi juga sebagai ruang baru berkumpul anak muda dan keluarga.


Tanah Milik Keraton Berpeluang untuk Program Tapera? Ini Kata Sultan

5 hari lalu

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) dan  Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY di Istana Negara, Jakarta, Senin 10 Oktober 2022. Presiden Joko Widodo melantik Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY masa jabatan 2022-2027 sesuai dengan Undang-Undang No. 13/2012 tentang Keistimewaan DIY. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Tanah Milik Keraton Berpeluang untuk Program Tapera? Ini Kata Sultan

Belakangan ramai pro kontra soal pembangunan perumahan buruh melalui program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).