Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Amsterdam Tolak Kedatangan Kapal Pesiar, Ini Alasannya

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Ilustrasi Kapal Pesiar
Ilustrasi Kapal Pesiar
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Larangan kapal pesiar bertambah luas. Jumat lalu, Pemerintah Kota Amsterdam mengumumkan bahwa mereka melarang kapal pesiar menurunkan penumpang di pusat kota atau berlabuh di terminal dekat pusat ibu kota Belanda itu. Larangan itu datang sebagai upaya terbaru pejabat kota untuk mengurangi tingginya volume turis yang datang ke kota setiap tahun dan untuk mencegah polusi udara.

Partai politik D66 di negara tersebut mengatakan dalam sebuah pengumuman pada Kamis bahwa mayoritas dewan kota memilih untuk mendukung proposal tersebut. Partai politik liberal memiliki fokus yang kuat untuk memerangi masalah iklim.

"Kapal pesiar di pusat kota tidak sesuai dengan tugas Amsterdam memangkas jumlah wisatawan," kata ketua partai D66 Ilana Rooderkerk.

Rooderkerk juga baru-baru ini membandingkan turis kapal pesiar dengan sejenis "wabah belalang" ketika mereka turun dari kapal untuk menghabiskan waktu singkat di kota sekaligus.

Larangan tersebut merupakan langkah terbaru untuk membersihkan kota. Langkah-langkah sebelumnya termasuk membatasi penggunaan ganja di Red Light District kota dan meminta kepada para pelancong pria yang berencana mengadakan pesta bujangan mereka di sana agar tidak mengunjungi kota.

“Pengunjung tetap diterima, tetapi tidak jika mereka berperilaku buruk dan menyebabkan gangguan. Kemudian kami sebagai kota mengatakan: lebih baik tidak, menjauhlah,” kata Wakil Walikota Sofyan Mbarki dalam sebuah pernyataan awal tahun ini. “Agar kota kami tetap layak huni, kami sekarang memilih pembatasan daripada pertumbuhan yang tidak bertanggung jawab.”

Amsterdam diperkirakan akan menerima lebih dari 18 juta pengunjung semalam tahun ini. Pada 2025, jumlah tersebut dapat mencapai 23 juta, selain 24 juta hingga 25 juta hari kunjungan lainnya. Di bawah peraturan tahun 2021 yang disebut "Amsterdam Tourism in Balance", ketika jumlah pengunjung yang bermalam mencapai 18 juta, dewan dianggap wajib turun tangan.

Tujuan menurunkan tingkat polusi udara di Amsterdam adalah motivasi lain untuk mencegah kapal pesiar berlabuh di ibu kota, yang jumlahnya lebih dari 100 setiap tahun menurut BBC. Sebuah studi pada 2021 terhadap satu kapal pesiar berkapasitas 3.000 orang menemukan bahwa kapal itu menghasilkan tingkat nitrogen oksida yang sama dalam satu hari dengan 30.000 truk.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dick de Graaff, direktur Cruise Port Amsterdam mengatakan bahwa 114 kapal dijadwalkan singgah di Amsterdam tahun ini, menurut Associated Press. Tahun depan mereka mengharapkan bisa sampai 130.

"Tidak ada penutupan terminal segera. Panggilan dewan adalah untuk merelokasi terminal - dan kami menunggu tindak lanjut dari anggota dewan untuk penyelidikan," tulisnya dalam email ke AP.

Amsterdam bukanlah tujuan wisata populer pertama di Eropa yang melarang kapal pesiar berlabuh di pelabuhan mereka. Venesia melarang kapal berlayar melalui pusat kota pada Juli 2021.

Tujuan kota Italia untuk memblokir kapal-kapal pesiar itu mirip dengan harapan Amsterdam: untuk melestarikan dan melindungi warisan lingkungan, seni, dan budaya Venesia, menurut pernyataan dari pemerintah saat itu melalui CNN.

PEOPLE | CNN 

Pilihan Editor: Intip Isi Kapal Pesiar Terbesar di Dunia Icon of the Seas, Ada Tujuh Kolam dan Enam Seluncuran

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Yunani Tutup Semua Situs Wisata di Athena karena Gelombang Panas

1 hari lalu

Acropolis dan Parthenon terlihat diterangi dengan sistem pencahayaan baru di Athena, Yunani, 30 September 2020. Sistem pencahayaan baru di Acropolis dan Parthenon tersebut, yang menggunakan perlengkapan pencahayaan LED berdaya rendah, diluncurkan pada 30 September. Xinhua/Marios Lolos
Yunani Tutup Semua Situs Wisata di Athena karena Gelombang Panas

Situs-situs arkeologi terkenal di Yunani seperti Acropolis, Agora Kuno dan Pemakaman Kerameikos akan ditutup sementara karena gelombang panas.


Invasi Rusia di Ukraina Sebabkan Emisi 175 Juta Ton Karbon Dioksida

2 hari lalu

Seorang petugas  memadamkan sisa-sisa rudal dari serangan Rusia yang diduga merupakan buatan Korea Utara, di tengah invasi Rusia ke Ukraina, di Kharkiv, Ukraina 2 Januari 2024.  REUTERS/Vyacheslav
Invasi Rusia di Ukraina Sebabkan Emisi 175 Juta Ton Karbon Dioksida

Kerugian iklim yang disebabkan oleh invasi Rusia di Ukraina mencapai jumlah US$32 miliar.


Halangi Pemandangan ke Gunung Fuji, Apartemen 10 Lantai Jepang Dihancurkan

2 hari lalu

Gunung Fuji Jepang (Pixabay)
Halangi Pemandangan ke Gunung Fuji, Apartemen 10 Lantai Jepang Dihancurkan

Apartemen 10 lantai yang hampir selesai di ibu kota Jepang dihancurkan karena halangi pemandangan ke Gunung Fuji


Jadwal, Daftar Skuad, Peta Persaingan Grup D Piala Eropa 2024: Prancis, Belanda, Polandia, dan Austria

3 hari lalu

Pemain Timnas Belanda, Jurrien Timber dan Marten de Roon menghadang pemain Timnas Prancis, Kylian Mbappe dalam Kualifikasi Piala Eropa 2024 di Stade de France, Saint-Denis, Prancis, 24 Maret 2023. REUTERS/Gonzalo Fuentes
Jadwal, Daftar Skuad, Peta Persaingan Grup D Piala Eropa 2024: Prancis, Belanda, Polandia, dan Austria

Dua mantan juara Eropa, yakni Prancis dan Belanda, menjadi penghuni Grup D Euro 2024 atau Piala Eropa 2024. Apakah akan mudah lolos dari grup?


Korea Utara hingga Suriah, Inilah 6 Negara yang Sulit Dikunjungi

3 hari lalu

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan pabrik di Kabupaten Songchon, Korea Utara, 28 Februari 2024. KCNA via REUTERS
Korea Utara hingga Suriah, Inilah 6 Negara yang Sulit Dikunjungi

Beberapa negara ini memiliki kebijakan visa yang sulit. Akibatnya negara tersebut sulit untuk dikunjungi wisatan atau pelancong.


Alasan Walhi Sebut Kampanye Jalan Kaki Tak Efektif Kurangi Polusi Jakarta

4 hari lalu

Gedung-gedung diselimuti polusi udara di kawasan Kota Jakarta, Selasa 24 Oktober 2024. Kualitas udara di Jakarta pada Selasa (24/10/2023) pagi tidak sehat dan menempati peringkat ke 4 terburuk di dunia. Berdasarkan data IQAir, tingkat polusi di Ibu Kota berada di angka 170 AQI US pada pukul 06.00 WIB. Peringkat kualitas udara Jakarta saat ini berada di posisi ke-4 di dunia dengan indikator warna merah, yang artinya tidak sehat. Adapun indikator warna lainnya yaitu ungu yang berarti sangat tidak sehat, hitam berbahaya, hijau baik, kuning sedang, dan oranye tidak sehat bagi kelompok sensitif. TEMPO/Subekti.
Alasan Walhi Sebut Kampanye Jalan Kaki Tak Efektif Kurangi Polusi Jakarta

Walhi menyebut kampanye jalan kaki 7.500 langkah per hari yang dicetuskan Pemerintah Jakarta tak efektif. Dianggap hanya seremonial.


Cegah Bakteri Menumpuk Ini Tips Merawat Pakaian Renang saat Liburan

5 hari lalu

Ilustrasi koper. Freepik.com
Cegah Bakteri Menumpuk Ini Tips Merawat Pakaian Renang saat Liburan

Pakaian renang salah satu item yang wajib dibawa saat liburan musim panas, jadi penting untuk mengetahui cara merawatnya


Cara Startup Milik Mahasiswa ITS Menyulap Tumbuhan Mikroalga jadi Pembersih Udara

5 hari lalu

Mahasiswa ITS ciptakan Air Purifier berbasis Bioteknologi Mikroalga (Dok. ITS)
Cara Startup Milik Mahasiswa ITS Menyulap Tumbuhan Mikroalga jadi Pembersih Udara

Aither, startup besutan mahasiswa ITS, mengembangkan alat pembersih udara berbasis mikroalga, tumbuhan air penyerap CO2.


Alaska Bakal Batasi Pengungung Harian dari Kapal Pesiar

5 hari lalu

Ilustrasi kapal pesiar. Freepik.com/Chandlervid85
Alaska Bakal Batasi Pengungung Harian dari Kapal Pesiar

Tahun lalu jumlah penumpang kapal pesiar yang mengunjungi Juneau, Alaska mencapai lebih dari 1,6 juta


Kemenparekraf Berharap Sosialisasi Acara Kenduri Seni Melayu Batam Lebih Ditingkatkan

6 hari lalu

Salah satu penampilan seni tari dari Malaysia dalam ajang Kenduri Seni Melayu di Batam, Jumat, 7 Juni 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Kemenparekraf Berharap Sosialisasi Acara Kenduri Seni Melayu Batam Lebih Ditingkatkan

Kemenparekraf mengapresiasi pemerintah daerah Kota Batam karena berhasil mempertahankan penyelengaraan Kenduri Seni Melayu