Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sejarah Berdirinya Ponpes Al Zaytun, Jadi Kingdom Panji Gumilang yang Penuh Kontroversi

Reporter

image-gnews
Masjid Al Zaytun. facebook.com
Masjid Al Zaytun. facebook.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pondok Pesantren Al Zaytun masih menjadi topik hangat di kalangan masyarakat Indonesia, tak terkecuali para pengguna dan warganet media sosial. Setelah kontroversi mengenai shaf salat yang sejajar antara pria dan wanita, pondok pesantren yang berlokasi di Indramayu tersebut pun diduga menyanyikan lagu Yahudi oleh para santrinya. Nyanyian tersebut diketahui dilakukan dalam acara wisuda Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziz pada Mei 2023 lalu.

Diketahui, lagu yang dinyanyikan para santri berjudul ‘Hava Nagila’ yang memiliki arti Mari Bergembira. Lagu tersebut adalah lagu milik bangsa Ibrani Yahudi yang sangat populer sejak puluhan tahun lalu. Video acara wisuda yang tersebar di media sosial tersebut pun viral dan membuat warganet menganggap pondok pesantren Al Zaytun mengajarkan aliran sesat.

Bagaimana awal mula berdirinya ponpes penuh kontroversi ini? Simak rangkuman informasi selengkapnya mengenai sejarah pondok pesantren Al Zaytun berikut ini.


Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Al Zaytun

Melansir dari situs resminya, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun pertama kali didirikan oleh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang pada 1 Juni 1993 atau bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1413 Hijriah. Ponpes ini dibangun di bawah Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) dengan klaim milik umat Islam Indonesia dan bangsa lain di dunia. Selain itu, Al Zaytun juga mengklaim diri sebagai lembaga pendidikan yang timbul dari umat, oleh umat, dan diperuntukkan bagi umat.

Pembangunan Al Zaytun dimulai pada 13 Agustus 1996 di atas tanah seluas 1.200 hektare yang berada di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1 Juli 1999, pembukaan awal pembelajaran di pondok pesantren ini mulai dilaksanakan. Sementara itu, peresmian ponpes Al Zaytun secara umum baru dilakukan pada 27 Agustus 1999 oleh Presiden Indonesia ketiga, B.J Habibie.

Menjadi salah satu pelopor berdirinya pesantren di Jawa Barat, Panji Gumilang memiliki visi misi untuk memperbaiki kualitas pendidikan umat. Hal tersebut tercermin dalam motto Al Zaytun sebagai pusat pendidikan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian menuju masyarakat sehat, cerdas, dan manusiawi. Adapun motto pendidikannya adalah guna mendidik dan membangun semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah.

Salah satu prestasi yang berhasil dicapai oleh lembaga pendidikan Islami ini adalah saat media Washington Times menobatkan Pondok Pesantren Al Zaytun sebagai ponpes terbesar di Asia Tenggara pada 2005. Setidaknya, pesantren ini memiliki sekitar 10 ribu santri dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

Para siswa atau santri yang belajar di pondok pesantren ini tidak hanya berasal dari Indonesia saja. Ada juga dari beberapa negara tetangga lain di Asia, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, Australia, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, India, Pakistan, Nepal, Afghanistan, Irak, Turki, Yaman, hingga Arab Saudi.


Fasilitas dari Pondok Pesantren Al Zaytun

Berdiri di lahan seluas 1.200 hektar membuat Al Zaytun memiliki berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Mulai dari gedung pembelajaran dan asrama, masjid monumental, dan fasilitas pendidikan lain, seperti laboratorium, perpustakaan, ruang kesenian, gedung pertunjukan seni, wisma tamu, gedung sebag guna, hingga pelayanan kesehatan.

Di lingkungan pondok pesantren ini, terdapat sebuah bangunan masjid monumental yang diberi nama Masjid Rahmatan lil’Alamin. Masjid berlantai enam ini berdiri di tanah seluas enak hektare persegi dan mampu menampung jemaah hingga 100 ribu orang. Tak hanya itu, ada juga juga Masjid Al Hayar yang mampu menampung hingga 7 ribu jemaah.

Terdapat enam gedung pembelajaran di ponpes Al Zaytun. Keenam gedung tersebut diberi nama Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khattab, Utsman Ibnu Affan, Ali bin Abi Thalib, Ir Soekarno, dan HM Soeharto. Adapun asrama santrinya terdiri dari lima gedung dengan nama Asrama Al Musthofa, Asrama Al Fajr, Asrama Al Nur, Asrama Al Madani, dan Asrama Persahabatan.


Kontroversi Al Zaytun

Pondok Pesantren Al Zaytun selalu menarik perhatian publik dari awal pendiriannya. Tak hanya prestasi, berbagai kontroversi pun kerap terjadi di pesantren yang didirikan oleh Panji Gumilang ini. Berikut beberapa kontroversi dari ponpes yang berlokasi di Indramayu ini:

- Menyanyikan lagu Yahudi di acara wisuda.

- Memperbolehkan perempuan menjadi muazin salat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

- Menebus dosa zina dengan uang.

- Shaf salat perempuan boleh sejajar dengan laki-laki.

- Azan dengan menghadap ke arah jemaah, bukan kiblat.

- Perempuan menjadi khatib salat Jumat.

- Isu tentang adanya keterkaitan kepemimpinan dan finansial Al Zaytun dengan Negara Islam Indonesia KW 9.

- Pimpinan Al Zaytun mengucapkan salam shalom aleichem yang merupakan salam dalam bahasa Ibrani.

- Sempat terseret kasus pemalsuan dokumen.

- Panji Gumilang pernah terseret kasus pelecehan dan penghinaan terhadap guru.

VIVIA AGARTHA F | RADEN PUTRI

Pilihan Editor: Arti Shalom Aleichem yang Diucapkan Panji Gumilang, Apa Maknanya?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Menko PMK Berharap Pesantren Bukan Cuma Bisa Cetak Santri, Tapi...

7 hari lalu

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 10 Juni 2024, usai rapat persiapan perayaan HUT ke-79 RI di IKN. TEMPO/Daniel A. fajri
Menko PMK Berharap Pesantren Bukan Cuma Bisa Cetak Santri, Tapi...

Pesantren sebagai lembaga pendidikan harus turut memberikan pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, bukan hanya memberikan ilmu agama.


Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Tersangka Pencabulan Santriwati Ditangkap Polisi, Sempat Kabur Sebulan

16 hari lalu

Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Tersangka Pencabulan Santriwati Ditangkap Polisi, Sempat Kabur Sebulan

Hasil penyelidikan sementara, terdapat empat santriwati yang menjadi korban pencabulan santriwati ini, satu di antaranya diduga disetubuhi.


85 Tahun Berdiri, Pondok Pesantren Darunnajah Cetak Puluhan Ribu Alumni Berkualitas

31 hari lalu

85 Tahun Pondok Pesantren Darunnajah, Ulujami, Jakarta Selatan, telah memberikan dedikasinya kepada negeri. /ISTIMEWA
85 Tahun Berdiri, Pondok Pesantren Darunnajah Cetak Puluhan Ribu Alumni Berkualitas

Pondok Pesantren Darunnajah telah berdiri 85 tahun lamanya demi mencetak alumni yang berdedikasi pada bangsa dan agama.


Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Santriwati Kabur

40 hari lalu

Ilustrasi pencabulan. Shutterstock
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Santriwati Kabur

Pimpinan Ponpes di Lombok Barat menghilang setelah pondok pesantrennya dirusak massa karena marah atas kasus pelecehan seksual.


Profil Nahdlatul Wathan, Organisasi Massa Islam Pertama Bangun Ekosistem di IKN

41 hari lalu

Peletakan batu pertama pembangunan kompleks Nahdlatul Wathan di Buluminung, Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu, 5 Mei 2024, oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGKH Lalu Gede Zainuddin Atsani. Foto: Nahdlatul Wathan
Profil Nahdlatul Wathan, Organisasi Massa Islam Pertama Bangun Ekosistem di IKN

Nahdlatul Wathan (NW) menjadi organisasi massa Islam pertama yang membangun ekosistem di Ibu Kota Nusantara (IKN). Begini profilnya?


Pondok Pesantren di Lombok Barat Dirusak Warga, Diduga Terjadi Pelecehan Santriwati

45 hari lalu

Ilustrasi kekerasan seksual. Freepik.com
Pondok Pesantren di Lombok Barat Dirusak Warga, Diduga Terjadi Pelecehan Santriwati

Pimpinan pondok pesantren NQW di Lombok Barat diduga melakukan pelecehan terhadap 5 santriwati


Sidang Praperadilan Panji Gumilang Soal TPPU, Hadirkan Saksi dari Polisi dan Ahli

46 hari lalu

Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang mendatangi Mabes Polri untuk memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 1 Agustus 2023. Panji Gumilang diperiksa atas kasus dugaan penistaan agama, ujaran kebencian, berita bohong, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hingga penyalahgunaan uang zakat. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Sidang Praperadilan Panji Gumilang Soal TPPU, Hadirkan Saksi dari Polisi dan Ahli

Tim penasihat hukum menganggap prosedur penetapan tersangka terhadap Panji Gumilang tidak sah karena tidak menerima SPDP.


Sidang Lanjutan Praperadilan Panji Gumilang, Para Pihak Akan Sampaikan Bukti Hari Ini

48 hari lalu

Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang saat menjalani sidang perdana kasus penistaan agama di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Jawa Barat, Rabu, 8 November 2023. Panji Gumilang didakwa telah menyiarkan berita bohong hingga sengaja menerbitkan keonaran di tengah masyarakat. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Sidang Lanjutan Praperadilan Panji Gumilang, Para Pihak Akan Sampaikan Bukti Hari Ini

Sidang praperadilan yang diajukan pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Abdussalam Panji Gumilang dilanjutkan hari ini.


Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan Pimpinan Al Zaytun Panji Gumilang Digelar Hari Ini di PN Jaksel

52 hari lalu

Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang di Pengadilan Negeri Indramayu, Jawa Barat, Rabu, 20 Maret 2024. Foto: ANTARA/Fathnur Rohman
Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan Pimpinan Al Zaytun Panji Gumilang Digelar Hari Ini di PN Jaksel

Penyidik mempunyai bukti bahwa Panji Gumilang pada tahun 2019 telah menerima pinjaman dari bank sejumlah Rp 73 miliar.


Kasus TPPU Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang, Polisi Hitung Kerugian Negara

54 hari lalu

Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang saat menjalani sidang perdana kasus penistaan agama di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Jawa Barat, Rabu, 8 November 2023. Panji Gumilang didakwa telah menyiarkan berita bohong hingga sengaja menerbitkan keonaran di tengah masyarakat. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Kasus TPPU Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang, Polisi Hitung Kerugian Negara

Dari gelar perkara ditemukan indikasi ada perbuatan pidana penggelapan dan pencucian uang oleh Panji Gumilang.