Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jurus Yogyakarta Ajak Wisatawan Kenali Lebih Dekat Candi-candi Bersejarah

image-gnews
Pengunjung melihat pameran tentang pemugaran candi di Yogyakarta dalam event Dolan Candi, 10-11 Juni 2023. Dok. Istimewa
Pengunjung melihat pameran tentang pemugaran candi di Yogyakarta dalam event Dolan Candi, 10-11 Juni 2023. Dok. Istimewa
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebagian besar wisatawan mungkin hanya kenal dengan candi-candi besar seperti Prambanan dan Ratu Boko saat menyambangi Yogyakarta. Padahal, Yogyakarta merupakan surga dari puluhan candi kuno baik yang bercorak Hindu maupun Buddha. 

Untuk mem-branding keberadaan candi-candi yang masih kurang dikenal itu, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai Juni ini bertepatan Hari Purbakala pada 14 Juni, menggelar event Dolan Candi. Event itu dikemas dalam Festival Jogja Tempo Doeloe pada 10-11 Juni yang berlokasi di area Candi Kalasan, Sleman Yogyakarta.

"Candi Kalasan termasuk salah satu candi tertua dan tercantik di Pulau Jawa," kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi.

Penyelenggaraan festival di Candi Kalasan ini mengeksplorasi sebuah pesan yang tertera dalam Prasasti Kalasan berangka 778 Masehi. Dalam prasasti itu disebut Candi Kalasan merupakan candi yang dibuat Raja Tejapurnama Penangkarana atau Rakai Panangkaran untuk persembahan dan memuja Dewi Tara. 

Rakai Panangkaran merupakan trah Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu yang melangsungkan pernikahan dengan Dyah Pramodya Wardhani dari Wangsa Syailendra yang beragama Buddha. "Festival ini coba mengangkat peninggalan arkeologi dan sejarah korelasi Hindu -Buddha dari kisah candi itu," kata Dian.

Dian mengatakan Candi Kalasan dipilih juga karena menjadi salah satu dari sekian bantmyaj candi di Yogyakarta yang berlokasi atau berada di dekat permukiman warga. "Cukup banyak bangunan candi berada di lingkungan sekitar warga, tetapi nilai-nilai pentingnya belum dipresentasikan secara mudah, menyenangkan dan mampu memberikan kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Kesejahteraan masyarakat yang dimaksud, menurut Dian, tidak semata dimaknai secara materiil namun juga immateriil. "Bagaimana ketika tinggal didekat candi itu misalnya masyarakat merasa senang, nyaman, percaya diri berada pada kawasan penting pada masa lalu," ujarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Festival yang disambangi lebih dari 1.000 pengunjung per hari itu diisi antara lain dengan pagelaran wayang kulit lakon Joko Pengalasan dengan dalang Ki Aneng Kiswantoro. Selain itu, ada kegiatan mengasyikan lainnya, yaitu Jogja Heritage Track atau berkeliling candi candi sekitar Kalasan dengan bus khusus dengan dua trip per hari. Meliputi Candi Kalasan, Candi Sambisari, Candi Kedulan dan Candi Sari. 

Kemudian ada pula Pameran Pemugaran yang diampu Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X dan Bazaar Candi yang diikuti setidaknya 28 UMKM. Selain itu, ada Talkshow bertajuk Mengungkap Mitos, Sejarah dan Pelestarian di Candi Kalasan serta pertunjukkan musik dan tari, permainan interaktif serta lomba mewarnai anak.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid menuturkan keberadaan candi-candi di Sleman masih menjadi daya pikat utama kunjungan wisata melalui penyelenggaraan event di dalamnya."M "Salah satunya lewat penyelenggaraan event Sleman Temple Run yang rutenya melintasi candi-candi, yang tiap tahunnya diikuti peserta berbagai negara," kata dia.

Sleman Temple Run 2023 sendiri bakal digelar November mendatang. Yang melintasi Candi Banyunibo, Candi Ijo, Candi Miri, Spot Riyadi, Candi Sojiwan, Candi Ratu Boko, dan Candi Barong.

Pilihan Editor: Menjelang Waisak Mengenal Candi Buddha di Jawa Tengah dari Candi Borobudur hingga Candi Plaosan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Jalur Trail dan Offroad Area Kaliadem Lereng Gunung Merapi Yogyakarta Diportal, Ini Penyebabnya

49 menit lalu

Akses jalur trail dan offroad di Kaliadem lereng Gunung Merapi, Yogyakarta, diportal. Dok.istimewa
Jalur Trail dan Offroad Area Kaliadem Lereng Gunung Merapi Yogyakarta Diportal, Ini Penyebabnya

Jalur di kawasan wisata Kaliadem ini sering digunakan untuk kegiatan track motor dan offroad yang tidak terkontrol.


Libur Sekolah, Bantul Yogyakarta Siapkan Sejumlah Event di Destinasi Wisata

18 jam lalu

Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. (TEMPO/Pribadi Wicaksono)
Libur Sekolah, Bantul Yogyakarta Siapkan Sejumlah Event di Destinasi Wisata

Musim liburan sekolah 2024 menjadi salah satu momen untuk peningkatan jumlah wisatawan ke Bantul, Yogyakarta.


Yogyakarta Menuju Puncak Kemarau, Waspada Potensi Kebakaran di Perbukitan dan Pegunungan

20 jam lalu

Bukit Klangon lereng Gunung Merapi Sleman Yogyakarta. Tempo | Pribadi Wicaksono
Yogyakarta Menuju Puncak Kemarau, Waspada Potensi Kebakaran di Perbukitan dan Pegunungan

Hampir semua wilayah di kabupaten DI Yogyakarta, memiliki area perbukitan - pegunungan, yang rentan terjadi kebakaran lahan.


10 Perusahaan asal Indonesia Berpartisipasi dalam Pameran Automechanika Ho Chi Minh City 2024

1 hari lalu

Duta Besar RI untuk Viet Nam, Denny Abdi meresmikan Pavilion Indonesia pada acara Automechanika Ho Chi Minh City 2024 pada Kamis 20 Juni 2024. Sumber: dokumen Kementerian Luar Negeri RI
10 Perusahaan asal Indonesia Berpartisipasi dalam Pameran Automechanika Ho Chi Minh City 2024

Indonesia menjadi satu dari 23 negara dan wilayahi yang berpartisipasi pada pameran ke-6 Automechanika Ho Chi Minh 2024.


Timbunan Sampah di Yogyakarta Capai 5 Ribu Ton, Pemda : Sudah Darurat

1 hari lalu

Tumpukam sampah di tengah pembatas jalan Affandi atau Gejayan Kota Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Timbunan Sampah di Yogyakarta Capai 5 Ribu Ton, Pemda : Sudah Darurat

Volume timbunan sampah di Yogyakarta kian memprihatinkan pasca TPA Piyungan ditutup permanen awal Mei 2024 lalu.


Puluhan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Di 4 Titik Pantai Gunungkidul

1 hari lalu

Petugas pantai di Gunungkidul mengobati wisatawan tersengat ubur-ubur. Dok.istimewa
Puluhan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Di 4 Titik Pantai Gunungkidul

Puluhan wisatawan di kawasan pantai selatan Gunungkidul Yogyakarta tersengat ubur-ubur Minggu 23 Juni 2024.


Seniman Patung Gabriel Aries Gelar Pameran Poetical Urgency di Lawangwangi Bandung

1 hari lalu

Pameran tunggal seniman patung Gabriel Aries di Galeri Lawangwangi Bandung, 22 Juni-29 Juli 2024. Foto:  TEMPO| ANWAR SISWADI.
Seniman Patung Gabriel Aries Gelar Pameran Poetical Urgency di Lawangwangi Bandung

Seniman patung, Gabriel Aries menggelar pameran dengan mengolah karyanya yang menghubungkan material alami dengan resin.


Menjajal Packrafting Menantang Arus Kali Papah di Kulon Progo

2 hari lalu

Para pengunjung packrafting di Kali Papah, Kulon Progo, DI Yogyakarta (ANTARA/Fitra Ashari)
Menjajal Packrafting Menantang Arus Kali Papah di Kulon Progo

Beda dengan rafting atau arung jeram biasa, packrafting mengajak pengunjung mengarungi Kali Papah Kulon Progo menggunakan perahu karet.


Taman Aglaonema yang Diklaim Terbesar di Dunia Diresmikan di Puri Mataram Yogyakarta

2 hari lalu

Taman Aglaonema di Puri Mataram Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Taman Aglaonema yang Diklaim Terbesar di Dunia Diresmikan di Puri Mataram Yogyakarta

Total ada sebanyak 90.000 tanaman aglaonema yang terdiri dari 209 spesies di Taman Aglaonema Sleman, Yogyakarta.


Festival Kampung Wisata Yogyakarta Dimulai, Berkonsep Pasar Malam Meriah

3 hari lalu

Permainan pasar malam seperti bianglala hadir dalam Festival Kampung Wisata Kota Yogyakarta yang dikonsep dengan pasar malam. Dok. Istimewa
Festival Kampung Wisata Yogyakarta Dimulai, Berkonsep Pasar Malam Meriah

Wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta akhir pekan ini bisa menyaksikan Festival Kampung Wisata yang digelar 21 hingga 23 Juni 2024.