Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengenal Jembatan Kaca Seruni Point, Ikon Baru Gunung Bromo

Editor

Erwin Prima

image-gnews
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau jembatan gantung kaca di Seruni Point Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru, Probolinggo, Jawa Timur, Rabu, 15 Februari 2023. Kementerian PUPR membangun jembatan sepanjang 120 meter yang dapat menampung 100 orang tersebut bertujuan untuk menunjang perkembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat di kawasan Bromo. Instagram/Khofifah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau jembatan gantung kaca di Seruni Point Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru, Probolinggo, Jawa Timur, Rabu, 15 Februari 2023. Kementerian PUPR membangun jembatan sepanjang 120 meter yang dapat menampung 100 orang tersebut bertujuan untuk menunjang perkembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat di kawasan Bromo. Instagram/Khofifah
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Jawa Timur memiliki objek wisata baru, yakni jembatan kaca. Objek wisata itu telah diresmikan pada akhir 2022 dan menjadi bagian dari objek wisata Gunung Bromo.

Jembatan Kaca Bromo yang membentang di Bukit Seruni Point merupakan salah satu objek wisata baru yang ada di kawasan wisata Gunung Bromo. Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Probolinggo, jembatan kaca ini merupakan jembatan kaca pertama yang ada di Indonesia, membentang sejauh 120 meter, dengan lebar 1,8 meter dan 3 meter, jembatan ini membantu pengguna untuk dapat berjalan di atas jurang sedalam 80 meter.

Dengan menggunakan sistem penyangga tiang bor dan sumuran, Jembatan Kaca Bromo memiliki struktur bangunan fisik yang kokoh. Selain itu, jembatan juga ditunjang oleh sistem struktur lantai atau dek jembatan gantung yang menggunakan kaca pengaman berlapis atau laminated glass dan terdiri dari dua lembar kaca atau lebih. Ditambah lagi sistem perekatan jembatan kaca yang menggunakan satu atau lebih lapisan laminasi atau interlayer dengan ketebalan total mencapai 25,55 mm.

Keamanan pengunjung menjadi prioritas utama. Jembatan Kaca Bromo dilengkapi dengan double protection steel yang terdiri dari baja galvanis dilapisi dengan cat epoxy, yang membuat jembatan kaca tersebut tahan terhadap karat. Dengan spesifikasi yang demikian, Jembatan Kaca Bromo sanggup menahan beban hingga 9 ton dan mampu menampung 100 orang secara bersamaan. Oleh karena itu, dalam mengunjungi objek wisata tersebut pengunjung tidak perlu takut karena keamanan merupakan prioritas bagi pengelola tempat wisata.

Gunung Bromo sendiri adalah salah satu objek wisata terkenal di Indonesia. Terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Gunung Bromo menawarkan pemandangan yang spektakuler dan mengagumkan. Bagi para wisatawan yang menyukai alam dan petualangan, Gunung Bromo merupakan destinasi yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif yang berada di tengah-tengah lautan pasir yang luas. Salah satu aktivitas yang paling populer bagi para wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo adalah menikmati matahari terbit di Bukit Penanjakan. Dari sana, pengunjung bisa melihat pemandangan yang sangat indah, yaitu matahari terbit di antara gunung-gunung yang mempesona.

Setelah menikmati matahari terbit, para wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bromo. Untuk mencapai kawahnya, kita perlu menaiki beberapa ratus anak tangga yang terbuat dari beton dan batu. Di kawah Gunung Bromo, kita bisa melihat pemandangan yang unik dan menakjubkan, yaitu asap yang keluar dari kawah dan jutaan bintang kecil di langit yang cerah.

Di sekitar Gunung Bromo, terdapat beberapa objek wisata menarik lainnya, seperti Padang Savana, Pasir Berbisik, dan Air Terjun Madakaripura. Padang Savana menawarkan pemandangan padang rumput yang luas dan indah, sedangkan Pasir Berbisik merupakan tempat di mana kita bisa mendengarkan suara angin yang bertiup di antara pasir. Air Terjun Madakaripura juga merupakan objek wisata yang menarik untuk dikunjungi, dengan air terjun yang indah dan suasana yang sejuk dan menyejukkan.

Secara keseluruhan, Gunung Bromo merupakan tempat yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Dengan pemandangan yang spektakuler dan aktivitas yang menarik, Gunung Bromo menjadi salah satu objek wisata yang paling populer di Indonesia.

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Musim Kemarau, Wisatawan Gunung Bromo Diminta Waspada Potensi Kebakaran Hutan

21 jam lalu

Sejumlah wisatawan mengunjungi Gunung Bromo pasca kebakaran di di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Pasuruan, Jawa Timur, Kamis 27 Juni 2024. Berdasarkan kalkulasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) luas lahan kebakaran bromo yang telah dipastikan padam pada Sabtu (22/6) tersebut diperkirakan mencapai 50 hektare. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Musim Kemarau, Wisatawan Gunung Bromo Diminta Waspada Potensi Kebakaran Hutan

Wisatawan di Gunung Bromo diminta tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu terjadinya karhutla seperti menyalakan api.


Rekomendasi Destinasi Wisata Alam di Jawa Timur, dari Pantai Hingga Gunung

2 hari lalu

Pantai Tiga Warna. shutterstock.com
Rekomendasi Destinasi Wisata Alam di Jawa Timur, dari Pantai Hingga Gunung

Dari Malang hingga Madura, hampir semuanya memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut rekomendasi destinasi wisata alam di Jawa Timur.


Hamparan "Salju" di Lautan Pasir Gunung Bromo

2 hari lalu

Hamparan padang sabana hijau Gunung Bromo, tertutup kristal putih terbentuk dari embun yang membeku. Dok. Balai Besar TNBTS
Hamparan "Salju" di Lautan Pasir Gunung Bromo

Hamparan padang sabana hijau Gunung Bromo, tertutup kristal putih terbentuk dari embun yang membeku


Kebakaran 50 Ha Lahan di Bromo, BNPB: Api Menyebar Cepat di Hutan Kering

24 hari lalu

Foto udara kondisi Gunung Batok yang terbakar di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu, 22 Juni 2024. Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhut) TNBTS bersama tim gabungan dari masyarakat, TNI dan Polri masih berusaha melakukan pemadaman api di Gunung Batok, penyebab kebakaran kawasan tersebut masih dalam proses penyelidikan. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Kebakaran 50 Ha Lahan di Bromo, BNPB: Api Menyebar Cepat di Hutan Kering

Api sudah melahap 50 Ha lahan di Gunung Batok, Taman Nasional Bromo. Tim gabungan masih memastikan penyebab kebakaran tersebut.


Kebakaran Lahan di Kawasan Gunung Bromo: Ingatkan Kembali Peristiwa 6 September 2023

26 hari lalu

Pemandangan Gunung Bromo dari Penanjakan 1 pada Kamis, 13 Juni 2024. TEMPO/Supriyantho Khafid
Kebakaran Lahan di Kawasan Gunung Bromo: Ingatkan Kembali Peristiwa 6 September 2023

Kebakaran di kaki gunung Bromo tersebut terjadi sejak Selasa, 18 Juni malam yan terjadi hingga Kamis 20 Juni 2024 lalu.


Asal Usul Ritual Yadnya Kasada di Gunung Bromo

29 hari lalu

Masyarakat Suku Tengger  melarung kambing ke kawah Gunung Bromo dalam rangka perayaan Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Selasa, 7 Juli 2020.Perayaan Yadnya Kasada merupakan bentuk ungkapan syukur dan penghormatan kepada leluhur masyarakat Suku Tengger dengan cara melarung sesaji berupa hasil bumi dan ternak ke kawah Gunung Bromo. ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Asal Usul Ritual Yadnya Kasada di Gunung Bromo

Ritual Yadnya Kasada di Gunung Bromo terkait dengan keturunan Raja Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit yang tinggal di pegunungan Bromo


Mengenal Makna Ritual Yadnya Kasada di Gunung Bromo

29 hari lalu

Masyarakat suku Tengger melarung ayam ke kawah Gunung Bromo saat perayaan Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, 26 Juni 2021. Ritual ini tetap digelar di tengah pandemi Covid-19. Foto: Aris Novia Hidayat
Mengenal Makna Ritual Yadnya Kasada di Gunung Bromo

Yadnya Kasada, ritual melarung hasil bumi di Gunung Bromo dilakukan sebagai ungkapan syukur terhadap sang pencipta atas nikmat yang diberikan.


2 Alasan Gunung Bromo Ditutup Sementara untuk Wisatawan

29 hari lalu

Warga memperoleh sesaji persembahan berupa seekor kambing saat perayaan Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur 26 Juni 2021. Perayaan tahun ini hanya dikhususkan bagi warga suku Tengger dan tertutup untuk wisatawan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. Foto: Aris Novia Hidayat
2 Alasan Gunung Bromo Ditutup Sementara untuk Wisatawan

Kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur ditutup sementara dari aktivitas wisatawan pada periode 21-24 Juni 2024.


Menunggu Matahari Terbit di Penanjakan 1 Bromo

30 hari lalu

Pemandangan matahari Terbit di Penanjakan 1 Bromo, Kamis, 13 Juni 2024. TEMPO/Supriyantho Khafid
Menunggu Matahari Terbit di Penanjakan 1 Bromo

Penanjakan 1 merupakan salah satu spot terbaik menikmati sunrise di kawasan Bromo.


Gunung Bromo Ditutup untuk Wisatawan pada 21-24 Juni, Ada Upacara Yadnya Kasada

30 hari lalu

Warga berebut sesaji yang dilempar oleh masyarakat Suku Tengger ke kawah Gunung Bromo pada Upacara Yadnya Kasada di Desa Ngadisari, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis 16 Juni 2022. Upacara Kasada merupakan upacara adat masyarakat Suku Tengger sebagai bentuk ucapan syukur kepada Sang Hyang Widi sekaligus meminta berkah dan menjauhkan dari malapetaka. ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Gunung Bromo Ditutup untuk Wisatawan pada 21-24 Juni, Ada Upacara Yadnya Kasada

Selain upacara Yadnya Kasada, penutupan Gunung Bromo juga dilakukan untuk pemulihan ekosistem dan pembersihan kawasan.