Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sensasi Mengitari Jembatan Barelang di Atas Kapal Pancung

image-gnews
Pemandangan Jembantan 1 Barelang Kota Batam. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Pemandangan Jembantan 1 Barelang Kota Batam. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Iklan

TEMPO.CO, Batam - Banyak destinasi wisata yang bisa dinikmati ketika berkunjung ke Jembatan Barelang Kota Batam mulai dari berfoto ria, hingga menikmati jajanan jagung bakar di jembatan yang diberi nama 'Fisabilillah' itu. Namun, ada satu atraksi wisata yang jarang di ketahui pengunjung, yaitu jalan-jalan menggunakan perahu kayu mengitari jembatan yang memiliki panjang 642 meter itu.

Belakangan atraksi ini mulai banyak dinikmati wisatawan. Lokasi kapal pancung ini berada di sebelah kanan bawah jembatan.

Di bawah jembatan sudah berlabuh beberapa kapal pancung. Sebelumnya, kapal tersebut menjadi tranportasi masyarakat Batam untuk berangkat ke pulau sekitar. Sekarang tidak hanya sebagai tranportasi antar pulau, kapal itu juga digunakan membawa wisatawan keliling di bawah jembatan Barelang. 

Sesampai di bawah jembatan, pengunjung akan ditawari untuk menggunakan jasa para pemilik kapal mengelilingi jembatan. Pengunjung hanya perlu membayar Rp 25 ribu satu orang. Satu kapal bisa diisi sekitar 8 penumpang.

Pemandangan di atas kapal pancung berlatarkan laut, jembatan Barelang dan birunya lagit cukup mempesona. Selain itu, angin laut yang sepoi-sepoi menambah kenikmatan atraksi satu ini. "Silakan foto-foto," ujar Yuandri, tekong atau pembawa kapal pancung saat membawa beberapa wisatawan. 

Pemandangan diatas kapal pancung berlatarkan jembatan Barelang. TEMPO/Yogi Eka Sahputra

Yuandi yang akrab disapa Aan memberhentikan kapalnya tepat di posisi latar jembatan Barelang, laut dan langit yang biru. Momen tersebut tidak luput dari perhatian wisatawan yang ada di atas kapal dan mengabadikannya.

"Ramainya ketika akhir pekan, penghasilan bisa sampai Rp 500 ribu setiap hari," kata Aan sembari membantu wisatawan berfoto ria. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selang beberapa menit, Aan melanjutkan perjalanan menjauh dari jembatan melihat pohon mangrove yang terdapat di pulau-pulau kecil di sekitaran jembatan. Tidak hanya itu, Aan juga mengajak pengunjung melintas tepat di bawah jembatan ikonik Kota Batam itu. 

Posisi tersebut juga menjadi spot berfoto para pengunjung Jembatan Barelang. "Kalau hari biasa, bisa dapat Rp 200 ribu, itu pun tetap untung-untungan, kalau lagi sepi tidak ada sama sekali," kata Aan. 

Jalan-jalan menggunakan kapal pancung ini sudah dimulainya sebelum pandemi Covid-19. Saat pandemi, para penambang berhenti operasi karena tidak ada pengunjung. "Ini baru beberapa bulan yang lalu dimulai lagi," kata Aan.

Salah seorang wisatawan yang baru saja turun dari kapal milik Aan, Yeni mengaku senang mencoba hal baru ketika berkunjung ke Jembatan Barelang. Biasanya dirinya hanya berkunjung dibagian atas jembatan sambil menikmati jagung bakar. "Pemandangan juga bagus rupanya di bawah ini," kata dia.

Begitu juga yang dikatakan pengunjung lainnya, Dewi. "Aku pertama sih lihat jembatan Barelang satu dari bawah seperti ini, ternyata bagus juga," kata wisatawan yang berasal dari Bukittinggi itu. 

Baca juga: 6 Tempat Wisata Rekomendasi di Malang, Mau Alam atau Buatan?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Destination Thailand Visa Peluang Digital Nomad dan Wisatawan Tinggal Lebih Lama

2 hari lalu

Phang Nga, Thailand. Unsplash.com/Marrti Salmi
Destination Thailand Visa Peluang Digital Nomad dan Wisatawan Tinggal Lebih Lama

Thailand memperkenalkan Destination Thailand Visa atau DTV, yang memungkinkan digital nomad serta wisatawan tinggal lebih lama


NeutraDC Ungkap Potensi Ekonomi Digital Batam

2 hari lalu

CEO NeutraDC, Andreuw Th.A.F (kedua dari kiri) saat menjadi panelis dalam perhelatan forum internasional, Batam Interconnect World 2024 yang digelar di Marriot Batam Harbour Bay, Senin 15 Juli 2024. Dok. Telkom
NeutraDC Ungkap Potensi Ekonomi Digital Batam

Dukung penerapan teknologi hijau dan solusi berkelanjutan, Telkom hadirkan data center berkelanjutan.


Wisata Pantai Teluk Mata Ikan Batam Tercemar Proyek Pembangunan PDN Kominfo

3 hari lalu

Lumpur bekas cut and fill proyek PDN Kominfo mencemari Pantai Teluk Mata Ikan, di Nongsa Batam, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Wisata Pantai Teluk Mata Ikan Batam Tercemar Proyek Pembangunan PDN Kominfo

Pelaku pariwisata destinasi Pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa, Kota Batam mengeluhkan dampak lingkungan dari pembangunan proyek Kominfo


Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Rampung, Ini Tarifnya Sekarang

3 hari lalu

Suasana Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta di malam hari. Tempo/Pribadi Wicaksono
Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Rampung, Ini Tarifnya Sekarang

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta telah selesai direvitalisasi selama tiga bulan terakhir, dari April hingga Juni 2024 lalu.


Venesia Berencana Menaikkan Pajak Turis Harian Tahun 2025

3 hari lalu

Gondola di Kanal Venesia (Pixabay)
Venesia Berencana Menaikkan Pajak Turis Harian Tahun 2025

Venesia baru saja memberlakukan pajak wisatawan harian selama April-Juli 2024, dan berencana menaikkan besarannya tahun depan


Polisi Grebek Rumah Penampungan Pekerja Migran Ilegal di Batam

5 hari lalu

Jajaran Polda Kepri grebek rumah penampungan yang berada di kawasan Nongsa Kota Batam, Provinsi Kepri. Foto Polda Kepri
Polisi Grebek Rumah Penampungan Pekerja Migran Ilegal di Batam

Sebanyak 8 Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural yang hendak bekerja ke Malaysia diamankan dari rumah penampungan di Sambau, Kecamatan Nongsa.


Baru Pertama Kali Traveling ke Korea, Ini Hal yang Paling Penting Dilakukan

6 hari lalu

Istana Gyeongbokgung di Korea Selatan. Unsplash.com/Yeojin Yun
Baru Pertama Kali Traveling ke Korea, Ini Hal yang Paling Penting Dilakukan

Korea selalu memiliki daya tarik untuk dijelajahi, dari keragaman budaya, lokasi syuting drama Korea dan musik K-pop hingga festival


Houthi Akui Serang Sebuah Kapal Dua Kali, Ini Penyebabnya

6 hari lalu

Tentara Yaman dan milisi Houthi menyerang kapal yang berhubungan dengan Israel di Laut Hitam. Irna news
Houthi Akui Serang Sebuah Kapal Dua Kali, Ini Penyebabnya

Juru bicara Houthi mengatakan operasi kelompok itu akan terus berlanjut sampai serangan Israel terhadap warga Palestina di Gaza disetop


5 Tips Menghindari Bali Belly: Panduan Sehat Berwisata di Bali

6 hari lalu

Wisatawan mancanegara saat mengunjungi Ubud Food Festival di Taman Kuliner Ubud, Gianyar, Bali, Kamis, 30 Mei 2024 (ANTARA)
5 Tips Menghindari Bali Belly: Panduan Sehat Berwisata di Bali

Bali Belly sebetulnya adalah penyait biasa yang dapat dicegah dan mudah disembuhkan.


Gaet Wisatawan Indonesia, Hallyu Tourism Festival Perkenalkan Destinasi di Drakor

7 hari lalu

Direktur Korea Tourism Organization Jakarta Office, Kim Jisun, saat media gathering Hallyu Tourism Festival di Jakarta, Kamis, 11 Juli 2024. TEMPO/Yunia Pratiwi
Gaet Wisatawan Indonesia, Hallyu Tourism Festival Perkenalkan Destinasi di Drakor

Korea Tourism Organization gencar mempromosikan destinasi hallyu untuk menggaet wisatawan terutama dari Indonesia