Sensasi Mengitari Jembatan Barelang di Atas Kapal Pancung

Pemandangan Jembantan 1 Barelang Kota Batam. TEMPO/Yogi Eka Sahputra

TEMPO.CO, Batam - Banyak destinasi wisata yang bisa dinikmati ketika berkunjung ke Jembatan Barelang Kota Batam mulai dari berfoto ria, hingga menikmati jajanan jagung bakar di jembatan yang diberi nama 'Fisabilillah' itu. Namun, ada satu atraksi wisata yang jarang di ketahui pengunjung, yaitu jalan-jalan menggunakan perahu kayu mengitari jembatan yang memiliki panjang 642 meter itu.

Belakangan atraksi ini mulai banyak dinikmati wisatawan. Lokasi kapal pancung ini berada di sebelah kanan bawah jembatan.

Di bawah jembatan sudah berlabuh beberapa kapal pancung. Sebelumnya, kapal tersebut menjadi tranportasi masyarakat Batam untuk berangkat ke pulau sekitar. Sekarang tidak hanya sebagai tranportasi antar pulau, kapal itu juga digunakan membawa wisatawan keliling di bawah jembatan Barelang. 

Sesampai di bawah jembatan, pengunjung akan ditawari untuk menggunakan jasa para pemilik kapal mengelilingi jembatan. Pengunjung hanya perlu membayar Rp 25 ribu satu orang. Satu kapal bisa diisi sekitar 8 penumpang.

Pemandangan di atas kapal pancung berlatarkan laut, jembatan Barelang dan birunya lagit cukup mempesona. Selain itu, angin laut yang sepoi-sepoi menambah kenikmatan atraksi satu ini. "Silakan foto-foto," ujar Yuandri, tekong atau pembawa kapal pancung saat membawa beberapa wisatawan. 

Pemandangan diatas kapal pancung berlatarkan jembatan Barelang. TEMPO/Yogi Eka Sahputra

Yuandi yang akrab disapa Aan memberhentikan kapalnya tepat di posisi latar jembatan Barelang, laut dan langit yang biru. Momen tersebut tidak luput dari perhatian wisatawan yang ada di atas kapal dan mengabadikannya.

"Ramainya ketika akhir pekan, penghasilan bisa sampai Rp 500 ribu setiap hari," kata Aan sembari membantu wisatawan berfoto ria. 

Selang beberapa menit, Aan melanjutkan perjalanan menjauh dari jembatan melihat pohon mangrove yang terdapat di pulau-pulau kecil di sekitaran jembatan. Tidak hanya itu, Aan juga mengajak pengunjung melintas tepat di bawah jembatan ikonik Kota Batam itu. 

Posisi tersebut juga menjadi spot berfoto para pengunjung Jembatan Barelang. "Kalau hari biasa, bisa dapat Rp 200 ribu, itu pun tetap untung-untungan, kalau lagi sepi tidak ada sama sekali," kata Aan. 

Jalan-jalan menggunakan kapal pancung ini sudah dimulainya sebelum pandemi Covid-19. Saat pandemi, para penambang berhenti operasi karena tidak ada pengunjung. "Ini baru beberapa bulan yang lalu dimulai lagi," kata Aan.

Salah seorang wisatawan yang baru saja turun dari kapal milik Aan, Yeni mengaku senang mencoba hal baru ketika berkunjung ke Jembatan Barelang. Biasanya dirinya hanya berkunjung dibagian atas jembatan sambil menikmati jagung bakar. "Pemandangan juga bagus rupanya di bawah ini," kata dia.

Begitu juga yang dikatakan pengunjung lainnya, Dewi. "Aku pertama sih lihat jembatan Barelang satu dari bawah seperti ini, ternyata bagus juga," kata wisatawan yang berasal dari Bukittinggi itu. 

Baca juga: 6 Tempat Wisata Rekomendasi di Malang, Mau Alam atau Buatan?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






WNA Tidak Bayar Denda Tilang Elektronik, Polda Kepri Punya Penangkalnya

17 jam lalu

WNA Tidak Bayar Denda Tilang Elektronik, Polda Kepri Punya Penangkalnya

Integrasi data Polri dan Imigrasi dapat mencegah WNA yang kena tilang elektronik tapi mangkir dari kewajiban membayar denda.


Berendam di Talaga Bodas, Garut, Tiket Masuk dan Waktu Terbaik Berkunjung

18 jam lalu

Berendam di Talaga Bodas, Garut, Tiket Masuk dan Waktu Terbaik Berkunjung

Di kolamn yang disediakan di Talaga Bodas, pengunjung bisa berendam di air yang mengandung belerang, bagus untuk mengobati beragam penyakit kulit.


Kepagian di Stasiun Tugu, Bisa Numpang Mandi Mewah dan Nitip Barang di Shower & Locker

1 hari lalu

Kepagian di Stasiun Tugu, Bisa Numpang Mandi Mewah dan Nitip Barang di Shower & Locker

Untuk menggunakan Shower & Locker di Stasiun Tugu Yogyakarta, pengunjung dapat membayar dengan nominal khusus.


Kunjungan Turis Meningkat 364,31 Persen, Paling Banyak dari Malaysia

2 hari lalu

Kunjungan Turis Meningkat 364,31 Persen, Paling Banyak dari Malaysia

Data BPS menunjukkan jumlah wisatawan asing atau turis yang masuk ke Indonesia mencapai 678,5 ribu pada Oktober 2022.


Jember Mini Zoo Ingin Jadi Lembaga Konservasi Eduwisata

2 hari lalu

Jember Mini Zoo Ingin Jadi Lembaga Konservasi Eduwisata

Saat ini, Jember Mini Zoo memiliki koleksi satwa sebanyak 300 ekor dengan 40 macam spesies.


Wisata Kuliner di Ang Mo Kio Singapura, Sistemnya Self Service

3 hari lalu

Wisata Kuliner di Ang Mo Kio Singapura, Sistemnya Self Service

Ang Mo Kio ini terletak di bagian utara tengah Singapura. Lokasinya sangat mudah dijangkau dengan MRT.


Saat Unta di Qatar Harus Bekerja Keras Layani Wisatawan Piala Dunia 2022

3 hari lalu

Saat Unta di Qatar Harus Bekerja Keras Layani Wisatawan Piala Dunia 2022

Qatar diperkirakan kedatangan satu juta wisatawan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2022.


Pesona Keindahan Lembah Tepus di Bogor, Air Terjun Bertingkat dan Biru Jernih

3 hari lalu

Pesona Keindahan Lembah Tepus di Bogor, Air Terjun Bertingkat dan Biru Jernih

Daya tarik utama dari Lembah Tepus adalah air terjun bertingkatnya yang mempunyai air biru jernih.


8 Kapal di Kepulauan Seribu Melanggar Wilayah Penangkapan dan Tanpa Surat Izin

4 hari lalu

8 Kapal di Kepulauan Seribu Melanggar Wilayah Penangkapan dan Tanpa Surat Izin

Dinas Kelautan DKI mendapati delapan kapaldi Kepulauan Seribu yang melanggar aturan penangkapan dan tanpa dilengkapi surat izin.


Pergub Soal Pengelolaan Taman Nasional Komodo Dicabut, Bagaimana Nasib Tarifnya?

4 hari lalu

Pergub Soal Pengelolaan Taman Nasional Komodo Dicabut, Bagaimana Nasib Tarifnya?

Sebelum ada pencabutan Pergub Nomor 85 Tahun 2022 mengenai pengelolaan Taman Nasional Komodo, Pemprov NTT sempat mendapat surat dari Menteri KLHK.