Mengenal Suku Korowai Papua, Tinggal di Pohon dan Gigi Anjing yang Berharga

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Human interest - Peserta perang antar suku di Festival Lembah Baliem, Wamena, Papua. Tempo/Rully Kesumaru

    Human interest - Peserta perang antar suku di Festival Lembah Baliem, Wamena, Papua. Tempo/Rully Kesumaru

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beragam suku yang tinggal di Papua. Yang umum dikenal adalah Suku Dani, Suku Asmat, Suku Amungme, Suku Moni, Suku Korowai, dan lainnya.

    Suku Korowai tinggal di Kabupaten Mappi, Papua. Suku ini memiliki karakter yang berbeda dari suku lainnya. Sebab, mereka tinggal di rumah-rumah pohon dan memiliki perhiasan yang unik. Rumah pohon sebagai tempat tinggal mereka bisa setinggi 50 meter dari permukaan tanah. Rumah itu disebut juga Rumah Tinggi.

    Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan, Suku Korowai terkenal dengan perhiasan berupa kalung dari gigi taring anjing. "Panjang kalung bervariasi, mulai dari 50 sentimeter, satu meter, bahkan ada yang dua meter," kata Hari Suroto kepada Tempo, Senin 16 November 2020.

    Rumah Tinggi yang ditempati oleh Suku Korowai di Mappi, Papua. Foto: Wikipedia

    Dari seekor anjing, warga Suku Korowai bisa memperoleh empat gigi taring. Gigi anjing diperoleh dengan cara menyimpan kepala anjing yang sudah mati pada sebuah pelepah sagu di tempat tersembuyi. "Kepala anjing ini dibiarkan begitu saja hingga gigi-giginya terlepas," kata Hari.

    Selanjutnya, mereka mengambil gigi taring dan melubangi bagian pangkalnya sebagai tempat memasukkan tali. Bagi Suku Korowai, gigi anjing merupakan barang berharga. Jika ada yang mencuri kepala anjing yang disimpan di tempat tersembunyi tadi, bisa berujung perkelahian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.