Soal Lonjakan Kasus Covid-19, Sultan HB X: Jangan Takut-Takuti Rakyat

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sultan Hamengkubuwono X menyatakan penutupan destinasi wisata di Yogyakarta tak efektif cegah virus corona, karena sudah sepi pengunjung. Hal tersebut ia nyatakan usai menggelar rapat terkait wabah virus corona, dengan bupati dan walikota se-DIY di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis 19 Maret 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Sultan Hamengkubuwono X menyatakan penutupan destinasi wisata di Yogyakarta tak efektif cegah virus corona, karena sudah sepi pengunjung. Hal tersebut ia nyatakan usai menggelar rapat terkait wabah virus corona, dengan bupati dan walikota se-DIY di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis 19 Maret 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat rekor baru perkembangan Covid-19 pada Sabtu, 19 September 2020.

    Di tengah kunjungan wisata yang mulai ramai belakangan ini, pada hari Sabtu terdapat penambahan 74 kasus baru positif Covid-19 di DIY. Penambahan tersebut, membuat total kasus positif Covid-19 di DIY menjadi 2.111 kasus.

    Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (Sultan HB X) mengatakan tambahan kasus dalam sehari tak perlu dipermasalahkan, "Ora popo, nak positif ya neng rumah sakit (tidak apa-apa, kalau positif Covid-19 ya dirawat di rumah sakit)," ujar Sultan di Yogyakarta, Sabtu, 19 September 2020.

    Ditanya apakah ada kebijakan khusus untuk meredam lonjakan kasus itu, Sultan menilai tak ada kebijakan lain, "Tidak bisa (kebijakan baru), kita adaptasi saja, jangan menakut-nakuti (masyarakat)," ujar Sultan.

    Sultan menilai jika masyarakat terlalu takut menghadapi wabah ini, dampaknya bisa mempengaruhi sektor ekonomi dan akhirnya masyarakat di Yogyakarta bisa kesulitan mencari nafkah. "Rakyat bisa kelaparan, cari nafkah pun juga sakit," ujar Sultan.

    Sejumlah titik sebaran kasus Covid-19 di DIY belakangan, menyebar ke berbagai sektor. Kasus-kasus baru muncul, di antaranya menimpa pedagang kaki lima (PKL) di kawasan utama Malioboro serta sejumlah perkantoran seperti DPRD DIY, Kantor Urusan Agama (KUA), kecamatan, pasar tradisional, perbankan dan juga sentra kuliner.

    Untuk kasus Covid-19 di kawasan Malioboro, menewaskan seorang PKL serta menulari 10 orang kontak erat, Sultan menyatakan belum perlu kebijakan khusus untuk kawasan itu dalam operasionalnya, "Untuk Malioboro saya minta penerapan protokol kesehatannya ora lali (tidak lupa), itu saja," ujarnya.

    Sementara itu, juru bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan walau kasus hari ini terbilang paling tinggi sejak Covid-19 merebak, namun angka kesembuhan tetap berjalan.

    Hari ini terdapat penambahan 20 orang yang sembuh. Sedangkan untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia hari ini bertambah satu orang. Sehingga total kasus meninggal dengan status positif Covid-19 di DIY ada 54 orang.

    Sedangkan distribusi kasus hari ini berdasarkan domisili, Berty menyebut Kota Yogyakarta menyumbang 23 kasus, Kabupaten Bantul 8 kasus, Kabupaten Kulon Progo 9 kasus hari ini, Kabupaten Gunungkidul 1 kasus, Kabupaten Sleman dengan 32 kasus. Sementara masih dalam penelusuran 1 kasus. Sebagian besar kasus adalah hasil kontak tracing.

    Penertiban pengunjung yang tak memakai masker dalam bentuk penyitaan kartu tanda penduduk (KTP) di Malioboro terus digencarkan guna meminimalisir penularan Covid-19. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Pada Sabtu (19/9) Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengumumkan dua puskesmas yakni Puskesmas Wirobrajan dan Puskesmas Gedongtengen musti tutup sementara hingga pekan depan. Hal tersebut karena ada tenaga kesehatan pada masing-masing puskesmas yang terkonfirmasi positif Covid-19.

    "Untuk hari ini ada dua Puskesmas kami tutup untuk penyemprotan disinfektan, karena ada tenaga kesehatan yang terkena Covid-19," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin