Kopi Chuseyo, Kedai Para Penggemar K-Pop

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kopi K-pop di Kopi Chuseyo. Foto: Instagram kopichuseyo.id

    Kopi K-pop di Kopi Chuseyo. Foto: Instagram kopichuseyo.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Kopi Chuseyo muncul di tengah derasnya para penggemar K-Pop di Indonesia. Kedai tersebut mengangkat tema Korea Selatan, The Only K-Pop Hub in The Nation.

    Pendiri Kopi Chuseyo, Daniel Hermansyah mengatakan basis penggemar K-Pop menjadi pasar yang menguntungkan dalam bisnis tersebut. "Jumlah penggemar K-Pop berkembang pesat dan kita dapat menemukannya di seluruh kota di Indonesia," katanya, Kamis, 13 Agustus 2020.

    Menurut Daniel, para penggemar Korean Wave umumnya bersungguh-sungguh ketika menyukai sesuatu, bahkan mencintainya. "Mereka gemar mencoba berbagai hal baru bernuansa Korea, memiliki loyalitas, dan daya beli yang tinggi," ujarnya.

    Sebab itu, Kopi Chuseyo menjadi tempat berkumpul para penggemar K-Pop. Kali pertama Kopi Chuseyo berdiri di Gading Serpong, Tangerang, pada 2019. Kini Kopi Chuseyo telah memiliki 14 cabang diJakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Ada pula di Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Magelang, Surabaya dan Banjarmasin. "Bulan depan kami berencana buka di Samarinda," kata Daniel.

    Kopi K-pop di Kopi Chuseyo. Foto: Instagram kopichuseyo.id

    Daniel sedang mempersiapkan puluhan cabang baru Kopi Chuseyo. Pembukaan kedai kopi K-Pop ini, menurut dia, sempat tertunda karena pandemi Covid-19. "Target kami, hingga akhir tahun ini bisa membuka lebih dari 40 cabang Kopi Chuseyo di kota-kota besar," tuturnya.

    Kopi Chuseyo memiliki beragam menu minuman ala Korea Selatan. Ada yang kopi dan non-kopi. Daniel menjelaskan, Kopi Chuseyo hanya menggunakan espreso tanpa proses penampungan. "Setiap hari Kopi Chuseyo menawarkan beragam menu, seperti Dalgona Kopi," katanya. Menu tersebut dianggap spesial karena menggunakan resep asli Korea.

    Harga berbagai hidangan di Kopi Chuseyo sekitar Rp 19 ribu hingga Rp 29 ribu. Dalam sehari, setiap kedai menyuguhkan lebih dari seratus cangkir kopi. Di masa pandemi Covid-19 ini, minum di Kopi Chuseyo juga harus menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak fisik, dan menjaga kebersihan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.