Gaya Ngopi di Kafe Kisaku Raline Shah dan Tim, Bisa Sterilisasi Tumbler

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raline Shah berkolaborasi dengan Kisaku meluncurkan kopi pertama di Indonesia yang diracik dengan susu oat. dok. PR

    Raline Shah berkolaborasi dengan Kisaku meluncurkan kopi pertama di Indonesia yang diracik dengan susu oat. dok. PR

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat gaya orang ngopi di kafe berubah. Pengelola Kafe Kisaku berbagi cerita bagaimana mereka beroperasi di masa new normal pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

    Sempat tutup di awal pandemi Covid-19 merebak, Kafe Kisaku yang digagas oleh Raline Shah bersama Catherine Halim dan Lionel Hanjaya, kembali buka ketika pemerintah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Kafe Kisaku buka kembali dengan gaya berbeda.

    Dan amat terasa efek pandemi Covid-19 telah mengubah cara setiap orang berinteraksi sampai gaya ngopi di kafe. Jika sebelum pandemi Covid-19 pengunjung terbiasa berlama-lama di kedai kopi, sekarang banyak pelanggan memilih jasa pesan antar.

    Kafe Kisaku juga mempopulerkan kopi rumahan satu liter untuk disajikan di rumah masing-masing. Tersedia juga kopi layanan antar dengan 3 sajian. "Pertama botol personal yang rasanya sudah ditentukan oleh Kisaku lalu konsumen memilih sendiri varian yang diinginkan. Kedua konsumen bisa memilih sendiri campuran aneka rasa kopi dengan gaya versatile, dan ketiga kopi literan menjadi salah satu varian yang ingin berbagi kopi atau ngopi bareng keluarga di rumah," kata Lionel Hanjaya, Co-founder and Managing Partner Kisaku saat review eksklusif di Kafe Kisaku pada Selasa 21 Juli 2020.

    Pendiri Kisaku, dari kiri ke kanan : Lionel Hanjaya, Catherine Halim, Raline Shah, Dolly Hardjono, Rolline Shah. dok. PR

    Ada pula opsi tambahan bagi pelanggan yang ingin turut membantu menjaga lingkungan, dengan membawa tumbler sendiri. "Kami mengizinkan pelanggan membawa tumbler, selama boleh kami bantu untuk mensterilkan sebelum dipakai," kata Catherine Halim yang juga Co-founder dan Managing Partner Kisaku

    Pelayan Kafe Kisaku mencuci ulang tumbler pelanggan dengan sabun dan air mengalir. Mereka juga mensterilkan tumbler pelanggan dengan pemanasan dan penguapan dari mesin kopi. Dengan begitu, tumbler akan aman diisi ulang dan digunakan oleh pemilik. Dengan membawa tumbler sendiri, pelanggan Kafe Kisaku juga akan mendapat diskon tambahan sebesar 10 persen dari setiap pembelian minuman.

    Kisaku Series yang terdiri dari Iced Black, Iced Latte, Iced Kampoeng Latte, dan Iced Pandan Latte. TEMPO | Eka Wahyu Pramita

    Dalam menerapkan pembatasan sosial, pengelola Kafe Kisaku mengurangi separuh dari kapasitas total. Jumlah kursi yang bisa ditempati pelanggan dikurangi. Manajemen Kafe Kisaku juga menyediakan hand sanitizer, membersihkan ruangan menggunakan desinfektan secara teratur, dan mewajibkan pelanggan memakai masker.

    Seluruh barista dan pegawai Kafe Kisaku wajib bermasker pula, mencuci tangan setiap 30 menit, dan mengukur suhu tubuh dua kali per hari. "Melalui penerapan protokol kesehatan ini, kami berharap Kafe Kisaku tetap bisa menyajikan minuman kopi berkualitas dengan harga terjangkau bagi seluruh pelanggan, sembari membantu mencegah penyebaran Covid-19," ujar Catherine.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.