Wisata Kreatif Jakarta Ajak Pelancong Tur Virtual Makkah

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial Masjidil Haram saat ditutup sementara untuk pembersihan di Mekkah, Arab Saudi. Instagram/@Haramain_info,

    Foto aerial Masjidil Haram saat ditutup sementara untuk pembersihan di Mekkah, Arab Saudi. Instagram/@Haramain_info,

    TEMPO.CO, Jakarta - Tayangan video dalam layar ponsel atau komputer menampilkan gambaran Makkah, Arab Saudi. Layar juga menampilkan beberapa foto, tentang suasana perkotaan Makkah, saat tur virtual yang diadakan Wisata Kreatif Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2020. Tur virtual itu diminati sekitar 40 peserta.

    Tak cuma gambar Masjidilharam dan Ka'bah, tetapi juga Menara Jam Makkah dan Stasiun Kereta Cepat Haramain. "Menara jam itu sangat megah dan mewah sekali," kata Pendiri Wisata Kreatif Jakarta, Ira Lathief yang memandu tur virtual tersebut.

    Ira berbagi cerita pengalaman ketika umrah berkunjung ke Makkah pada 2013. Saat itu, ujar dia, belum ada Stasiun Kereta Cepat Haramain di Makkah. "Melalui wisata virtual ini untuk melihat seperti apa walaupun di dunia maya," tuturnya. Adapun operasional kereta cepat Haramain dimulai pada 2018.

    Layar menampilkan pemetaan wilayah Arab Saudi, sambil Ira menjelaskan tentang letak Makkah. "Penerbangan sekitar 10 jam dari Jakarta, sampai di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah," kata Ira sambil menceritakan pengalamannya. Dari Jeddah menuju Makkah menurut dia sekitar dua jam melalui jalur darat.

    Selanjutnya, tur virtual mulai menelusuri Masjidilharam, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Abraj Al Bait. Masjidilharam adalah tujuan ibadah haji umat Islam di seluruh dunia. Sementara Ka'bah berada di dalam Masjidilharam.

    Jabal Nur adalah sebuah gunung yang dipercaya umat Islam sebagai tempat Nabi Muhammad menerima wahyu. Kemudian Jabal Rahmah, sebuah bukit tempat pertemuan Adam dan Hawa.

    Abraj Al Bait adalah kawasan tempat Menara Jam Makkah atau Makkah Royal Clock Tower, bangunan tertinggi di dunia yang kedua, setelah Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab.

    "Kita bisa naik bayar Rp 600.000. Setimpal banget lihat pemandangan luar biasa," kata Ira.

    Ia menjelaskan, saat malam puncak menara itu memancarkan cahaya lampu. "Kalau menyala saat malam bisa kelihatan sampai 20 kilometer," ujarnya.

    Namun demikian, Ira sempat menjelaskan beberapa pandangan tentang proyek besar di sekitar Masjidilharam. Meski memiliki kesan mewah, namun kemegahan bangunan baru seperti gedung pencakar langit itu melepaskan aspek kesejarahan di sekitar Ka'bah.

    "Padahal pusat perhatian itu Ka'bah. Adanya gedung-gedung jadi komersialisasi banget," katanya.

    Seorang umat Muslim berada di puncak Jabal An Nur saat menjalankan ibadah Haji di kota suci Mekkah di Arab Saudi, 28 Agustus 2017. Jabal An Nur dipercaya sebagai tempat dimana turunnya pertama Wahyu Allah kepada Nabi Muhammad yakni di Gua Hira. REUTERS

    Selama pandemi virus corona (Covid-19), Wisata Kreatif Jakarta sementara waktu beralih platform tur virtual. Sebelum pandemi, komunitas pemandu wisata itu biasanya melakukan tur tematik di kawasan Jakarta, kadang juga di Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.

    "Karena pandemi hampir tiga bulan enggak ada aktivitas. Kami mulai tur virtual ini bisa ke luar kota, mancanegara," kata Ira.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.