Giliran Taiwan Menutup Langitnya Sementara untuk Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat akan mendarat di Bandara Taoyuan, Taiwan. Bandara ini akan mengarantina penumpang dari Korea Selatan. Foto: @taoyuanairport

    Sebuah pesawat akan mendarat di Bandara Taoyuan, Taiwan. Bandara ini akan mengarantina penumpang dari Korea Selatan. Foto: @taoyuanairport

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak maskapai penerbangan menangguhkan untuk sementara penerbangan ke Korea Selatan. Mereka bahkan mengembalikan harga tiket 100 persen kepada calon penumpang. Mengutip Chanel NewsAsia, Taiwan melarang sementara penerbangan dari dan ke Korea Selatan. Negeri itu juga membatasi wisatawan baru dari negeri itu.

    Mulai Senin (24/2) semua pelancong yang memasuki Taiwan dari Korea Selatan harus dikarantina selama 14 hari, karena meningkatnya wabah coronavirus di negara itu, kata Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC). 

    Menanggapi pengumuman tersebut, Tigerair Taiwan, anak perusahaan dari China Airlines Taiwan, mengatakan akan membatalkan semua penerbangan yang berangkat dari Taiwan ke Korea Selatan mulai Selasa (25/6).

    Sedangkan semua penerbangan kembali, akan beroperasi seperti biasa sampai Kamis (27/2), dengan pengecualian penerbangan Rabu (26/2) dari Pulau Jeju ke Taoyuan, yang telah dibatalkan, kata maskapai TigerAir Taiwan sebagaimana dinukil dari Focus Taiwan.

    Penerbangan pulang-pergi ke Korea Selatan dijadwalkan dilanjutkan pada 1 April, namun rute Incheon-Taoyuan akan dibuka kembali sehari kemudian, kata Tigerair. Penumpang yang penerbangannya dibatalkan dapat mengubah atau mengembalikan tiket mereka secara gratis sebelum pukul 21.00, pada 1 Maret, kata maskapai itu.

    Menindaklanjuti larangan pemerintah, EVA Airways, salah satu dari dua maskapai penerbangan terbesar Taiwan, mengatakan sebagian dari penerbangannya ke Incheon telah  dibatalkan, dan bahwa informasi tentang perubahan penerbangan akan tersedia di halaman informasi virus corona di situs web EVA Airways.

    Penumpang yang penerbangannya terkena dampak perubahan, bisa mendapatkan tiket gratis atau pengembalian uang sebelum Mei, kata maskapai itu.

    EVA Air juga akan membuat perubahan dalam layanan penerbangan dalam perjalanan ke dan dari Korea Selatan untuk memastikan kebersihan, termasuk menawarkan earphone dan serbet sekali, dan tidak menyediakan koran atau majalah.

    Selain itu, pramugari akan memeriksa suhu penumpang ketika tiba di dan berangkat, dan mereka akan mengenakan masker bedah dan sarung tangan di seluruh penerbangan, kata maskapai itu.

    Maskapai besar Taiwan lainnya, China Airlines, mengatakan akan membatalkan beberapa penerbangannya ke Korea Selatan tetapi belum merilis rincian spesifik tentang perubahan jadwal.

    Disebutkan bahwa para pelancong dengan tiket ke negara itu untuk penerbangan yang dijadwalkan sebelum Mei, yang dikeluarkan sebelum 24 Februari dapat mengubah atau meminta ganti uang mereka.

    Sementara itu, maskapai Korea Selatan terkemuka Korean Air dan Asiana Airlines pada Senin (24/2) mengumumkan, akan mengembalikan tiket penumpang tujuan Taiwan atau lokasi manapun dengan ganti 100 persen.

    Namun tawaran ini terbatas untuk tiket Korean Air yang dikeluarkan sebelum 28 Januari dengan tanggal keberangkatan dari 20 Januari hingga 25 April, dan untuk tiket Asiana Airlines yang diterbitkan sebelum 27 Januari dengan tanggal keberangkatan antara 24 Februari hingga 25 April.

    Petugas bandara internasional Taoyuan, Taiwan mengawasi penumpang yang datang melalui monitor. REUTERS/Pichi Chuang

    Scoot, anak perusahaan Singapore Airlines, mengatakan bahwa penumpang dengan tiket penerbangan ke Singapura, Jepang dan Korea Selatan mulai 23 Januari hingga 31 Maret, dapat mengubah tiket mereka secara gratis sebelum September.

    Wisatawan yang mengajukan pengembalian uang untuk tiket yang tidak digunakan, akan menerima voucher untuk digunakan membeli tiket, kata Scoot.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.