Taman-Taman Nasional yang Punya Lanskap Mengagumkan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman Nasional Grand Teton, Wyoming, AS. Foto: @nationalparkgeek

    Taman Nasional Grand Teton, Wyoming, AS. Foto: @nationalparkgeek

    TEMPO.CO, JakartaTaman nasional kerap menjadi paket lengkap berwisata atau one stop destination. Kerapkali di dalam taman nasional memiliki flora dan fauna langka, atau memiliki nilai sejarah yang tinggi, belum lagi budaya yang dimiliki masyarakat setempat. Namun, paling menarik yang membuat wisatawan jatuh hati pada pandangan pertama, adalah lanskapnya yang indah.

    Berikut taman-taman nasional yang indah, sebagaimana dirangkum dari msn.com.

    Taman Nasional Grand Teton, Wyoming, AS

    Pegunungan Rocky, di Grand Tetons setinggi 2.133 meter menjadi ikon dari lanskap Taman Nasional Grand Teton. Gunung dengan puncak es ini, tampak megah dipandang dari Jackson Hole Valley di Wyoming. Puncaknya diberi nama oleh trapper berbahasa Prancis yang menempuh perjalanan di wilayah tersebut di awal abad ke-19.

    Gunung Cradle-Taman Nasional Danau St Clair, Australia

    Taman Nasional Danau St Clair, Australia merupakan bagian dari Tasmanian Wilderness World Heritage Area. Taman ini memiliki beragam tumbuhan, termasuk padang rumput, hutan hujan, dan banyak tanaman purbakala. Taman ini juga menyediakan tempat tinggal untuk margasatwa, termasuk Tasmanian devil, quoll, platipus, echidna, dan beberapa spesies burung.

    Augrabies Falls National Park, Afrika Selatan. Foto: @sanparks

    Augrabies Falls National Park, Afrika Selatan

    Air terjun menjadi objek utama di Augrabies Falls National Park. Pemandangan spektakuer ini  terbentuk ketika Sungai Oranye meninggalkan dataran tinggi granit. Air terjun utama setinggi 184 kaki (56 meter). Saat banjir l,ebar air terjun bertambah beberapa mil, dengan 19 air terjun terpisah.

    Taman Nasional Manuel Antonio, Kosta Rika

    Taman Nasional Manuel Antonio merupakan taman nasional terkecil di Kosta Rika dengan luas 3 mil persegi (6,83 km persegi). Meskipun kecil, taman ini merupakan rumah untuk 109 spesies mamalia dan 184 spesies burung. Di taman ini terdapat sloth dengan leher cokelat dan tiga jari kaki, sloth Hoffmann dengan dua jari kaki, monyet mantled howler, monyet tupai Amerika Latin, monyet berkepala putih capuchin Panama, iguana, tukan, parkit, dan elang. Lumba-lumba dapat dilihat di sana, dan paus bermigrasi sesekali.

    Taman Nasional Fuji-Hakone-Izu, Jepang. Foto: @ lefrenchnomad

    Taman Nasional Fuji-Hakone-Izu, Jepang

    Gunung Fuji, gunung berapi tidur, pusat wisata di taman ini berjarak kurang dari dua jam dari Tokyo. Dengan ketinggian 12.388 kaki (3.776 meter), gunung indah ini menjadi wisata favorit artis selama berabad-abad.

    Taman Nasional Grand Canyon, Arizona, U.S.

    Jurang sepanjang 277 mil (446 km) dan lebar mencapai 18 mil (29 km). Membutuhkan  3-6 juta tahun erosi dari Sungai Colorado hingga membentuk ngarai; erosi berlanjut untuk mengubah konturnya.

    Taman Nasional Banff, Kanada

    Taman nasional pertama Kanada berupa lahan terjal pegunungan mencakup luas 2.564 mil persegi (6.641 km persegi) sepanjang lereng timur di Pegunungan Rocky. Lanskap yang indah berupa Danau Peyto, gundukan gletser yang dikenal karena warna biru kehijauan yang cerah.

    Lake District National Park, Inggris

    Taman nasional yang paling banyak dikunjungi di Britania Raya, dengan 16,4 juta pengunjung per hari, juga merupakan yang terbesar dari 13 taman nasional di Inggris dan Wales. Matahar terbit merupakan pemandangan terbaik di taman nasional ini.

    Airlander 10 di atas Grand Canyon. Kredit: Airlander/Daily Mail

    Taman Nasional Los Glaciares, Argentina

    Hampir setengah dari situs Warisan Dunia UNESCO ini tertutup dengan gletser. Taman ini mencakup area seluas 2.806 mil persegi (7.269 km persegi), membuatnya menjadi taman nasional terbesar di Argentina.

    Taman Nasional Sagarmatha, Nepal

    Taman merupakan rumah bagi Gunung Everest (Gunung Sagarmatha), puncak tertinggi dunia. Sagarmatha berasal dari bahasa Nepal yang berarti "langit" dan "kepala."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.