Melihat Proses Kelahiran Doraemon di Museum Fujiko F. Fujio

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patung-patung Doraemon di Museum Museum Fujiko F. Fujio. Foto: @fujikoffujiohometownartgallery

    Patung-patung Doraemon di Museum Museum Fujiko F. Fujio. Foto: @fujikoffujiohometownartgallery

    TEMPO.CO, Jakarta - Karakter animasi Doraemon kini telah berusia 50 tahun. Doraemon terkenal sebagai animasi yang memunculkan imajinasi tentang berbagai alat canggih dari kantong ajaib. Doraemon pun telah menjadi tontonan dalam layar televisi di Indonesia sejak pengujung tahun 1988.

    Sampai sekarang karakter Doraemon terus diminati. Traveloka Xperience pun kini menggunakan tema karakter Doraemon sebagai promosi. Untuk keperluan tersebut, Traveloka Xperience bermitra dengan Animation International pemegang lisensi resmi Doraemon di Indonesia.

    "Kalau ke Jepang ada Museum Fujiko F. Fujio. Itu Museum Doraemon di Jepang, belum banyak diketahui konsumen (Traveloka Xperience)," Pimpinan Pemasaran Traveloka Xperience Terry Santoso saat jumpa media, Senin, 2 Desember 2019.

    Museum Fujiko F. Fujio menyimpan foto Fujiko F. Fujio saat menggambar karakter Doraemon. Foto: @fujikoffujiohometownartgallery

    Direktur Regional Animation International Helena Irma mengatakan bahwa museum itu tak cuma sekadar memajang karakter Doraemon. "Ada cerita tentang ruang kerja (Fujiko F. Fujio) saat mencoba ide pertama kali menggambar Doraemon," tuturnya.

    Helena menjelaskan, bahwa Museum Fujiko F. Fujio memiliki sudut foto dalam taman bermain. "Kalau menonton film Doraemon taman bermain yang ada pipa-pipa itu," katanya.

    Suasana seperti itu yang ada di kawasan Museum Fujiko F. Fujio, yang mencoba menghadirkan sebagian cerita dalam animasi Doraemon. Ada pula ruang baca yang menyimpan komik Doraemon. Helena menambahkan, area museum itu juga memiliki kafe dengan menu bertema Doraemon.

    Museum Fujiko F. Fujio menyimpan komik-komik awal mengenai Doraemon. Foto: @fujikoffujiohometownartgallery

    "Ada dorayaki dan bermacam-macam menu makanan seperti yang ada dalam komik atau film," tuturnya.

    Menurut Helena, Museum Fujiko F. Fujio termasuk destinasi yang cukup diminati di Jepang. "Satu hari dibatasi kuota maksimal 300 orang pengunjung," katanya.

    Bila membeli tiket pun tak bisa langsung didapatkan di museum itu. "Tapi harus (pesan) beli tiket dulu, ada jam-jamnya," katanya.

    Museum Fujiko F. Fujio mulai dibuka pada 2011. Museum ini berada di Kawasaki, tak jauh dari Stasiun Noborito. "Dari stasiun bisa naik bus yang ada gambar karakter Doraemon," tuturnya.

    Helena menceritakan, tentang karakter Doraemon yang terus diminati sampai sekarang. "Doraemon itu memang dibuat bukan sebagai entertaining character (karakter yang menghibur). Tapi sebagai memorable character (karakter yang mudah diingat)," katanya.

    Ia mencontohkan, soal berbagai alat dari kantong ajaib. Menurut dia, Fujiko F. Fujio sengaja menggunakan karakter semacam itu untuk memicu imajinasi orang lain.

    Alat-alat yang digunakan Fujiko F. Fujio untuk menggambar Doraemon. Foto: @fujikoffujiohometownartgallery

    "Misalnya macet, orang mau ada baling-baling bambu, ingin liburan ada pintu ajaib Doraemon," katanya.

    Tak cuma itu, alur cerita pun dibuat untuk memberi nilai yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. "Ada nilai tentang harapan, pertemanan, kekeluargaan," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.