NTB Mengundang DNeX Investasi Wisata Halal

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perahu Flaoting di Pantai Kuta Mandalika, Lombok, NTB.

    Perahu Flaoting di Pantai Kuta Mandalika, Lombok, NTB.

    TEMPO.CO, Jakarta - Potensi wisata halal memang besar di Mandalika. Inilah yang mendorong Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah bertemu pengusaha anggota Dagang Nexchange Berhad (DNeX) dan Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM).

    Untuk mendukung pariwisata yang berkelanjutan, Zulkieflimansyah juga menemui para pengusaha di bidang energi, pengolaan sampah, industri pariwisata hingga perjalanan Umroh-Haji diajak investasi di NTB.  

    Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerirntah Provinsi (Pemprov) NTB Najamudin Amy menjelaskan, pertemuan tersebut yang berlangsung pada Jumat (23/8), di Kantor DPIM di kawasan Cyberjaya Selangor Malaysia.
     
    Zulkieflimansyah dalam pertemuan itu -- sebagaimana dituturkan Najamudin -- menyatakan bahwa NTB sangat terbuka dan menyambut baik setiap pengusaha yang tertarik berinvestasi di Lombok dan Sumbawa. Bahkan Pemprov NTB akan memfasilitasi infrastruktur dan kemudahan perizinan untuk setiap investor. “Kami ingin memperkenalkan NTB sebagai provinsi yang ramah bisnis dan investasi,'' katanya.
     
    Modal NTB dalam pariwisata memang kuat, yang memungkinkan bisnis turunan dari pariwisata juga turut tumbuh. Apalagi NTB diakui dunia  ebagai peraih predikat The World Best Halal Tourism Destination (Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia) sepanjang 2015 hingga 2019 dari berbagai lembaga nasional dan internasional, NTB disebutnya cocok dan akomodatif terhadap investor-investor Malaysia. ''Yang punya perhatian terhadap persoalan industri halal atau moslem-friendly,'' ujarnya.
     
    Potensi wisata halal NTB dan lingkup usaha DNeX jadi gayung bersambut. Investasi bisa diarahkan ke Gili Meno misalnya, pulau kecil cantik yang dikembangkan jadi pulau khusus untuk pulau keluarga, dalam terma moslem-friendly. Halal pharmacy juga ada pasarnya yang cukup besar dan potensial, baik di NTB maupun Indonesia secara umum.
     
    Selain itu, pariwisata tidak bisa dipisahkan dari persoalan pengelolaan sampah. Hal itu dikemukakan Zulkieflimansyah sebagai turunan konsekuensi logis industri pariwisata ke industri pengelolaan sampah. Portofolio sejumlah pengusaha DNeX dan DPIM di bidang pengelolaan sampah, bisa sejalan dengan kampanye program NTB sebagai zero waste province.
     
    Pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian dan prioritas kerja Pemprovi NTB. Banyak pilihan cara dan teknologi yang sudah dilakukan untuk menangani persoalan ini. Mulai dari sistem pemilahan dan daur ulang sampah melalui bank sampah, teknologi pyrolysis hingga black soldier fly (larva pasukan lalat hitam). 
     
    Pemangku Presiden DPIM, Mohammad Sahar Mat Din, yang sudah beberapa kali berkunjung ke NTB, menyatakan yakin dan bisa menjamin pernyataan Gubernur Zulkieflimansyah di depan para pengusaha DNeX dan DPIM. Mohammad Sahar mengaku sangat merasakan keterbukaan dan optimisme kemudahan berinvestasi dari Pemprov NTB di bawah Gubernur Zul.
     
    Presiden Direktur DNeX, Dato Samsul Husin yang dalam kunjungan terakhirnya, saat menyerahkan bantuan dana untuk korban musibah gempa bumi di NTB, menyatakan mendapatkan kesan yang menarik dari NTB. Menurutnya, banyak sektor yang bisa digarap oleh pengusaha-pengusaha DNeX yang bergerak dalam bisnis global halal, telekomunikasi, teknologi & informasi, oil & gas hingga waste management. ''NTB adalah kawasan yang punya kelimpahan sumber daya alam dan manusia,'' ucapnya.
    Foto areal pantai bukit Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP dengan konsep sirkuit jalan raya yang memiliki trek sepanjang 4,32 km dengan 18 tikungan dimana badan jalan akan mulai dibangun Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. ANTARA/Ahmad Subaidi
     
    Perluasan perniagaan antarabangsa atau ke ranah global bagi pengusaha-pengusaha DNeX, bisa dimulai dengan melirik Lombok dan Sumbawa sebagai pasaran baru investasi. Apalagi DNeX sedang gencar mempromosikan perkhidmatan dan program halal saat ini. ''Cocok dengan kawasan NTB yang juga punya platform bisnis moslem-friendly,” kata Dato Samsul.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.