Berharap Para Pebalap Tour de Singkarak Bercerita pada Dunia

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pebalap sepeda beradu kecepatan pada etape keenam Tour de Singkarak 2016 di Padang Pariaman, Sumatera Barat, 11 Agustus 2016. Etape keenam Tour de Singkarak ini berjarak tempuh 151 kilometer. ANTARA FOTO

    Sejumlah pebalap sepeda beradu kecepatan pada etape keenam Tour de Singkarak 2016 di Padang Pariaman, Sumatera Barat, 11 Agustus 2016. Etape keenam Tour de Singkarak ini berjarak tempuh 151 kilometer. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wisata olahraga balap sepeda Tour de Singkarak akan berlangsung pada 2 November-10 November 2019 di Sumatera Barat. Tahun ini, Tour de Singkarak melintasi rute baru selain wilayah Sumatera Barat, yakni Jambi.

    "Saatnya mempromosikan Jambi yang baru ikut, seluruh mata dunia ada di Tour de Singkarak," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Tour de Singkarak bertujuan untuk mempromosikan pariwisata Sumatera Barat. Pada perhelatan yang ke-11 ini mengambil tema Connecting Sumateradengan Jambi menjadi salah satu rute balap. Rute Jambi bakal melewati Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

    Tour de Singkarak nantinya melewati 16 kota dan kabupaten di Sumatera Barat. Keseluruhan rute Sumatera Barat dan Jambi tersebut dibagi dalam 9 etape.

    Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Oni Yulfian menjelaskan penerimaan pendaftaran peserta Tour de Singkarak sampai awal bulan November. "Ada 21 tim yang akan hadir, seperti tahun sebelumnya itu dari 26 negara," ujarnya.

    Masing-masing tim, kata Oni, berjumlah enam orang pesepeda. Para pesertanya, kata dia, di antaranya dari Iran, Malaysia, Jepang, Korea, Filipina, Laos, Thailand, dan Australia. Namun, tak mesti satu tim tersebut dari negara yang sama.

    "Laos itu pebalapnya sebagian ada dari Eropa, Belanda. Tim Filipina juga ada pebalap Indonesia, dan dari Indonesia juga ada pebalap asing," katanya.

    Menurut dia, Tour de Singkarak tak cuma sekadar balap sepeda. Tapi, ia menjelaskan bahwa bersepeda menjadi aktivitas para peserta untuk mengenal lingkungan serta menemukan cerita di Sumatera Barat.

    "Mereka bisa melihat pemandangan, bercerita tentang Sumatera Barat saat kembali ke negaranya," tuturnya. "Pariwisata itu ada acara dan aktivitas. Ada kuliner, budaya, alam, makanya beda banget rasanya kalau berkeliling dengan sepeda," imbuhnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.