Masjid Terapung, Saksi Bisu Tsunami Palu Jadi Objek Wisata

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menikmati sore sambil menunggu datangnya waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Terapung Arkam Bab Rahman di Pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, 28 Mei 2017. Warga memilih ngabuburit di masjid tersebut sembari menikmati pemandangan matahari tenggelam di laut kawasan tersebut menjelang berbuka puasa. ANTARA FOTO

    Warga menikmati sore sambil menunggu datangnya waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Terapung Arkam Bab Rahman di Pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, 28 Mei 2017. Warga memilih ngabuburit di masjid tersebut sembari menikmati pemandangan matahari tenggelam di laut kawasan tersebut menjelang berbuka puasa. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Palu - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, berencana menata kawasan Masjid Terapung sebagai salah satu destinasi wisata pascabencana gempa, tsunami, dan likuefaksi.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palu, Goenawan mengatakan bangunan Masjid Terapung yang terletak di pesisir pantai Teluk Palu, Kelurahan Lere termasuk bangunan yang selamat dari tsunami yang terjadi pada 28 September 2018.

    "Pemerintah menata kawasan dan Masjid Terapung menjadi destinasi wisata untuk pemulihan sekaligus percepatan peningkatan ekonomi daerah dan masyarakat," kata Goenawan di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 2 Agustus 2019.

    Dalam rencana pengembangan kawasan di sekitar Masjid Terapung akan dibuat taman untuk ruang terbuka hijau dan berbagai sarana penunjang, seperti pagar, jalur pedestrian, dan lainnya. Setelah semua tertata, Pemerintah Kota Palu menggandeng perangkat daerah untuk melibatkan pedagang kreatif agar berjualan di kawasan objek wisata itu.

    Goenawan menambahkan pemerintah telah menetapkan kawasan pesisir pantai Teluk Palu sebagai zona merah. Artinya, kawasan itu masuk dalam prioritas Rencana Detail Tata Ruang atau RDTR.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.