Festival Pinisi Tunjukan Keistimewaan Pariwisata Bulukumba

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala SKPD dan Camat kota Makassar berfoto seusai dilantik di atas kapal Pinisi di Anjungan pantai Losari, Makassar, 29 Desember 2016. Pelantikan di atas kapal khas pelaut bugis Makassar ini bermakna agar mampu bekerja maksimal walau dalam kondisi badai sekalipun. TEMPO/Iqbal Lubis

    Kepala SKPD dan Camat kota Makassar berfoto seusai dilantik di atas kapal Pinisi di Anjungan pantai Losari, Makassar, 29 Desember 2016. Pelantikan di atas kapal khas pelaut bugis Makassar ini bermakna agar mampu bekerja maksimal walau dalam kondisi badai sekalipun. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival Pinisi akan diadakan di Kabupaten Bulukumba pada 12 sampai 15 September 2019. Festival itu menampilkan kapal layar tradisional pinisi sekaligus mengajak wisatawan menikmati suasana alam di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

    Baca: Festival Pesona Tambora: 2 Abad 4 Tahun Gunung Tambora Meletus

    "Wisatawan bisa menikmati Pantai Tanjung Bira yang indah dari laut," kata Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali seusai peluncuran Calendar of Event Sulawesi Selatan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat, 26 April 2019.

    Sukri menjelaskan Festival Pinisi bukan sekadar acara pariwisata, melainkan mengenalkan Bulukumba sebagai pusat pembuatan Kapal Pinisi yang berjaya sejak masa lampau. "Kami ingin mengangkat kembali nilai-nilai masyarakat Bulukumba saat membuat pinisi yang mampu mengarungi samudra," tuturnya.

    Dalam Festival Pinisi, Sukri melanjutkan, juga ada pementasan yang mengangkat cerita Samindara. Ini adalah kisah tentang putri Raja Luwu yang dipindahkan ke Bulukumba karena menolak dinikahkan dengan saudaranya, Baso Kunjung Barani.

    Sukri berharap Festival Pinisi mampu menyedot antusiasme wisatawan. "Target kami lebih 500 ribu wisatawan mancanegara dan domestik yang akan datang selama festival," ujarnya.

    Festival Pinisi masuk dalam empat agenda wisata Calendar of Event Sulawesi Selatan 2019. Tiga agenda wisata lainnya adalah Eight Festival (F8) Makassar, Toraja International Festival, dan Festival Takabonerate.

    Baca juga: Kopi Indonesia Raup USD 2 Juta di London Coffee Festival

    Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa berbagi tips supaya sebuah agenda wisata mampu menarik perhatian wisatawa asing dan domestik. "Yang paling penting 60 persen anggaran digunakan untuk mendukung promosi agar acara seperti ini dikenal sampai mancanegara," kata Rizki Handayani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...