Cara Baru tiket.com Agar Layanan ke Pelanggan Lebih Dekat

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Memasuki Usia 7 Tahun, tiket.com Agresif Mengejar Penjualan Hotel

    Memasuki Usia 7 Tahun, tiket.com Agresif Mengejar Penjualan Hotel

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan agen perjalanan online, tiket.com, kini memanfaatkan platform WhatsApp untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Metode ini menjadi cara baru sehingga pelanggan bisa memantau tindak lanjut keluhan mereka dengan pelayan atau customer service yang bersangkutan.

    Baca: Tips Rencanakan Liburan yang Hemat dan Menyenangkan

    Kepala Pemasaran tiket.com, Gaery Undarsa mengatakan inovasi tersebut agar pelayanan bisa lebih cepat. "Kami berharap penggunaan aplikasi WhatsApp membuat komunikasi antara pelanggan dengan staf pelayanan kami menjadi dua arah dan dapat meningkatkan kepuasaan pelanggan," kata Gaery Undarsa, Senin 22 April 2019.

    WhatsApp dipilih karena merupakan aplikasi percakapan atau chat yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. "Dengan interaksi dan hubungan yang lebih efektif," ujarnya.

    Tiket.com melakukan inovasi dan transformasi dengan meluncurkan logo baru.

    Cara ini membuat pelanggan bisa menjalin komunikasi dua arah dengan tiket.com yang akan langsung menjawab pertanyaan dikirimkan. Pelanggan tiket.com bisa menyampaikan keluhan atau pertanyaan seputar transaksi yang dilakukan melalui satu nomor telepon.

    Baca juga: Harga Tiket Pesawat Turun, AirAsia Termurah di 3 Rute Ini

    "Kami meningkatkan engagement terhadap pelanggan dan menambah produktivitas tim customer care tiket.com," ucap Gaery. Sebelumnya tiket.com memanfaatkan platform WhatsApp Business untuk mengirimkan pemberitahuan terkait status pemesanan, konfirmasi, hingga kode autentik atas transaksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.