Kaka Slank Ogah Menyelam di Luar Negeri, Alasannya...

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis Slank Kaka saat konferensi pers launching lagu dan video klip berjudul #BarengJokowi di Markas Besar Slank, Potlot, Jakarta, Jakarta, 15 Maret 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Vokalis Slank Kaka saat konferensi pers launching lagu dan video klip berjudul #BarengJokowi di Markas Besar Slank, Potlot, Jakarta, Jakarta, 15 Maret 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Vokalis grup musik Slank, Kaka ingin banyak eksplorasi perairan Indonesia dengan menyelam atau diving. Selama 9 tahun terakhir Kaka Slank aktif menyelam dan menurut dia masih banyak area perairan di Indonesia yang patut dijelajahi.

    Baca: Senang Menyelam Bareng Hiu, Kaka Slank Tak Tega Makan Ikan

    "Gue punya prinsip, enggak mau diving di luar negeri. Di Indonesia diving the best," kata Kaka Slank di acara 'Deep and Extreme Indonesia' di Jakarta Convention Center, Sabtu, 6 April 2019.

    Kaka Slank sudah menyelam di banyak titik perairan Indonesia. Hanya saja, dia masih penasaran menyelam di beberapa kawasan. "Gue incar Alor, Natuna, Rote, itu belum," ujarnya. Dalam waktu dekat Kaka Slank akan menyelam di perairan Pulau Maratua.

    Kaka Slank menyanyikan lagu Garuda Pancasila dalam konser Jurus Tandur, Maju Terus Pantang Mundur Menolak Hak Angket, di depan gedung KPK, Jakarta, 13 Juli 2017. TEMPO/Yovita Amalia

    Kaka Slank bercita-cita menyelami pemandangan bawah laut di seluruh Indonesia. "Dari sembilan tahun saja belum habis semua perairan Indonesia untuk dijelajahi, masih terus ada saja yang bagus," tuturnya.

    Menurut Kaka Slank, dia lebih tertarik menyelam di beberapa kawasan yang tidak umum dikunjungi. Sejak lima tahun terakhir, dia memilih tempat menyelam yang hampir tidak pernah digunakan. "Suasana dan tantangannya beda dengan tempat yang umumnya dipakai orang diving," katanya.

    Baca juga: Kaka Slank Sebut Banyak Pasal di RUU Permusikan Harus Dihapus

    Kaka Slank melanjutkan, biasanya dia mencari kawasan perairan yang memiliki potensi pemandangan bawah laut yang bagus dari nelayan. "Target gue diving di seluruh Indonesia, kalau bisa spot yang belum ada, justru tempatnya para pemancing," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.