Digelar di Lombok, Ini Keseruan Mandalika Fashion Carnival 2019

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mandalika Fashion Carnival 2019, Kota Praya, Lombok Tengah 25 Feb 2019 (TEMPO/Supriyantho Khafid)

    Mandalika Fashion Carnival 2019, Kota Praya, Lombok Tengah 25 Feb 2019 (TEMPO/Supriyantho Khafid)

    TEMPO.CO, Mataram - Sabtu 23 Februari 2019 petang kemarin, seorang Putri Mandalika dan 35 orang dayang pengiringnya berjalan-jalan di sepanjang Jalan Gajah Mada Praya Kabupaten Lombok Tengah. Mereka mengenakan pakaian kebesaran dari legenda Putri Mandalika  ditambah 12 kelompok Putri Mandalika asal 12 kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah disaksikan ribuan warga dan puluhan wisatawan mancanegara.

    Baca juga: Festival Pesona Bau Nyale di Lombok, Ayo Tangkap Cacing Laut

    Ya, Mandalika Fashion Carnival 2019 ini kegiatan ke-8 dari 14 kegiatan rangkaian Festival Pesona Bau Nyale 2019 – salah satu dari 100 kalender kegiatan pariwisata nasional 2019. Digarap bersama oleh Dinanz Fariz dari Jember Fashion Carnaval. ‘’Keterlibatannya adalah merupakan pendampingan yang ditunjuk oleh Kementerian Pariwisata,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Moh Faozal,  

    Mandalika Fashion Carnival yang digelar untuk kedua kalinya itu, diselenggarakan di kota Praya Kabupaten Lombok Tengah. Ini adalah kegiatan pariwisata yang masuk kalender kegiatan pariwisata nasional. Tradisi Bau Nyale atau menangkap cacing laut di pantai selatan Lombok Tengah setiap tanggal 20 bulan 10 kalender Sasak yang tahun ini jatuh pada Senin 25 Februari 2019. Cacing laut ini bagian dari legenda Putri Mandalika yang berwujud Nyale (cacing laut). Biasanya, selepas Subuh, ribuan warga beramai-ramai memungut Nyale.
    Sejumlah warga Sumba berlomba mencari cacing laut selama ritual Nyale sebagai bagian dari festival perang pasola di Desa Wainyapu, Pulau Sumba (23/3).Pasola Festival adalah acara tahunan yang penting untuk menyambut musim panen baru, yang bertepatan dengan kedatangan cacing laut 'Nyale' selama setiap tahun Februari atau Maret. Ulet Ifansasti/Getty Images
    Menurut Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah Lalu Putria, selain karnaval, juga diselenggarakan kegiatan surfing, permainan tradisional Perisaean dan Betandak – balas pantun ala Sasak, Cilokak – musik tradisional Sasak yang berasal dari kata ”Seloka” yang berarti sebuah syair/puisi Melayu Klasik yang berisikan pepatah maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan. Ahad 24 Februari 2019 malam nanti diselenggarakan pentas drama kolosal yang juga dimentori koreografer nasional Denny Malik selain pentas hiburan yang menghadirkan Cakra Khan.

    Sebelumnya, telah diselenggarakan doa dan dzikir yang menghadirkan Ustad Yusuf Mansyur di Masjid Nurul Bilad di Kuta Mandalika Lombok Tengah. ‘’Ini sekaligus dalam rangka coba bangkitkan pariwisata Lombok pascagempa, ‘’ ujarnya.

    Wakil Bupati Lombok Tengah Pathul Bahri menyebutkan kegiatan kepariwisataan ini dipacu agar wisatawan ke Lombok Tengah. ‘’Ini adalah bagian dari target kunjungan empat juta orang ke Nusa Tenggara Barat,’’ ucapnya.

    Akhir-akhir ini, Lombok Tengah menikmati kehadiran wisatawan yang berdampak meningkatnyaa pendapatan asli daerah (PAD). Kalau 3 – 5 tahun  sebelumnya PADnya Rp 35 miliar, sekarang ini sudah mencapai Rp 200 miliar. APBD Lombok Tengah pun meningkat dari semula Rp 900 miliar menjadi Rp 2,2 triliun.

    Asisten I Sekretaris Daerah Baiq Eva Nurcahyaningsih mewakil Gubernur NTB menyatakan  syukurnya karena Festival Pesona Bau Nyale sudah masuk dalam kalender kegiatan pariwisata  nasional. ‘’Alhamdulillah, event ini masuk dalam 10 besar event Kemenpar,’’ katanya.

    Dengan adanya kegiatan ini diharapkan Nusa Tenggara Barat dan Lombok Tengah semakin banyak dikunjungi turis.  Sehingga menghadirkan pula perputaran ekonomi warga bergerak cepat.

    Baca juga: Jadi Salah Satu Pulau Terindah di Dunia, Ini Kunci Wisata Lombok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.