Selat Sunda Bangkit, Intip 3 Pilar Pariwisata yang Jadi Jagoan

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membakar puing bangunan yang rusak akibat gelombang tsunami di Way Muli, Rajabasa, Lampung Selatan, Rabu,2 Januari 2019. Presiden menginstruksikan relokasi dan rekonstruksi permukiman rumah warga pesisir di Lampung serta melakukan pemetaan ulang permukiman dalam jangka waktu tiga bulan. ANTARA

    Warga membakar puing bangunan yang rusak akibat gelombang tsunami di Way Muli, Rajabasa, Lampung Selatan, Rabu,2 Januari 2019. Presiden menginstruksikan relokasi dan rekonstruksi permukiman rumah warga pesisir di Lampung serta melakukan pemetaan ulang permukiman dalam jangka waktu tiga bulan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasca tsunami Selat Sunda, berbagai cara diupayakan pemerintah agar pariwisata di kawasan ini bangkit lagi. Ada tiga pilar pariwisata yang  menjadi fokus untuk pemulihan tersebut.

    Baca juga: Tsunami Selat Sunda: Kapan Pariwisata Banten Kembali Pulih?

    Hal tersebut di sampaikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memimpin Rakor Pemulihan ‘Selat Sunda Bangkit, di Hotel Marbella Anyer, Jumat, 11 Januari 2019. Selain mengundang lebih dari 200 peserta dari unsur pentahelix, Rakor juga dihadiri Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo.

    Menpar Arief mengatakan, seperti ditulis dalam Siaran Pers dari Biro Komunikasi Publik
    Kementerian Pariwisata pada 11 Januari 2019, Rakor ini bertujuan untuk mempercepat recovery sektor pariwisata di sekitar Selat Sunda yang terdampak tsunami beberapa waktu lalu. Lewat Rakor ini, Kemenpar menginisiasi sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk memulihkan sektor pariwisata. Khususnya di Banten dan Lampung.

    “Kami berkomitmen untuk melakukan pemulihan pariwisata di Provinsi Banten dan Lampung. Strategi pemulihan ‘Selat Sunda Bangkit’ difokuskan dalam 3 pilar pariwisata. Yaitu SDM dan kelembagaan, pemasaran, serta destinasi,” ujarnya.

    Untuk SDM dan kelembagaan, Kemenpar akan kembali memupuk semangat gerakan sadar wisata. Termasuk melakukan trauma healing guna memulihkan kondisi psikologis masyarakat, pelaku wisata, dan industri. Kemenpar juga akan melakukan peningkatan kapasitas usaha masyarakat, serta melakukan sertifikasi kompetensi dan relaksasi keuangan pada industri.
    Perahu nelayan terdapar hingga ke darat akibat diterjang tsunami Selat Sunda di kawasan Sumur, Pandeglang, Banten, 26 Desember 2018. Tsunami juga mengakibatkan sejumlah rumah mengalami rusak berat disebabkan tertabrak kapal serta terendam lumpur. TEMPO/M Taufan Rengganis
    Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman mengatakan, pemulihan sektor pariwisata di Selat Sunda harus disegerakan. Terlebih, Indonesia masih menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan penopang devisa.

    Dadang mengungkapkan, selama2016 Wonderful Indonesia menerima 46 penghargaan pada berbagai event di 22 negara. Kemudian selama 2017 menerima 27 penghargaan di 13 negara, dan hingga November 2018 menerima 66 penghargaan di 15 negara.

    “Artinya, prestasi tersebut harus tetap dipertahankan, meskipun beberapa destinasi wisata di Indonesia terdampak bencana,” tegasnya.

    Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyatakan, wilayah yang terdampak tsunami di daerahnya mencapai 9,7 km. Meliputi Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung yang beberapa waktu lalu ditetap sebagai KEK. Menurut data, hingga saat ini korban pasca tsunami Selat Sunda meliputi 24.706 orang mengungsi, 317 korban meninggal, 709 korban luka-luka, dan 3 orang hilang.

    "Banten memiliki berbagai potensi pariwisata seperti wisata bahari, wisata religi, wisata cagar alam, cagar budaya, wisata industri, serta wisata MICE. Untuk memajukan pembangunan pariwisata, Pemprov Banten telah mempersiapkan SOP Mitigasi Bencana," ucapnya.

    Sementara menurut Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, Saat ini Lampung tengah serius mengembangkan pariwisata pulau kecil. Diharapkan ada pengembangan 100 pulau kecil dengan pengelolaan yang baik seperti di Maldives," ujar gubernur muda ini.

    Baca juga: Tahun Baru: Tsunami Luluh Lantakkan Mimpi Wisatawan di Banten


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.