Kaleidoskop 2018: 7 Figur Menonjol Dunia Traveling Indonesia

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pendaki mahasiswi tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala-Universitas Parahyangan (WISSEMU), Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, berhasil mencapai puncak Everest pada 17 Mei 2018. instagram.com

    Dua pendaki mahasiswi tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala-Universitas Parahyangan (WISSEMU), Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, berhasil mencapai puncak Everest pada 17 Mei 2018. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang 2018, pariwisata di Indonesia makin diperhitungkan dunia. Destinasi-destinasi prioritas, seperti Labuan Bajo, Banyuwangi, dan Danau Toba mendapat tempat bagi para wisatawan asing. Dunia traveling secara luas juga kian bergairah, antara lain, karena digerakan oleh figur-figur yang mencapai prestasi membanggakan.

    Tentu saja banyak kalangan yang menyumbang peran positif dalam kegairahan berwisata dan dalam meningkatkan minat perjalanan tersebut. Tak semua bisa disebut karena kendala teknis. Berikut 7 tokoh yang bisa mewakili berbagai kalangan itu dan kami susun dalam kaleidoskop.

    1. Menteri Pariwisata Arief Yahya

    Tahun 2018 menjadi tahun pertaruhan bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya. Pada 2018 ini, kementeriannya mengejar target membetot 18 juta wisatawan asing masuk ke Indonesia. Tantangan Arief berlipat lantaran banyak daerah wisata yang terimbas bencana alam besar seperti gempa dan tsunami. Peristiwa ini membuat sejumlah negara terpaksa mengeluarkan travel advice dan travel warning; yang otomatis berdampak pada tingkat kunjungan wisman.

    Bali, misalnya. Pada akhir 2017 lalu, erupsi yang terjadi di Gunung Agung hampir membuat pariwisata di Pulau Dewata itu nyenyat.  Lobi Arief berhasil memulihkan kepercayaan wisman kembali masuk ke Indonesia. Ia meyakinkan wisman pula dengan negara-negara membentuk Tim Crisis Center pada akhir 2018.

    Indonesia juga agresif melakukan promosi wisata di luar negeri. Banyak festival Indonesia digelar bekerja sama dengan KBRI. Juga mengikuti forum-forum wisata dunia.

    Kementerian Pariwisata berhasil meraih 16 juta wisman. Kendati tak sesuai target, angka ini melampaui prediksi bila ditilik adanya insiden besar bencana yang terjadi sepanjang tahun. Adapun target perolehan devisa berhasl dipenuhi.

    2. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

    Ridwan Kamil termasuk sosok yang cukup diperhitungkan bagi pamor pariwisata di Indonesia. Gubernur Jawa Barat memiliki visi akan mengubah Jawa Barat menjadi provinsi pariwisata. Sektor ini akan ia jadikan lokomotif perekonomian wilayahnya. Untuk mencapai tujuan itu ia menerapkan tiga jurus: memperbaiki akses, merevitalisasi kawasan, dan investasi dalam skala besar.

    Dia sudah menyusun beragam konsep yang diterapkan ahmpir di setiap kota di Jawa Barat, dari Bekasi sampai Garur. Di Bekasi, misalnya, akan ada proyek revitalisasi Sungai Kalimalang, Bekasi, menjadi obyek wisata. Ia merencanakan kali itu menjadi layak sebagai destinasi pada 2019. Anggaran yang digelontorkan senilai Rp 50 miliar. Total, ada empat zona yang akan direvitalisasi.

    Ridwan juga menjanjikan pemberian bantuan bus wisata untuk semua daerah di Jawa Barat. Ridwan mengatakan bus ini diadopsi dari Banros (Bandung Tour on The Bus).

    Tahun 2019 adalah saat ia mewujudkan semua rencananya tersebut.

    3. Bupati Banyuwangi Azwar AnasBupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuka Festival Dandang Sewu di Kalibaru, Banyuwangi, 4 Agustus 2017. (Humas Pemkab Banyuwangi)

    Banyuwangi tampak prima sebagai destinasi wisata sepanjang 2018. Bupati Banyuwangi Azwar Anas terus menggenjot wilayahnya hingga menjadi daerah prioritas kunjungan turis. Selama setahun, Anas memaksimalkan destinasi wisata Kawah Ijen dan pantai-pantai sekitarnya. Azwar juga menggenjot agenda-agenda pariwisata di Banyuwangi masuk dalam Calendar of Events 2018.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji, Banyuwangi menjadi pemasok CoE 2018 terbanyak ketimbang daerah lain. Agenda wisata yang lantas diangkat menjadi agenda nasional salah satunya adalah Festival Gandrung Sewu.

    Selain itu, Banyuwangi menjadi sister destination bagi Bali dan Lombok. Saat IMF digelar, Banyuwangi dinobatkan menjadi daerah prioritas. Wisatawan asing diarahkan menyambangi Banyuwangi. Kabupaten itu pun terdata sebagai satu dari 10 Bali Baru.

    Menurut data Kementerian Pariwisata, sektor pariwisata di Banyuwangi berhasil mendongkrak perekonomian. Ekonomi Banyuwangi tercatat tumbuh di level 5,6 persen. Angka itu lebih unggul dari pertumbuhan ekonomi nasional yang terdata sebesar 0,53 persen.

    4. Fransiska Dimitri dan Mathilda Dwi, Srikandi Pendaki Puncak Everest

    Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Universitas Parahyangan Bandung (WISSEMU), Fransiska Dimitri Inkiriwang, 24 tahun, dan Mathilda Dwi Lestari (24), berhasil mendaki puncak Everest pada Mei lalu. Sebelum menggapai Everest, dua srikandi ini telah menuntaskan gawenya menggapai enam puncak tertinggi di dunia.  

    Perjalanan keduanya dimulai dari mendaki puncak Carstensz, Papua, pada 13 Agustus 2014. Lalu dilanjutkan Elbrus di Eropa pada 15 Mei 2015; Kilimanjaro, Afrika, pada 24 Mei 2015; Aconcagua, Amerika Selatan, pada 30 Januari 2016; Vinson Massif, Antartika pada 4 Januari 2017; Denali, Amerika Utara pada 7 Juli, dan Everest pada 17 Mei 2018.

    Perjalanan menuju puncak terakhir dalam rangkaian ekspedisi mendaki gunung tertinggi dunia di Everest dilakukan selama 30 hari. Mereka menempuh jalur utara melalui Tibet. Fransiska dan Mathilda menuntaskan tujuh puncak dunia ini selama 4 tahun. Mereka berniat menulis buku yang berisi perjalanan selama menuntaskan puncak-puncak dunia setelah mengelarkan Everest.

    5. Trinity

    Nama Trinity, penulis buku serial The Naked Traveler, kembali bergaung pada akhir 2018. Pada Desember ini, ia merilis buku seri terakhirnya. Melalui blog pribadi, Trinity pamit. Ia mengungkapkan, The Naked Traveler ke-8 yang rilis pengujung tahun itu merupakan karya perpisahan untuk seri tersebut.

    Buku Trinity ini mengisahkan perjalanannya menyaksikan pesona Iceland, menggambarkan keunikan Afganistan, dan merasakan suasana Islam di Iran. Trinity juga menjajal sensasi kencan daring sewaktu belibur ke Eropa.

    Trinity termasuk salah satu sosok penulis buku travel paling berpengaruh. Ia sudah menerbitkan 13 buku berwisata terlaris di Indonesia. Bukunya pun acap menjadi panduan wisata. Di 13 buku itu, ia menjamah 79 negara.

    6. Riri Riza

    Sutradara Riri Riza kembali mengukir jasa bagi dunia pariwisata di Indonesia pada 2018. Lewat gubahan filmnya berjudul Kulari ke Pantai, ia mengenalkan sejumlah destinasi di Tanah Air, mulai Jawa Barat hingga timur Pulau Rote. Riri Riza mengenalkan road trip dari Cirebon di Jawa Barat sampai Banyuwangi.

    Dalam sinemanya itu, ia juga mengangkat Rote, salah satu pulau di Nusa Tenggara Timur yang belum banyak terjamah wisatawan. Dalam talk show bersama Tempo beberapa waktu lalu, Riri Riza mengatakan memiliki minat mengangkat kisah-kisah perjalanan sedari kecil.

    8. Sukadi, Pioner Kebun Bunga

    Sukadi berhasil mengelola sepetak kebunnya di Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta, menjadi taman bunga yang viral di dunia maya. Kebun bunga milik Sukadi yang ditumbuhi Amarilis ini menjadi populer sepanjang tahun, termasuk awal 2018. Foto yang menampilkan taman Amarilis bak taman bunga di Belanda sempat menjadi topik populer di media sosial berbagi gambar Instagram.

    Gagasan Sukadi menggubah kebun bunganya lalu diikuti oleh sejumlah pelaku wisata. Sepanjang 2018, berbagai taman bunga serupa Amarilis muncul. Penggagasnya menanam bunga lain, seperti bunga matahari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Muatan Limbah Beracun Di Markas Tentara

    Delapan markas tentara di Jawa Timur telah menjadi tempat penimbunan bahan berbahaya dan beracun.