Macan Tutul Gunung Lawu Tertangkap, Kini di Taman Satwa Solo

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor macan tutul betina asal hutan Gunung Lawu yang diamankan oleh petugas BKSDA saat tiba di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Sabtu, 22 Desember 2018. ANTARA

    Seekor macan tutul betina asal hutan Gunung Lawu yang diamankan oleh petugas BKSDA saat tiba di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Sabtu, 22 Desember 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Karanganyar - Seekor macan tutul tertangkap setelah lebih dari sebulan kerap memangsa kambing milik warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kucing besar itu berhasil diamankan setelah masuk perangkap yang dipasang oleh petugas. 

    "Baru pagi ini kami mengetahui bahwa macan tutul telah masuk perangkap," kata Kepala Kepolisian Sektor Jatiyoso, Inspektur Satu Subarkah, Sabtu 22 Desember 2018. Menurutnya, perangkap itu telah dipasang selama 27 hari.

    Dia menyebut bahwa petugas memasang perangkap itu setelah mendengar kabar bahwa sejumlah ternak di Tawangmangu dimangsa oleh binatang buas tersebut. "Kemudian secara berturut-turut juga memangsa kambing-kambing lain di perkampungan yang berada di Lereng Gunung Lawu," paparnya.

    Di Kecamatan Jatiyoso, sejumlah warga juga melaporkan bahwa ternaknya tewas dimangsa oleh binatang buas. "Mungkin lebih dari 20 kambing," katanya. Mereka pun memasang perangkap dengan umpan seekor kambing untuk menjebak harimau itu."Kami bersyukur macan ini akhirnya bisa tertangkap dalam kondisi hidup".

    Baca Juga: Ternak di Gunung Lawu Dimangsa Macan Tutul, Polisi Pasang Jebakan

    Setelah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Perum Perhutani, macan itu lantas dibawa ke Taman Satwa Taru Jurug yang berada di Solo. Meski demikian, dia tetap meminta warga untuk waspada. "Berdasarkan informasi, ada dua macan tutul yang selama ini berkeliaran," katanya. Artinya, masih ada seekor lagi yang saat ini belum tertangkap.

    Macan tutul yang masih berkeliaran juga diduga memiliki ukuran yang lebih besar. "Kemungkinan memang induknya," katanya. Pihaknya juga masih akan menerjunkan personel untuk beronda setiap malam bersama masyarakat.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.