Ridwan Kamil Ingin Kota Cirebon jadi Yogyakarta-nya Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Walikota Cirebon Jalan Siliwangi, Cirebon, Jawa Barat. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Kantor Walikota Cirebon Jalan Siliwangi, Cirebon, Jawa Barat. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali menyinggung soal rencananya memoles Kota Cirebon saat melantik walikota dan wakil walikota terpilih Kota Cirebon, Nasrudin Azis-Eti Herawati di Gedung Sate, Bandung, Rabu 12 Desember 2018. “Cirebon sudah ditetapkan visi dari provinsi sebagai kota pariwisata, Yogyakartanya Jawa Barat itu adalah Cirebon,” kata dia, Rabu, 12 Desember 2018.

    Ridwan Kamil mengatakan, Kota Cirebon memiliki sejumlah kemiripan dengan Jogjakarta. “Karena punya sejarah keraton, wisata-wisata sejarah Sunan Gunung Jati dan lain-lain, itu Cirebon. Maka penguatan-penguatan program pariwisata akan mengemuka dalam lima tahun, peningkatan dukungan untuk pariwiata,” kata dia.

    Memoles Alun-Alun misalnya, menjadi salah satu program yang dijanjikan Ridwan Kamil bagi semua kabupaten/kota di Jawa Barat. Tapi khusus Kota Cirebon, kucuran anggaran pemerintah provinsi untuk memoles Alun-Alun kota tersebut paling besar yakni menembus Rp 30 miliar. “Kenapa? Karena ada permasalahan parkir yang mengganggu. Di sebelahnya ada masjid yang memang populer, karena itu akan dibikin dua lapis,” kata Ridan Kamil.Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum membuka secara resmi Festival Tajug 2018, di Alun-alun Kasepuhan Cirebon, Sabtu, 20 Oktober 2018 sore. (dok Pemprov Jabar)

    Ridwan Kamil mengatakan, tiga keraton yang menjadi situs budaya Kota Cirebon juga akan menerima dana pemerintah provinsi untuk dipugar. “Saya tidak ikut-ikutan urusan sejarahnya. Bagi kami itu warisan, aset pariwisatanya. Nanti kita perbaiki semua. Gak satu-satu, biar adil. Siapa yang paling siap. Tapi itu nanti 2020. Tahun 2018 itu assessment dulu,” kata dia.

    Ridwan Kamil juga menjanjikan salah satu ruas jalan utama di Kota Cirebon akan dipoles. “Kota Cirebon akan punya jalan istimewa seperti Jalan Asia Afrika di Kota Bandung. Nanti bisa dipergunakan untuk parade kuda yang jadi kebanggaan Kota Cirebon,” kata dia.

    Dia juga berencana memanfaatkan Gedung Negara eks Kantor Badan Koordinasi Wilayah Jawa Barat di Kota Cirebon yang organisasinya belum lama ini dibubarkan. “Tanahnya juga gede sekali. Disekeliling bangunan bersejarah itu akan kita rekomendasikan dan kita kerjakan untuk kegiatan masyarakat. Yang paling relevan adalah kebutuhan kegiatan anak-anak muda di Cirebon yang budayanya luar biasa,” kata Ridwan Kamil.

    Kendati demikian, Ridwan Kamil mengaku belum memutuskan diantara deretan rencana itu mana yang akan menjadi fokus utamanya. “Belum. Karena harus ada diskusi,” kata dia.

    Ridwan Kamil juga mewanti-wanti soal kebersihan kota tersebut, sebab soal ini seringkali menjadi atensi dari turis-turis juga. "Tolong dilakukan, saya yakin dengan begini PAD-nya akan naik. Dan Cirebon akan naik kelas menjadi kota pariwisata,” kata dia.

    Ridwan Kamil melantik Walikota Cirebon Nasrudin Azis serta Wakil Walikota Eti Herawatni yang terpilih dalam pilkada serentak belum lama ini. “Hari ini saya melantik walikota dan wakil wlikota Cirebon. Memang tertunda, karena dulu ada gugatan pemungutan suara ulang, tapi sudah selesai. Surat Kementerian Dalam Negeri (soal pelantikan) juga baru turun beberapa waktu lalu, (sehingga) baru bisa dilaksanakan hari ini,” kata dia.

    AHMAD FIKR (Bandung)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tiga Pansel Capim KPK dan Konflik Kepentingan dengan Kepolisian

    Koalisi Kawal Calon Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi mendesak Jokowi agar menelusuri dugaan konflik kepentingan tiga anggota pansel capim KPK.