Uji Greget Memberi Makan Singa Secara Langsung di Taman Safari

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekelompok

    Sekelompok "kucing besar" buas sedang mengerumuni pengunjung dalam program "Feline Feeding"di TSI Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/HO-Humas TSI

    TEMPO.CO, Jakarta - Objek wisata nasional Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meluncurkan program baru untuk pengunjung, yakni memberikan makan secara langsung kepada satwa yang tergolong kucing besar, seperti singa.

    "Namanya Feline Feeding, program baru yang penuh tantangan sekaligus mendebarkan," kata Kepala Humas TSI Cisarua, Yulius H Suprihardo kepada Antara di Bogor, Jumat, 30/11.

    Dalam program ini pengunjung akan berada di dalam mobil kerangkeng  yang dirancang secara khusus. Lalu dengan didampingi petugas mobil akan mendekati kerumunan singa, harimau, dan sebengsanya. "Di sana peserta memberi makan sekelompok kucing besar buas itu dari jarak yang sangat dekat,” kata Yulus.

    Kucing besar adalah istilah yang digunakan untuk membedakan spesies kucing yang lebih besar dari yang lebih kecil. Jadi ini bukan klasifikasi biologis. Jenis kucing besar, antara lain, empat anggota genus Panthera, yakni harimau, singa, jaguar, macan tutul, citah (cheetah), puma, dan macan tutul salju. Ciri khas kucing besar adalah bisa mengaum.

    Yulius menjelaskan dalam program ini peserta akan mengasurkan potongan daging dengan menggunakan stik yang disediakan keeper --perawat atau penjaga satwa -- yang mendampingi. Jarak peserta dengan puluhan singa itu hanya sebatas jeruji. Pemberian daging ini memakan selama lebih kurang 15 menit.

    Meski acara ini sangat mendebarkan, Yulius menjamin semuanya aman. Peserta akan didampingi dua orang keeper. Dan kendaraan dirancang sedemikian rupa sehingga aman baik bagi peserta maupun satwa.

    Dalam program ini peserta dibatasi maksimal enam orang. Acara ini dilakukan pada jam-jam terjadwal, dan peserta dikenai biaya. "Tapi tidak harus merogoh kocek terlalu besar,”

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.