Selasa, 23 Oktober 2018

Serangkaian Festival Budaya Semarakkan Banyuwangi Akhir Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model beraksi memperagakan kostumnya pada gelaran Banyuwangi Festival Ethno Wear 2017 di Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, 10 November 2017. Gelaran busana ini terinspirasi keindahan Gunung Ijen yang menjadi wisata andalan Banyuwangi. ANTARA

    Model beraksi memperagakan kostumnya pada gelaran Banyuwangi Festival Ethno Wear 2017 di Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, 10 November 2017. Gelaran busana ini terinspirasi keindahan Gunung Ijen yang menjadi wisata andalan Banyuwangi. ANTARA

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi bakal menyajikan sejumlah festival pada akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu, 21-22 Juli 2018. Wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi pekan ini bisa menikmati beragam acara, dari pagi sampai malam hari.

    Event dan festival yang akan digelar itu mulai Festival Memengan (mainan) Tradisional, Festival Teknologi Inovasi, hingga Lalare Orchestra Concert. Bahkan pada saat yang sama akan digelar pawai obor Asian Games yang tengah melintasi Banyuwangi.

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan tiap akhir pekan di Banyuwangi tidak pernah lepas dari berbagai atraksi menarik. Banyuwangi Festival 2018 telah mengagendakan 77 event yang dihelat tiap akhir pekan. "Kami ingin wisatawan yang berlibur ke mari merasakan akhir pekan yang Mengesankan,” kata Anas, Rabu, 18 Juli 2018. Di Taman Blambangan, setiap hari bahkan digelar atraksi seni.

    Pada Sabtu pagi, wisatawan bisa menyaksikan ribuan anak-anak yang beratraksi dalam aneka permainan tradisional Nusantara. Mulai egrang bambu, gasing, bedhil-bedhilan, gobag sodor, engklek, dakon, bintang aliyan, medi-median, balap karung, klompen panjang, tarik tambang, hingga dagongan.

    Kemudian aneka permainan jadul ini akan diparadekan di sepanjang jalan protokol, mulai depan kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi hingga Taman Blambangan.

    Lalu siang harinya digelar pameran teknologi inovasi di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu). Pameran yang mempertontonkan berbagai inovasi teknologi tepat guna ini diikuti pelajar dan pemuda dari seluruh Banyuwangi.

    Dalam acara tersebut akan dipamerkan, antara lain, pembuatan mesin pelubang mulsa (plastik untuk tanaman cabai pada permukaan tanah), pembuatan pupuk cair pertanian dari limbah ikan, budi daya hidroponik seledri, hingga pengembangan teknologi speed boat dengan drone yang dibuat oleh mahasiswa.

    Pameran ini digelar dua hari, Jumat-Sabtu, 20-21 Juli 2018, mulai pagi pukul 09.00 WIB hingga malam hari.

    Masih di hari Sabtu, pada malam harinya akan digelar pertunjukan Lalare Orchestra. Lalare Orchestra adalah kelompok musik yang berisi lebih dari 100 anak dari berbagai sekolah, dari tingkat SD sampai SMP di Banyuwangi. Mereka memainkan beragam alat musik khas, seperti gendang, rebana, dan angklung, yang diorkestrasikan dalam paduan yang menarik.

    Lalare Orchestra pernah meraih penghargaan tingkat dunia dari Pacific Asia Travel Association (PATA) kategori heritage and culture pada 2016. Dalam pergelaran kali ini, mereka akan membawakan beragam lagu Nusantara, seperti Kicir-kicir, Janger, dan lagu lokal Banyuwangi.

    Esok harinya, Minggu, 22 Juli 2018, akan digelar pawai obor (torch relay) Asian Games. Obor ini sejatinya tiba di Banyuwangi pada Sabtu malam, 21 Juli. Sejumlah atraksi seni yang akan memeriahkan pawai obor itu antara lain tari Gandrung, karnaval etnik Banyuwangi Ethno Carnival, dan kesenian barong.

    DAVID PRIYASIDHARTA (Banyuwangi)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.