Minggu, 19 Agustus 2018

Startup Wisata Triponyu dari Solo Raih Penghargaan Dunia

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pendiri Triponyou, Agustinus Adhitya (kanan), Alfonsus Aditya (kiri), Onny Sumantri (kedua dari kiri) berforo bersama Ketua Kelompok Sadar Wisata Solo, Mintorogo (baju batik). Tempo/Ahmad Rafiq

    Para pendiri Triponyou, Agustinus Adhitya (kanan), Alfonsus Aditya (kiri), Onny Sumantri (kedua dari kiri) berforo bersama Ketua Kelompok Sadar Wisata Solo, Mintorogo (baju batik). Tempo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Solo - Perusahaan rintisan alias strartup di bidang wisata, Triponyu (baca: trip on you), bakal menerima penghargaan dari United Nation World Tourist Organization (UNWTO). Pengelola laman Triponyu.com itu akan menerima penghargaan trsebut di Madrid, Spanyol, pada 17 Januari 2018.

    Salah satu pendiri startup Triponyu, Alfonsus Aditya, mengaku tidak menyangka bakal menerima penghargaan dari badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang membidangi masalah wisata itu. "Apalagi usia (usaha) kami baru dua tahun," katanya, Jumat, 12 Januari 2018.

    Mereka segera terbang ke Madrid untuk menerima penghargaan tersebut. "Rencananya, kami akan ditemani Menteri Pariwisata Arief Yahya," ucapnya. Mereka telah diundang ke Kementerian Pariwisata untuk berkoordinasi mengenai rencana perjalanan ke Madrid.

    Meski merupakan sebuah perusahaan, Triponyu mendapat penghargaan itu dalam kategori inovasi non-government organization. Dalam bekerja, Triponyu melakukan pemberdayaan kepada masyarakat di sekitar obyek wisata. "Kami diminta presentasi mengenai konsepnya," kata Alfonsus.

    CEO Triponyu Agustinus Adhitya mengatakan pihaknya memang mencoba menghadirkan pengalaman berwisata yang berbeda kepada para konsumen. "Kami melibatkan masyarakat lokal untuk menjadi pemandu," ucapnya.

    Mereka melatih masyarakat sekitar tempat wisata untuk lebih mengenal daerahnya. "Mereka juga yang akan membuat paket-paketnya, termasuk menentukan tarif," ujarnya. Dalam penilaiannya, masyarakat lokal akan menjadi pemandu wisata yang sangat menyenangkan.

    Ketua Kelompok Sadar Wisata (Podarwis) Solo Mintorogo mengatakan komunitasnya adalah salah satu lembaga yang bekerja sama dengan Triponyu. "Paket wisata blusukan kampung ternyata sangat diminati," tuturnya.

    Wisata kampung itu menjadi salah satu paket alternatif di luar obyek wisata yang sudah banyak dikenal. "Setiap kampung memiliki budaya yang unik dan layak dijual sebagai paket wisata," katanya.

    Perusahaan startup lokal terbukti mampu berdaya guna sekaligus diapresiasi dunia.

     

    Berita Lain:
    Terumbu Karang Labuan Bajo Dilaporkan Mengalami Kerusakan
    Meresapi Keheningan di Pulau Tak Berpenghuni di Kenawa
    Oleh-oleh Murah di Labuan Bajo: Kopi Juria hingga Kue ala Bugis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.