Rabu, 26 September 2018

Fridtjof Nansen Tak Asal Nekad Mengarungi Kawasan Greenland

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Fridtjof Nansen. wikipedia.org

    Fridtjof Nansen. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Google doodle merayakan hari ulang tahun ke-156 dari petualang dan peneliti asal Norwegia, Fridtjof Nansen pada 10 Oktober 2017, kemarin. Tentu itu dilakukan untuk menghormati karya kemanusiaannya. Sebuah karya yang terentang dari aspek penjelajahan, riset ilmiah, hingga aktivisme kemanusiaan lain.

    Baca: Penjelajahan-penjelajahan Fenomenal Fridtjof Nansen

    Salah satu petualangan Fridtjof Nansen yang legendris adalah keberaniannya mengarungi daratan Greenland yang kala itu masih sepi penghuni, pada 1888 silam.

    Fridtjof Nansen dan timnya melakukan penjelajahan yang belum pernah dilakukan umat manusia sebelumnya, yakni menyeberangi Greenland dari sisi Timur menuju Barat. Mereka melakukan petulangan  "gila" tersebut demi memuaskan rasa ingin tahu atas wilayah yang kala itu belum terpetakan.

    Mereka menghabiskan waktu selama enam minggu dengan berski mengarungi daratan berlapis es tersebut.

    Petualangan tersebut tidak berjalan dengan mudah. Fridtjof Nansen dan kawan-kawannya sempat terjebak dinginnya musim salju di Godthaab (Nuuk) yang berada di pantai barat. Setelah itu mereka menaiki kapal untuk kembali ke Norwegia.

    Petualangan itu bermula saat Nansen melakukan penelitian di atas kapal Viking yang menyusuri laut di timur daratan Greenland  (1882). Kala itu Nansen melihat pegunungan di daratan Greenland yang nampaknya belum pernah dijelajahi siapapun. Hal tersebut membangkitkan rasa ingin tahu Nansen.

    Tahun berikutnya Nansen mendengar kisah petualangan peneliti Adolgf Erik Nordenkiold yang baru kembali dari daratan Greenland. Cerita Adolf tentang luasnya lapisan es yang maha luas membuat Nansen kian penasaran.

    Di tahun 1884, Nansen yang tengah mengerjakan tesis doktoralnya, merencanakan melakukan penilitian di daratan Greendland dengan cara tak lazim. Yakni memulai penelitian dari sisi timur Greendland, tempat yang kala itu belum berpenghuni. Kebanyakan peneliti memulai risetnya dengan mengunjungi pemukiman penduduk di sisi barat Greenland.

    Maka, Nansen harus mengarungi daratan Greendland dari ujung timur ke ujung barat apabila dia ingin kembali ke Norwegia. "Saya selalu berpikir bahwa jalan termudah akan selalu menjadi jerat bagi orang-orang yang ingin mencapai tujuan mereka," kata Nansen di tahun 1885. "Pesisir barat atau mati."

    Nansen memulai petualangannya dari wilayah Angmagssalik di 6535'lintang utara. Wilayah tersebut menjadi titik paing utara di daratan timur Greenland. Tujuannya adalah Christianshåb yang berjarak kurang lebih 600 kilometer dari Angmagssalik. Kala itu rencana petualangan Nansen dipandang skeptis oleh para peneliti.

    Nansen berencana menanggungnya sendiri biaya ekspedisi. Namun Nansen dia tetap mengajukan bantuan dana dari Kristiania University di Oslo. Akhirnya, saudagar berkebangsaan Denmark, Augustin Gamél berbaik hati membiayai ekspedisi.

    Nansen juga memberi perhatian lebih dari sisi perlengkapan penjelajahan. Mulai dari pakaian, sepatu, peralatan ski, peralatan masak, tenda dan makanan, semuanya disesuaikan disesuaikan dan dimodifikasi.

    Karena kecakapan dan ketelitiannya perihal kehidupan luar ruang, Nansen yang kala itu berusia 26 tahun dipilih menjadi pemimpin perjalanan. Anggota timnya adalah ski Otto Sverdrup (33 tahun), Kristian Kristiansen Trana (24 ), Sami Samuel Johannesen Balto (27), perwira tentara Oluf C. Dietrichson (32), pemilik rusa kutub Ole Nielsen Ravna (46).

    Hingga kini, perjalan ekspedisi Fridtjof Nansen itu masih menjadi kisah legendaris yang menakjubkan bagi para peneliti dan penjelajah alam. Mereka tidak menyangka bahwa apa yang direncanakan Nansen muda itu telah membuka suatu cakrawala baru. Cakrawala tentang tanah yang dulunya tidak berpenghuni.

    ERLANGGA DEWANTO | FRAMMUSEUM.NO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.