3 Tipe Wisatawan Versi Sandiaga Uno: Rohali, Rojali, dan Rogana

Reporter

Tempo.co

Editor

Rini Kustiani

Selasa, 12 Oktober 2021 12:02 WIB

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat memberikan sambutan dalam peluncuran Batik Nusantara Celebration dari ALL - Accor Live Limitless Bersama Pelaku Ekonomi Kreatif pada Minggu, 10 Oktober 2021. Dok. Accor

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno punya cara unik dalam mengkategorikan wisatawan. Dengan klasifikasi seperti ini, dia dapat mempromosikan potensi ekonomi kreatif sekaligus menggerakkan roda pariwisata.

Dalam acara peluncuran "Batik Nusantara Celebration dari ALL - Accor Live Limitless Bersama Pelaku Ekonomi Kreatif" secara virtual, pada Minggu, 10 Oktober 2021, Sandiaga menyampaikan tiga tipe wisatawan versinya:

  • Rohali
    "Saya berulang kali bilang, kalau berwisata jangan hanya menjadi rohali," kata Sandiaga Uno. Rohali adalah singkatan rombongan hanya lihat-lihat. Jadi, tipe wisatawan ini hanya menikmatib pemandangan di destinasi wisata tanpa membeli sesuatu atau membawa oleh-oleh dari sana.

  • Rojali
    Sandiaga Uno mendorong agar wisatawan menjadi Rojali alias rombongan yang jadi beli. "Belilah produk kreatif lokal," ujarnya.

  • Rogana
    Ini adalah yang tertinggi dari tiga tipe wisatawan. "Jadilah rogana atau rombongan yang enggak pakai nawar-nawar," tutur Sandiaga. Terutama bagi wisatawan yang hendak membeli produk kreatif lokal, salah satunya batik, maka Sandiaga Uno berharap tak perlu lagi menawar harganya. "Karena batik itu susah bikinnya dan capek membuatnya. Jadi, jangan ditawar."

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno berbincang dengan UMKM batik di The Phoenix Hotel Yogyakarta – MGallery Collection, Yogyakarta, pada Minggu, 10 Oktober 2021. Dok. Accor

Ada banyak cara dalam menghargai produk kreatif lokal. Menurut Sandiaga Uno, salah satunya adalah dengan tidak menawar harganya. Dengan begitu, wisatawan turut membangun optimisme para pelaku ekonomi kreatif untuk segera pulih sekaligus mendukung promosi batik sebagai warisan budaya.

"Pandemi boleh saja membatasi ruang gerak kita, tetapi pandemi tidak akan pernah membatasi imajinasi dan ruang kreativitas dalam berkarya," kata Sandiaga Uno.

Baca juga:
Bali Segera Dibuka untuk Turis Asing, Jokowi Minta Ada Simulasi Dulu

Advertising
Advertising

Berita terkait

17 Bandara Internasional Turun Status karena Sepi Kunjungan Wisman, Ini Kata Kemenhub

1 hari lalu

17 Bandara Internasional Turun Status karena Sepi Kunjungan Wisman, Ini Kata Kemenhub

Lesunya aktivitas kunjungan wisman ke 17 bandara internasional membuat Kemenhub menurunkan status penggunaan bandara menjadi bandara domestik.

Baca Selengkapnya

17 Bandara Internasional Turun Status, BPS: Hanya Digunakan 169 Wisatawan Mancanegara

2 hari lalu

17 Bandara Internasional Turun Status, BPS: Hanya Digunakan 169 Wisatawan Mancanegara

BPS mencatat hanya 169 wisatawan mancanegara yang menggunakan 17 Bandara yang kini turun status menjadi Bandara domestik.

Baca Selengkapnya

Bandara Adi Soemarmo Solo Turun Status dari Bandara Internasional Jadi Bandara Domestik, Ini Profilnya

3 hari lalu

Bandara Adi Soemarmo Solo Turun Status dari Bandara Internasional Jadi Bandara Domestik, Ini Profilnya

Kemenhub tetapkan Bandara Adi Soemarmo turun status dari bandara internasional menjadi bandara domestik. Ini kekhawatiran Sandiaga Uno,

Baca Selengkapnya

Tinjau Rumah Dinas Menteri di IKN, Sandiaga Uno: Tidak Terlalu Besar, Tapi...

4 hari lalu

Tinjau Rumah Dinas Menteri di IKN, Sandiaga Uno: Tidak Terlalu Besar, Tapi...

Menparekraf Sandiaga Uno meninjau rumah tapak jabatan menteri di IKN pada Selasa sore, 30 April 2024.

Baca Selengkapnya

Bandara Adi Soemarmo Turun Status, Sandiaga Uno: Ada Kekhawatiran Pariwisata Solo Turun

5 hari lalu

Bandara Adi Soemarmo Turun Status, Sandiaga Uno: Ada Kekhawatiran Pariwisata Solo Turun

Bandara Adi Soemarmo turun status dari internasional ke domestik. Bagaimana nasib pariwisata di Solo? Ini tanggapan Sandiaga Uno.

Baca Selengkapnya

Iuran Wisata untuk Siapa

6 hari lalu

Iuran Wisata untuk Siapa

Rencana pemerintah memungut iuran wisata lewat tiket pesawat ditolak sejumlah kalangan. Apa masalahnya?

Baca Selengkapnya

Pemandangan ke Gunung Fuji Ditutup Pembatas Tinggi, Jengkel Turis Nakal

6 hari lalu

Pemandangan ke Gunung Fuji Ditutup Pembatas Tinggi, Jengkel Turis Nakal

Jepang memasang tembok pembatas yang menghalangi turis berfoto dengan latar belakang Gunung Fuji.

Baca Selengkapnya

Sandiaga Uno dan Gibran Dijadwalkan Hadiri Solo Menari 2024, Masyarakat Antusias Ikuti Pre-event

6 hari lalu

Sandiaga Uno dan Gibran Dijadwalkan Hadiri Solo Menari 2024, Masyarakat Antusias Ikuti Pre-event

Solo Menari 2024 digelar di tiga tempat, Taman Sriwedari, Solo Safari, dan Balai Kota Solo. Rencananya akan dihadiri Sandiaga Uno dan Gibran.

Baca Selengkapnya

Gempa Garut, Wisatawan Panik Pantai Selatan Jabar Sempat Sepi

7 hari lalu

Gempa Garut, Wisatawan Panik Pantai Selatan Jabar Sempat Sepi

Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran mengatakan pantai Pangandaran pasca terjadinya gempa Garut dalam situasi aman.

Baca Selengkapnya

Alasan Jepang Bangun Penghalang di Tempat Foto Gunung Fuji

7 hari lalu

Alasan Jepang Bangun Penghalang di Tempat Foto Gunung Fuji

Foto Gunung Fuji yang berdiri megah di delakang toko Lawson itu menarik bagi wisatawan asing

Baca Selengkapnya