Desa Budaya di Gunung Kidul Disiapkan untuk Menjaga Tradisi Jawa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desa Wisata Ngalnggeran, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta memperoleh penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik ASEAN 2017, di umumkan di Singapura, Jumat 20 Januari 2017. Foto. Dok. Sugeng Handoko

    Desa Wisata Ngalnggeran, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta memperoleh penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik ASEAN 2017, di umumkan di Singapura, Jumat 20 Januari 2017. Foto. Dok. Sugeng Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 15 desa budaya di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diharapkan menjaga adat dan tradisi Jawa di wilayah masing-masing.

    Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunung Kiidul CB Supriyanto mengatakan saat ini dari 144 desa yang ada di Gunung Kidul sudah ada 15 desa yang masuk kategori desa budaya. Lalu ada 14 rintisan desa budaya, serta 115 masuk kantong desa budaya.

    Menurut Supriyanto, desa harus dilandasi kegiatan tradisi yang sudah ada dan dilakukan turun temurun. Hl itu mencakup kegiatani kesenian, permainan tradisional, kegiatan bahasa sastra dan aksara, kerajinan industri kuliner dan obat tradisional, arsitektur bangunan dan warisan budaya. "Desa budaya wajib menjaga minimal lima adat dan tradisi," kata dia di Gunung Kidul, Senin, 5/6.

    Dia mengatakan dengan semakin banyaknya desa wisata ke depan Gunung Kidul akan tetap terjaga kebudayaannya. Dia mengambil contoh adat daur hidup manusia.

    Supriyanto mengatakan desa budaya diharapkan menjaga bahasa sastra dan aksara, salah satunya mengenai penulisan dan pemahaman mengenai aksara jawa. Dia berpendapat saaat ini sudah mulai berkurang ahli penulisan aksara jawa.

    "Kemarin ada relawan aksara Jawa ternyata banyak peminatnya, dan sebagian besar generasi muda," katanya.

    Ketua Umum Karangtaruna DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono menambahkan Karang Taruna DIY akan mendukung dengan menyiapkan pendamping untuk desa budaya. Masing-masing desa akan diberikan dua orang dari karang taruna.

    "Kami akan terus dukung agar budaya jawa tidak hilang," kata dia.

     Lihat Video (Jelajah Jogja dengan Jeep)

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    3 Calon Ketua Umum PPP Pengganti Romahurmuziy yang Ditangkap KPK

    Partai Persatuan Pembangunan menggelar musyawarah kerja nasional di Bogor, 20 Maret 2019. Hal itu dilakukan untuk mencari pengganti Romahurmurziy