Mulai Hari Ini Sampai Kamis, Jangan Main di Pantai Selatan Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan mengambil gambar ombak tinggi di kawasan wisata Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo, Yogyakarta, Jumat, 20 Juli 2018. BMKG Yogyakarta memperkirakan gelombang tinggi yang terjadi beberapa waktu belakangan masih akan berlangsung di laut selatan Yogyakarta. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Wisatawan mengambil gambar ombak tinggi di kawasan wisata Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo, Yogyakarta, Jumat, 20 Juli 2018. BMKG Yogyakarta memperkirakan gelombang tinggi yang terjadi beberapa waktu belakangan masih akan berlangsung di laut selatan Yogyakarta. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Mulai hari ini, Selasa sampai Kamis besok, 11 - 13 Agustus 2020, masyarakat sebaiknya tidak bermain air di pantai selatan Yogyakarta. Musababnya, bakal terjadi gelombang laut yang tingginya mencapai empat meter.

    Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengimbau wisatawan dan nelayan yang beraktivitas di pesisir pantai selatan Yogyakarta mewaspadai gelombang tinggi tersebut.

    "Wisatawan jangan mandi di laut atau bermain di bibir pantai," kata Reni Kraningtyas di Yogyakarta, Minggu 9 Agustus 2020. Reni Kraningtyas menjelaskan kondisi gelombang laut di pantai selatan Yogyakarta cenderung fluktuatif pada musim kemarau.

    Pantai Goa Cemara di Yogyakarta. Foto: Antaranews

    Kendati masuk kategori tinggi, tinggi gelombang laut pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2020 justru mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya dengan rata-rata 2,5 hingga 3,5 meter. "Namun bisa naik pada Selasa sampai Kamis mencapai empat meter," kata Reni.

    Dia juga mengimbau para nelayan agar tidak melaut untuk sementara waktu dan menambatkan kapal mereka di tempat yang aman. "Perhatikan imbauan dan arahan dari petugas SAR di sekitar pantai," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.