Rabu, 26 September 2018

4 Lokasi Belajar Sejarah Batak Toba di Pulau Samosir

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tarian Sigale-gale yang dipertunjukkan di Museum Huta Bolon, Simanindo, Kabupaten Samosir. Tempo/Tony Hartawan

    Tarian Sigale-gale yang dipertunjukkan di Museum Huta Bolon, Simanindo, Kabupaten Samosir. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pulau Samosir menjadi wilayah yang banyak dipilih untuk menikmati keindahan Danau Toba. Tak hanya danau terbesar di Asia Tenggara yang bisa dicecap pesonanya. Pulau seluas 1.419 kilometer persegi ini juga memiliki peninggalan sejarah Suku Batak Toba. Sedikitnya ada empat lokasi di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara ini, di mana wisatawan bisa belajar banyak tentang suku yang tinggal di Pulau Samosir tersebut.

    1. Makam Raja Sidabutar

    Merupakan makam penguasa Samosir di masa silam yang terbuat dari batu utuh berukuran besar. Batu tersebut diletakkan begitu saja di atas tanah.Memasuki makam raja yang terkenal kesaktiannya ini, wisatawan harus menggenakan ulos. Raja meninggal pada 1544. Objek wisata ini berada tak jauh dari dermaga di Tomok. Wisatawan tinggal berjalan kaki untuk mencapai objek wisata ini. 

    2. Huta Siallagan

    Berupa sebuah kompleks yang terdiri atas beberapa rumah Batak Toba, makam raja, serta seperangkat meja dan batu yang menjadi tempat mengadili para pelaku kriminal di masa silam. Yang terakhir inilah yang disebut batu persidangan dan menjadi ciri khas dari objek wisata di sini. 

    Di kursi batu itulah raja bersama penasihat membahas hukuman untuk seseorang yang berbuat kejahatan. Hukumannya bisa berupa hukuman pancung.

    Siallagan sendiri tak lain dari nama sebuah marga. Huta atau kampung Siallagan ini berada di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo. Kampung juga dikelilingi oleh batu besar, yang juga berfungsi sebagai benteng.

    Salah satu rangkaian tarian yang dipertunjukkan di Museum Huta Bolon Simanindo di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Tempo/Tony Hartawan

    3. Museum Huta Bolon Simanindo

    Lokasinya 20 kilometer dari dermaga Tomok, tepatnya di Simanindo, Samosir. Di sini wisatawan bisa mencermati koleksi museum yang berupa peninggalan Suku Batak Toba, di antaranya berupa kain jenis tradisional setempat — kain ulos, peralatan memasak dan perlengkapan masyarakat di masa silam. Ada juga deretan rumah khas Batak Toba di tempat wisata ini. 

    Di museum ini, wisatawan bisa juga mengenal tarian lawasnya. Salah satunya tradisi tarian Sigale-gale. Berupa pertunjukan boneka dari kayu yang disertai tarian tor tor. Kegiatan ini diadakan setiap hari, pada pukul 10.30 dan pukul 11.45. Di akhir cerita, penonton pun diajak untuk menari.

    Baca Juga: 

    Ribuan Turis Ditargetkan Nonton Festival Pasir Putih Samosir 

    Masih Ada Kesempatan Menikmati Festival Seni dan Budaya Samosir

    4. Desa Penenun Ulos, Lumban Suhi-suhi

    Mengenal kain ulos tak hanya di museum saja, wisatawan bisa juga melihat langsung aksi penenun di Desa Lumban Suhi-suhi. Para penenun umumnya kaum perempuan, dari remaja hingga kaum sepuh. Wisatawan bisa belajar corak pada kain ulos dan maknanya.

    Aktivitas dilakukan di depan rumahnya yang umumnya masih berbentuk tradisional. Biasanya para perempuan di Pulau Samosir ini menenun di pagi hari. Bila berminat membeli ulos, lebih baik berbelanja langsung ke pengrajin ini.

     RITA NARISWARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.