Selasa, 23 Oktober 2018

53 Ribu Judul Buku di Islamic Book Fair 2018 Manjakan Pengunjung

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat-lihat buku yang dijual dalam pameran

    Pengunjung melihat-lihat buku yang dijual dalam pameran "8th Islamic Book Fair 1430H" di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (1/3). FOTO ANTARA/Fanny Octavianus.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pameran buku-buku Islami atau Islamic Book Fair (IBF) 2018 yang diadakan di Balai Sidang Jakarta, Rabu-Minggu, 18-22 April 2018, menghadirkan 53 ribu judul buku.

    "Pada tahun ini, sebanyak 151 penerbit buku membawa 53 ribu judul buku Islami dan 15 juta eksemplar buku," kata Ketua Panitia IBF 2018, Muhammad Anis, di Jakarta, Kamis, 19 April 2018.

    Baca juga: Membangun Literasi Lewat Pameran (Indonesiana)

    Anis mengatakan konsep pameran yang diusung tahun ini yakni wisata literasi islami. Dia berharap semakin banyak masyarakat yang mengunjungi IBF dan semakin banyak penerbit buku Islam yang ikut IBF apalagi ditambah dengan adanya wahana khusus untuk anak.

    "Pengunjung juga semakin nyaman, karena kami mengubah tata letak stan sehingga tidak akan berdesak-desakan," ujarnya.

    Pada pembukaan IBF 2018, juga hadir Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB). Dia dinobatkan sebagai tokoh perbukuan. TGB menjelaskan di dalam masyarakat Muslim, benih-benih literasi sudah tumbuh di setiap lini kehidupan.

    "Benih-benih literasi di pondok pesantren atau sekolah merupakan bagian yang sangat penting. Ini yang perlu kita tingkatkan di pondok pesantren, sekolah, lembaga pendidikan, dan keluarga masing-masing," kata dia.

    Sekretaris Ikapi DKI, Mappa Tutu, mengatakan penghargaan ini diberikan kepada tokoh yang dipandang memberikan sumbangannya terhadap kemajuan perkembangan perbukuan Islam di Indonesia. Menurut Mappa, TGB dipilih karena kecintaannya terhadap buku-buku Islami.

    Artikel Lain: Bisa Serbu 20 Ribu Judul Buku Islami di Islamic Book Fair

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.