Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Berpetualang ke Clearwater Cave di Hutan Mulu Sarawak, Susuri Sungai hingga Naik 200 Anak Tangga

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

image-gnews
Sungai Air Bawah Tanah dalam Clearwater Cave. Tempo/ Joniansyah Hardjono
Sungai Air Bawah Tanah dalam Clearwater Cave. Tempo/ Joniansyah Hardjono
Iklan

TEMPO.CO, Sarawak - Clearwater Cave atau gua air jernih adalah salah satu dari gua-gua yang menakjubkan yang terletak di Taman Nasional Gunung Mulu, Sarawak, Malaysia. Gua ini terkenal karena keindahan alam bawah tanahnya yang menakjubkan dan merupakan bagian integral dari warisan dunia UNESCO. 

Tempo berpetualang di kawasan Taman Nasional Hutan Gunung Mulu Sarawak selama tiga hari 1-3 Juli 2024,  memasuki gua gua yang ada di kawasan wisata alam itu, salah satunya Clearwater Cave. Akses ke gua ini membutuhkan sedikit usaha karena termasuk dalam kategori gua yang lebih terpencil. 

Susuri sungai lalu naiki 200 anak tangga 

Untuk bisa mencapai Clearwater Cave, Tempo dan pengunjung lainnya harus melakukan perjalanan menyusuri sungai Melinau dengan perahu kayu. Selama 30 menit kami mengarungi sungai besar berarus deras yang ada di tengah hutan Mulu tersebut.

Ada rasa ngeri dan jantung berdebar ketika perahu kayu itu bergerak melawan arus sungai, namun rasa campur aduk itu hilang seketika ketika melihat pemandangan bukit, hutan yang indah yang tersaji dalam selama perjalanan.Tak terasa perahu kami tiba di pelabuhan kecil dipinggir sungai. 

Perjalanan menuju Clearwater Cave atau Gua Jernih di Taman Nasional Gunung Hutan Mulu, Sarawak, Malaysia, Selasa 2 Juli 2024. Tempo/ Joniansyah Hardjono

Setelah itu, kami harus menaiki tangga untuk bisa masuk ke dalam Clearwater cave. Dengan trek yang menanjak sangat curam, kami harus berjalan menapaki 200 anak tangga untuk sampai ke mulut gua. Menaiki tangga setinggi itu, tidak mudah. Dibutuhkan fisik yang kuat dan sehat.  

Suasana dalam Clearwater Cave 

Sampai di mulut Clearwater Cave, kami disambut ratusan batuan kapur yang tersusun dengan berbentuk kerucut di langit-langit gua yang ujungnya meruncing ke bawah. Warna gelap stalaktit dipadu dengan tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar mulut gua menambah suasana misterius gua itu. Masuk ke dalam gua, kami harus menuruni anak tangga dan melalui trek gua berupa jalan kayu. 

Pintu masuk menuju Clearwater Cave atau Gua Air Jernih. TEMPO/ Joniansyah Hardjono

Semakin dalam memasuki gua, udara terasa dingin dan tersaji  pemandangan yang megah dari ruang-ruang gua yang luas dengan langit-langit yang tinggi. Cahaya yang masuk dari mulut gua menciptakan permainan warna dan bayangan yang menakjubkan di setiap sudut. 

Clearwater Cave terkenal dengan formasi stalaktit dan stalakmit yang indah dan unik. Stalaktit dan stalakmit terbentuk dari proses sedimentasi dan pengendapan mineral selama ribuan tahun, menciptakan panorama yang menakjubkan di dalam gua. Lampu penerangan yang dipasang di dalam gua memperlihatkan barisan batuan, formasi stalagmit dan stalagtit berwarna putih dan kuning keemasan. 

Sungai Air Bawah Tanah dalam Clear Water Cave. Tempo/ Joniansyah Hardjono

Sungai air bawah tanah yang jernih 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Salah satu daya tarik utama Clearwater Cave adalah sungai bawah tanahnya yang sangat jernih. Sungai ini mengalir di dalam gua dengan aliran yang tenang dan air yang begitu transparan sehingga dasar gua dan formasi batunya dapat terlihat dengan jelas.  

Tempo mencoba merasakan langsung air sungai bawah tanah yang terlihat bersih dan jernih itu dengan membasuh wajah. Airnya terasa dingin dan segar menyentuh kulit wajah. Sayangnya, karena debit sungai meninggi karena hujan, pengunjung dilarang untuk mandi.

"Mandi di sungai ini diperbolehkan, banyak juga yang berenang dan diving, tapi karena debit sungai sedang tinggi jadi saat ini tidak boleh berenang," ujar pemandu wisata dari Sarawak Park, Maria Easter Sylvester saat ada di dalam Clearwater Cave, Selasa 2 Juli 2024. 

Suasana dalam Clearwater Cave, Selasa 2 Juli 2024. Tempo/ Joniansyah Hardjono

Larangan ini, untuk keamanan dan keselamatan pengunjung. Menurut Maria, air sungai di Clearwater Cave aman untuk langsung diminum karena teruji kelaikannya. "Air bersumber dari mata air pengunungan," ujarnya.  

Maria mengatakan, sistem Gua Clearwater saling terhubung terbesar di dunia berdasarkan volume dan terpanjang ke-9 dengan panjang 236.796 kilometer. "Sistem ini terutama terletak di bawah batas barat Gunung Api antara Ngarai Melinau dan Gua Angin," ujarnya. 

Suasana dalam Clearwater Cave, Selasa 2 Juli 2024. Tempo/ Joniansyah Hardjono

Dia menambahkan, sungai bawah tanah dalam gua mengalir ke Sungai Melinau melalui celah celah di bawah gua. Di luar gua, sebelum mengalir ke Sungai Melinau, air membentuk sebuah ruang yang cukup luas dan dijadikan tempat untuk berenang pengunjung. Banyak pengunjung yang berenang disana selepas menjelajahi Clearwater Cave. 

Maria menambahkan, Clearwater Cave juga merupakan habitat untuk berbagai makhluk hidup yang telah beradaptasi dengan kehidupan di dalam gua. Di antara fauna yang dapat ditemukan adalah kelompok kelelawar yang tinggal di atap gua dan berbagai serangga yang hidup di dalam lingkungan gelap dan lembab ini. "Kelelawar, ular dan masih banyak lagi," kata Maria. 

Pilihan editor: Sensasi Mendebarkan Meniti Jembatan Gantung Setinggi 25 Meter di Hutan Mulu Sarawak Malaysia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Menjelajahi Kekayaan Budaya dan Kuliner Malaysia Lewat Serial Perjalanan

3 hari lalu

Perjalanan Justin Bratton dan Selina Lo di Malaysia dalam travelogue Unfading Memories. dok. AXN
Menjelajahi Kekayaan Budaya dan Kuliner Malaysia Lewat Serial Perjalanan

Serial perjalanan Unfading Memoirs, menyajikan perjalanan menarik di Malaysia, dari Sarawak, Sabah, Kuala Lumpur hingga Penang


Sensasi Mendebarkan Meniti Jembatan Gantung Setinggi 25 Meter di Hutan Mulu Sarawak Malaysia

10 hari lalu

Meniti jembatan gantung Canopy Walk di atas hutan Mulu Sarawak, Malaysia, Rabu 3 Juli 2024. TEMPO / JONIANSYAH HARDJONO
Sensasi Mendebarkan Meniti Jembatan Gantung Setinggi 25 Meter di Hutan Mulu Sarawak Malaysia

Jembatan gantung ini menghubungkan pohon-pohon raksasa yang berada di tengah hutan hujan Gunung Mulu, Sarawak, Malaysia.


Kementerian PUPR Bantah Intake Sungai Sepaku di IKN Sebabkan Banjir

10 hari lalu

Seorang bocah suku Balik berjalan di desanya, di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 6 Maret 2023. Selain itu, warga adat suku Balik juga menolak dengan keras relokasi dari tanah leluhur. Mereka pun menolak perubahan nama kampung dan sungai yang selama ini dikuasai warga secara turun menurun. REUTERS/Willy Kurniawan
Kementerian PUPR Bantah Intake Sungai Sepaku di IKN Sebabkan Banjir

Ketua Satgas IKN Danis Sumadilaga mengatakan banjir di Sepaku sudah terjadi sejak 2017.


Menyusuri Hutan Mulu Sarawak, Melihat Penampakan Abraham Lincoln dari Dasar Gua Rusa

11 hari lalu

Gua Rusa di kawasan Taman Nasional Mulu, Sarawak, Malaysia. TEMPO/Joniansyah
Menyusuri Hutan Mulu Sarawak, Melihat Penampakan Abraham Lincoln dari Dasar Gua Rusa

Deer Cave, salah satu dari gua terbesar di dunia, terletak di Taman Nasional Gunung Mulu, Sarawak, salah satu situs warisan dunia UNESCO.


Menjelajahi Lang Cave, Gua Menakjubkan di Kawasan National Park Mulu Sarawak

12 hari lalu

Suasana dalam Lang Cave atau Gua Lang di kawasan National Park, Mulu, Sarawak, Malaysia Senin 1 Juli 2024. Tempo/ Joniansyah Hardjono
Menjelajahi Lang Cave, Gua Menakjubkan di Kawasan National Park Mulu Sarawak

Lang Cave, salah satu destinasi wisata favorit bagi yang suka berpetualangan di alam liar yang ada di kawasan National Park Mulu, Sarawak, Malaysia.


Serba-serbi Semenggoh Nature Reserve, Pusat Rehabilitasi Orangutan di Sarawak Malaysia

12 hari lalu

Wisatawan menunggu Orangutan keluar dari hutan Semenggoh di Sarawak Nature Reserve Malaysia, Sabtu 28 Juni 2024. TEMPO/ JONIANSYAH HARDJONO
Serba-serbi Semenggoh Nature Reserve, Pusat Rehabilitasi Orangutan di Sarawak Malaysia

Semenggoh Nature Reserve didirikan pada 1975 sebagai tempat perlindungan bagi orangutan yang terluka atau korban perdagangan satwa liar.


Melihat Aktivitas Orangutan di Hutan Semenggoh Sarawak, dari Makan Hingga Berfoto

15 hari lalu

Aksi orangutan di Semenggoh Nature Reserve Sarawak, Sabtu 29 Juni 2024. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO
Melihat Aktivitas Orangutan di Hutan Semenggoh Sarawak, dari Makan Hingga Berfoto

Semenggoh Nature Reserve Sarawak didirikan pada 1975 sebagai bagian dari upaya konservasi untuk menyelamatkan orangutan Borneo yang terancam punah


Menikmati Senja Memukau Kota Kuching di Atas Sungai Sarawak dengan Kapal Pesiar

15 hari lalu

uasana senja di Kota Kuching, Sarawak, Malaysia, dari atas Kapal pesiar, Jumat 28 Juni 2024. TEMPO/ JONIANSYAH HARDJONO
Menikmati Senja Memukau Kota Kuching di Atas Sungai Sarawak dengan Kapal Pesiar

Sambil menikmati minuman dingin dan camilan ringan, selama perjalanan dengan kapal wisata, wisatawan dapat melihat pemandangan Kuching, Sarawak.


68 Musisi Internasional Meriahkan Rainforest World Music Festival 2024, Ambil Tema Evolusi

15 hari lalu

Pintu masuk ke Rainforest Music World Festival 2024 Sarawak Malaysia. TEMPO/ JONIANSYAH HARDJONO
68 Musisi Internasional Meriahkan Rainforest World Music Festival 2024, Ambil Tema Evolusi

Rainforest World Music Festival menyajikan beragam genre musik tradisional dari seluruh dunia, dengan fokus pada keanekaragaman budaya dan alam.


Diguyur Hujan Deras, Penonton Rainforest World Music Festival 2024 Sarawak Malaysia Bertahan

15 hari lalu

Ribuan penonton memadati arena konser Rainforest Music World Festival 2024 di Sarawak Malaysia. Meski diguyur hujan penonton  tetap bertahan dengan jas hujan instan, Sabtu malam 29 Juni 2024. TEMPO/ JONIANSYAH HARDJONO
Diguyur Hujan Deras, Penonton Rainforest World Music Festival 2024 Sarawak Malaysia Bertahan

Penonton yang memadati area Rainforest World Music Festival 2024 bertahan dan kompak mengenakan jas hujan sekali pakai.