Jemaah Umrah Bisa Berangkat dari Bandara YIA pada April 2020

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat

    Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat "Proving Flight" di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis 2 Mei 2018. Uji coba perdana pesawat komersial dengan rute penerbangan CKG-YIA-CKG tersebut menjadi salah satu bagian persiapan operasional YIA. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Kulon Progo - Jemaah umrah dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dapat berangkat dari Bandara YIA atau Yogyakarta International Airport mulai tahun depan.

    Supervisor Station and Service Yogyakarta International Airport untuk maskapai Garuda Indonesia, Permadi Usman mengatakan perusahaan penerbangan pelat merah itu akan melayani keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah pada Maret atau April 2020. "Kami sudah mengajukan permohonan untuk mendapatkan slot penerbangan internasional ke Kementerian Perhubungan, semoga Maret atau April 2020 bisa terealisasi," kata Permadi, Jumat 18 Oktober 2019.

    Dia menjelaskan pesawat Garuda Indonesia berbadan lebar, seperti Airbus 330 sudah bisa mendarat di Bandara YIA. Pesawat berbadan lebar itu sudah melayani rute penerbangan terjadwal di akhir pekan. Landasan pacu atau runway Bandara YIA juga sudah bisa didarati pesawat besar lainnya, seperti Boeing 777.

    Dengan begitu, Permadi melanjutkan, Garuda Indonesia dapat melayani keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah di bandara tersebut. Saat ini, penerbangan langsung atau direct flight Garuda Indonesia ke Arab Saudi di Jawa Tengah hanya dilayani di Bandara Adisumarmo, Solo, dengan jadwal tiga kali sepekan.

    Bandara New Yogyakarta International Airport atau NYIA di Kulon Progo, Yogyakarta. Sumber: Angkasa Pura I

    Selain mengajukan permohonan layanan penerbangan internasional ke Arab Saudi untuk jemaah umrah dan umum, Permadi melanjutkan, Garuda Indonesia juga mengusulkan penerbangan ke Jepang dan Cina. "Potensi penumpang ke Jepang sedang kami lakukan penjajakan dengan biro perjalanan, begitu juga dengan Cina," katanya.

    Jika Bandara YIA sudah beroperasi penuh, lalu lintas penerbangan dan jumlah penumpang di bandara ini akan semakin tinggi. Pesawat berbadan besar misalnya, mampu mengangkut 350 sampai 400 penumpang dalam sekali terbang.

    Tak hanya Garuda Indonesia, Ground Safety and ERP Executive Air Asia Indonesia, Edwin Budi Santoso mengatakan maskapai penerbangan teman dia bekerja juga siap mengoperasikan penerbangan rute internasional di Bandara YIA. "Kami akan menambah frekuensi penerbangan dari Kuala Lumpur dan menambah rute domestik untuk mendorong pariwisata lokal," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.