Cina dan Singapura Sedang Bahas Kesepakatan Bebas Visa

Reporter

Tempo.co

Selasa, 9 Mei 2023 11:19 WIB

Turis berfoto di sebelah patung singa Merlion di kawasan pusat bisnis Singapura 6 Februari 2015. [REUTERS / Edgar Su]

TEMPO.CO, Jakarta - Cina sedang membahas mengenai rencana perjalanan bebas visa bersama SIngapura setelah negara itu mencabut pembatasan. Rencana itu merupakan langkah yang dapat meningkatkan kedatangan wisatawan dari pasar pariwisata pra-pandemi terbesarnya.

Tercatat, 3,6 juta wisatawan Cina datang ke Singapura pada 2019. Itu merupakan jumlah terbanyak dari negara lain dan menghabiskan total Sing$ 4,1 miliar (Rp 45 triliun).

Di sisi lain, banyak orang Cina dalam beberapa tahun terakhir tertarik untuk berinvestasi, memindahkan aset atau pindah ke Singapura. Bahkan ada juga yang membeli real estat mewah.

Di antara 4 juta penduduk dan penduduk tetap Singapura, tiga perempatnya adalah etnis Tionghoa dan banyak yang berbicara bahasa Mandarin. Itu memudahkan orang Cina menjelajahi negara tersebut.

"Ini adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh warga kedua negara, dan juga menjadi perhatian bersama bagi para pemimpin kedua negara," kata juru bicara kedutaan besar Cina di Singapura.

Advertising
Advertising

Kementerian Luar Negeri Singapura belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Duta Besar Cina untuk Singapura Sun Haiyan menulis dalam sebuah posting Facebook bulan lalu: "Berharap otoritas yang kompeten dari kedua belah pihak dapat mencapai hasil yang positif secepat mungkin."

Saat ini, wisatawan Cina diharuskan mengajukan visa untuk mengunjungi Singapura. Sedangkan warga Singapura diizinkan melakukan kunjungan bebas visa selama 15 hari sebelum pandemi. Namun pengaturan itu belum diberlakukan kembali yang menyebabkan antrean panjang di pusat aplikasi visa Cina di Singapura.

REUTERS

Pilihan Editor: Berikut Negara yang Terbanyak Diminati dan Dikunjungi Warga Singapura di 2023

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.

Berita terkait

Dilaporkan Hilang, Seleb TikTok Cina Ditemukan Termutilasi di Thailand

2 jam lalu

Dilaporkan Hilang, Seleb TikTok Cina Ditemukan Termutilasi di Thailand

Polisi Thailand yakin sisa-sisa jasad yang ditemukan adalah milik TikTokers Cina berusia 38 tahun, Yan Ruimin.

Baca Selengkapnya

Data BPS: Produk Impor Cina Banjiri Pasar Indonesia, Tertinggi di Mesin, Barang Plastik, dan Alat Elektronik

2 jam lalu

Data BPS: Produk Impor Cina Banjiri Pasar Indonesia, Tertinggi di Mesin, Barang Plastik, dan Alat Elektronik

Cina berkontribusi sebesar 35,20 persen terhadap nilai impor Indonesia sepanjang Juni 2024. Produk impor yang dominan adalah mesin dan alat mekanis

Baca Selengkapnya

BPS Catat Dominasi Produk Impor Cina di Indonesia, Diprediksi akan Berlanjut di Masa Prabowo-Gibran

3 jam lalu

BPS Catat Dominasi Produk Impor Cina di Indonesia, Diprediksi akan Berlanjut di Masa Prabowo-Gibran

BPS mencatat nilai impor Cina di Indonesia masih mendominasi sepanjang bulan Juni dan semester pertama 2024. Diperkirakan akan terus berlanjut di masa pemerintahan selanjutnya.

Baca Selengkapnya

50 Daftar Restoran Terbaik di Asia, Ada di Jepang hingga Singapura

3 jam lalu

50 Daftar Restoran Terbaik di Asia, Ada di Jepang hingga Singapura

Asia's Best Restaurants Award kembali mengumumkan daftar 50 restoran terbaik di Asia. Nomor 1 ada restoran dari Jepang. Berikut daftarnya.

Baca Selengkapnya

HGU di IKN 190 Tahun, Apa Bedanya dengan Hong Kong yang Disewakan Cina ke Inggris 99 Tahun?

9 jam lalu

HGU di IKN 190 Tahun, Apa Bedanya dengan Hong Kong yang Disewakan Cina ke Inggris 99 Tahun?

Rentang waktu Hak Guna Usaha atau HGU untuk pengelolaan lahan di IKN sampai 95 tahun dan bisa diperpanjang sampai 95 tahun lagi melahirkan kontroversi

Baca Selengkapnya

Terkini: Alasan Prabowo Lanjutkan Pembangunan IKN, Thailand Bergejolak Akibat Gempuran Produk Murah Cina

11 jam lalu

Terkini: Alasan Prabowo Lanjutkan Pembangunan IKN, Thailand Bergejolak Akibat Gempuran Produk Murah Cina

Berita terkini ekonomi dan bisnis pada Senin siang, 15 Juli 2024, dimulai dari alasan pemerintahan Prabowo akan melanjutkan program IKN.

Baca Selengkapnya

Belajar dari Thailand: Bergejolak Akibat Gempuran Produk Murah Cina dan Penutupan Pabrik

12 jam lalu

Belajar dari Thailand: Bergejolak Akibat Gempuran Produk Murah Cina dan Penutupan Pabrik

Thailand juga menghadapi masalah seperti Indonesia: banjir produk murah Cina yang menyebabkan banyak pabrik tutup sehingga terjadi PHK massal.

Baca Selengkapnya

Baru Pertama Kali Traveling ke Korea, Ini Hal yang Paling Penting Dilakukan

2 hari lalu

Baru Pertama Kali Traveling ke Korea, Ini Hal yang Paling Penting Dilakukan

Korea selalu memiliki daya tarik untuk dijelajahi, dari keragaman budaya, lokasi syuting drama Korea dan musik K-pop hingga festival

Baca Selengkapnya

Terkini: Prabowo Disebut-sebut akan Serahkan Pembangunan IKN ke Gibran? KAI Hadirkan Promo Juleha untuk Keberangkatan Sampai Akhir Juli

2 hari lalu

Terkini: Prabowo Disebut-sebut akan Serahkan Pembangunan IKN ke Gibran? KAI Hadirkan Promo Juleha untuk Keberangkatan Sampai Akhir Juli

Proses pembangunan di IKN Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur terus menjadi sorotan menjelang upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Baca Selengkapnya

Ekonom INDEF Sebut Kebijakan BMAD Keramik Bisa Picu Tindakan Balasan dari Cina

2 hari lalu

Ekonom INDEF Sebut Kebijakan BMAD Keramik Bisa Picu Tindakan Balasan dari Cina

Ekonom INDEF menilai realisasi BMAD atas produk keramik impor bisa memicu tindakan balasan dari Cina.

Baca Selengkapnya